PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Pertemuan dengan Luna


__ADS_3

" Lho kok bisa, kenapa kamu perbolehkan Mas Arjuna istri mu pergi begitu saja, Kania wanita yang baik loh, dan Luna rasa Mas Arjuna serasi kok juga hidup berdampingan bersama Kania", ucap Luna yang membuat Arjuna hanya tersenyum tipis.


" Mama juga berharap begitu Luna, Arjuna sudah kehilangan kamu ya sekarang dapat Kania, seharusnya kamu itu mikir mas tujuan kamu menikahi Kania kalau begini ujungnya, mama tetap ngurus kamu Kania tetap ngurus dirinya dan anaknya sendiri, status yang kamu berikan tak menjamin hidupnya merasa ada seseorang yang melindungi, bertanggung jawab, semakin menambah dosa saja mas", Ujar bu Aryanti ketus pada Arjuna.


" Iya mas, kalau begini kasihan Kania, untuk apa coba dia berstatus istri tapi dianggurin", Ujar Luna membuat Arjuna menatap padanya dengan intens.


" Kamu sudah bahagia? Bagaimana hidupmu denfan Aldi?", Arjuna memperhatikan Luna dengan seksama.


" Menurut mu bagaimana? Mas kan tahu betul sifat mas Aldi, mungkinkah aku tidak bahagia hidup dengan Dia?", kata-kata Luna seakan menekan kan ingatan Arjuna akan kepribadian Aldi yang memang Arjuna sudah hafal.


" Mas tenang pada akhirnya kamu dinikahi olehnya, tapi.... Tapi aku telah melakukan kesalahan besar dan tak termaafkan Lun", Ujar Arjuna dengan pandangan kosong.


" Kenapa? Ada yang mas sesali? Kita ditakdirkan bukan jodoh, aku harap mas ikhlas", Luna tahu maksud ucapan Arjuna namun Luna mengalihkan maksud agar Arjuna tidak membahas Mutia.


" Kalau mengenai takdir kita, mas sudah sangat ikhlas, hanya saja.... ", Arjuna menghentikan ucapannya dan menatap Luna sejenak.

__ADS_1


" Kenapa?", Luna berusaha mengorek agar lebih pahan maksud ucapan Arjuna.


" Aini, Aku sangat bersalah padanya dan dia mungkin tidak akan pernah memaafkan aku selamanya", Jawab Arjuna lemah.


" Oh, mengenai itu! Iya sih jika aku ada diposisi Aini sampai matipun aku tidak mau bertemu dengan mu Mas, tidak akan... Apa lagi jika aku sampai punya anak, maka haram bagi ku mengenal mu kembali... Tetapi Aku Luna bukan Aini, mungkin saja Aini tak seegois aku, mungkin saja dia bisa memaafkan Mas Arjuna, aku tidak tahu, berdoa saja semoga mas bisa ketemu Aini dan dimaafkan", Ujar Lina membuat bu Aryanti ikut tertunduk merenungi kata kata Luna barusan dan Arjuna wajahnya makin sendu.


" Aku sudah bertemu dan melihat anakku, dia tampan, sehat dan pintar... tetapi Aini bilang aku tidak boleh menemuinya kembali jika ingin mereka tetap berada dikota ini, jika aku berani menemuinya maka Aini bilang dia akan membawa lari putraku bersembunyi sejauh mungkin dan aku tak akan bisa menemuinya", Arjuna bercerita dengan wajah sendu dan keputus asaan yang dalam.


" Jadi Mas menyesal??? Dulu mas sesumbar... tidak akan mau menikah kecuali dengan ku, dan kita sudah menikah namun takdir berkehendak lain, mas menikahi Kania dan aku dengan mas Aldi, sudah terima takdir saja mas, lihat aku, aku bisa bahagia meski bukan dengan mu, ikhlasin, terima takdir insya Allah kita juga tenang dan bahagia", mencari Luna.


" aku sudah berusaha ma, niat aku menikahi Kania karena ingin menolongnya tapi aku juga berharap dengan kehadiran dia dengan anaknya akan mengobati luka hatiku rasa bersalahku pada Aini, tetapi nyatanya itu tidak bisa ma, aku juga sangat berharap aku bisa menerima Kania dan anaknya dengan ikhlas, ini memang karma bagiku mah, aku tetap dan makin mencintai Aini apalagi setelah tahu aku memiliki anak darinya", Arjuna menarik nafas dalam-dalam seraya tangannya yang tidak di infus mengusap dadanya ada nyeri di dalam sana


" Lun, 1 bulan setelah perpisahan kita dari situ aku tidak bisa tidur, jika mata ini terpejam yang terbayang di pelupuk mataku adalah wajah Aini yang bersedih dan nelangsa", pandangan mata Arjuna kembali kosong.


" jadi ceritanya Mas Arjuna merasa bersalah ataukah jatuh cinta sama Aini?", kali ini pertanyaan Luna dilontarkan dengan sangat pelan dan lembut tidak mau menambah lagi beban pikiran Arjuna yang nampak sangat berat dan dalam.

__ADS_1


" Aku jatuh cinta sejatuh jatuhnya Lun, apa lagi saat kami bertemu kembali, melihatnya saja aku bisa merasa tenang dan damai, matanya seperti sihir buatku, aku tak kuasa menahan perasaan yang seperti ini Lun, selain rasa berdosa dan penyesalan nyatanya aku juga sangat mencintainya Lun ", Arjuna terisak dalam pembaringan rumah sakit.


" jika kamu yakin kamu memang mencintai Aini diperjuangin lah Mas tegaskan hubunganmu dengan Kania, Mas kira mau Aini menerimamu jika statusmu juga suami orang, kamu lajang saja belum tentu Aini mau menerima dan memaafkanmu, apalagi statusmu punya istri dan punya anak, Aini itu wanita yang sangat baik mana mungkin dia mau merusak rumah tangga orang, meskipun di belakangnya ada cerita tentang pernikahanmu dengan Kania, tapi dimata agama dan negara kamu suami sah dari Kania jadi aku yakin mau kamu kerja atau kamu perjuangkan sekeras apa pun akhirnya tidak akan pernah berpaling padamu mas, ini tidak akan pernah tertarik pada suami orang, asal Mas Arjuna tahu sebetulnya antara Mas Aldi dengan Aini itu ada cinta tapi karena mereka sama-sama baik jadi mereka mengubur dalam-dalam perasaannya", ujar Luna yang ternyata mengetahui perasaan suaminya dan juga Mutia.


" Hah, kamu yakin bukankah mereka dijodohkan Lun?, dari mana mereka bisa saling menyukai? kamu hanya menebak-nebak saja atau tahu yang sebenarnya?", kali ini Bu Aryanti yang mencecar Luna dengan rasa ingin tahu yang menggebu.


" Sewaktu mas Aldi akan menceraikan Mutia, berminggu minggu suamiku itu tak bisa tidur, bahkan aku suka melihat dia memandangi foto Mutia dengan Hilmy dengan mata berkaca kaca dan mengusap lembut layar ponselnya, mas Aldi juga suka menyanjung Aini walau tidak berlebihan tapi aku tahu jika mas Aldi berusaha untuk menerima takdirnya tidak dengan mudah, ada luka dan cinta yang harus dikorbankan makanya luna sangat menghargai atas perjuangan mas Aldi untuk bisa menerima Luna seutuhnya dan satu satunya, mungkin jika Aini di nikahi oleh mas Arjuna mas Aldi juga tidak akan segelisah itu sewaktu hendak menceraikan Aini", Luna menjelaskan apa yang dia tahu selama ini, tidak ada rasa cemburu karena Luna sadar rumah tangganya kuat karena Aldi adalshlelaki baik yang setia dengan komitmennya.


" Oh ya Alloh... ", Bu Aryanti tertunduk lemas menyesali kejadian dulu kenapa dirinya tidak memaksa Arjuna untuk menikahi Aini, meskipun dengan ancaman pada Arjuna agar putranya itu menurutinya.


" hiks hiks.... Maaa... Hiks .... jika aku mati apakah Aini bisa memaafkan ku, apa Tuhan juga mengampuniku maaa... Apakah Hilmy bisa menyebutku Ayah?", Arjuna tiba tiba saja kejang dan merasakan dadanya sesak setelah mrngucap demikian.


-


-

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2