
" Kesiangan Mbak?", celetuk Tristan ketika Mutia baru saja mendudukkan pokoknya di sebelah Hilmi dengan wajah cengengesan menggoda istri bosnya tersebut.
" Apa sih Tristan", Mutia menjawab dengan wajah malu.
" Beraninya menggoda istriku ya, asal kamu tahu kami tidak kesiangan, tapi kami baru tidur setelah Subuh wajar jika jam segini baru bangun kan kamu sendiri yang bilang jika tidurnya berduaan pasti kesiangan tapi kamu salah kami tidak kesiangan tapi kami baru tidur setelah Subuh, beda!", sambar Arjuna yang tidak terima istrinya digoda oleh Tristan.
" Pagi ibu bapak, Terima kasih karena sudah menjaga Hilmi", Mutia langsung menyapa kedua mertuanya sebelum suami dan asistennya itu berdebat lebih panjang lagi.
" Pagi sayang, tidak masalah ini cucu kesayangan kami jadi kamu harus tenang ketika putramu ada bersama kami karena kami pasti akan menjaga dengan sebaik-baiknya", jawab Aryanti.
" Sudah kalian jangan berdebat, buruan kalian sarapan sebentar lagi makan siang, masih untung restonya masih buka ", sahut Pak Abdul.
" ini sayang, cepat dimakan pasti kamu lapar sekali", Arjuna pun menuruti titah bapaknya dan segera menyiapkan makanan untuk Mutia juga.
Arjuna dan Mutia pun segera melahap sarapannya.
" Ayah Bunda sarapannya kesiangan jadi makannya lahap banget", Hilmi memperhatikan tingkah kedua orang tuanya sambil terkikik menahan tawa.
pak Abdul dan juga Bu Aryanti pun ketika mendengar celetuk dari cucunya Mereka pun tertawa lebar.
" Hust!, Ayah sama Bunda mu habis mencangkul semalam suntuk", ujar Bu Aryanti kepada Hilmi.
" Mencangkul oma? bukannya mereka tidur ya, kalau mencangkul itu di sawah Oma".
" Oh iya ya, Maaf maksud omah bermimpi mencangkul dan bercocok tanam jadi mereka kecapean karena mimpinya mungkin panjang".
" Oma ini bicaranya kayak begitu sama Hilmi, Ayah sama Bunda mu bukan mencangkul tapi mereka semalam begadang, karena kan ini untuk pertama kali mereka bobok berdua, pasti mereka banyak bercerita sehingga bangunnya kesiangan", siapa Abdul menjelaskan pada Hilmi.
__ADS_1
" Nah itu baru betul Opa".
" Ayah Bunda semalam kecapekan kan kemarin habis seharian itu di pelaminan jadi tadi malam Ayah memijat bunda sampai pagi", akhirnya Arjuna menjelaskan pada putranya karena mendengar obrolan dari kedua orang tuanya tersebut.
" Betul itu Hilmi Ayah Bunda mu pijat plus-plus", celetuk Tristan dengan terkekeh lebar.
" Husssttt!, makin gak bener ngasih tahu anak!", Pak Abdul menyenggol tangan Tristan dengan bersungut tidak rela jika cucunya diajari hal-hal yang belum pada usianya.
" Dasar asisten ga benar anak aku di racuni dengan kata-kata tak se****h", Arjuna Bone ku tidak terima.
" Habis sarapan ini kita mau check out, Hilmi ikut bersama kami, karena memang jatah dari sewa aula hotel ini keluarga hanya dapat gratisan satu malam sementara kalian yang pengantin dapat 2 malam silakan nikmati malam kedua kalian kami pamit pulang", ujar Pak Abdul sekalian pamit dengan Mutia dan Arjuna.
" Jadi Hilmi pulang dengan oma opa?", tanya bocah itu.
" iya, Ayah Bunda mau masih menginap satu malam Lagi di sini", jawab Bu Aryanti.
" Tenang Hilmi nanti malam jalan-jalan sama Om, temani om cari sesuatu oke!", sahut Tristan.
" Jangan galak-galak bos, kan sekarang sudah menyatu dengan pawangnya, aku cuma ingin mengajak dia ke mall, boleh ya?", izin Tristan.
" Jangan kamu aja aneh-aneh tahu!".
" Hilmi!, jika Om Tristan di sana janjian sama cewek terus pacaran buru-buru kamu telepon opa minta dijemput jangan mau diajak pacaran sama Om Tristan nanti kamu jadi nyamuknya di cuekin enggak dijajanin!", ujar Arjuna memberitahu sang putra.
" Yeee elaahhh.... Saya mau kencan sama siapa bos, orang setiap hari gaulnya sama bos mana sempet saya cari cewek, jangan suudzon mulu kenapa sama saya, saya ke mall mau mencari beberapa pakaian karena sudah lama aku tidak pernah beli bos, masa iya asisten seorang tuan Arjuna bajunya itu-itu mulu!", jawab Tristan menggerutu tidak terima dibilang hendak pacaran.
" Bener ya Hilmi, jika Om Tristan nakal bawa cewek terus pacaran di mall mending Hilmy telepon opa minta dijemput jangan ditemani Om Tristannya".
__ADS_1
" Iya Ayah, Hilmi tahu kok, jika nanti Om Tristan godain cewek atau bawa cewek ke mall, nanti Hilmi mau merengek-rengek ajak pulang biar ceweknya ngamuk terus marah ke Om Tristan", Hilmi pun terkekeh begitu juga Opa Oma Arjuna serta Mutia mendengar celoteh putranya tersebut.
" Bagus anak pintar!", uji Arjuna pada putranya membuat Tristan makin bersungut.
" Benaran! ck ck... ini bocah memang beneran putramu bos, jahilnya sama usil tidak bisa lihat orang bahagia sedikit!", Tristan menggerutu dengan menggeleng-gelengkan kepala tidak tidak terima dikerjain oleh anak kecil yang merupakan putra dari bosnya tersebut.
" Bukan nggak suka lihat orang bahagia jangan ngajarin yang aneh-aneh pada anak kecil jika kamu kencan membawa Hilmi itu sama saja kamu mengajari anak ku dengan pikiran kotor Dia ini masih putih masih suci masih lugu jangan kamu ajarin yang nggak-nggak!", Arjuna berkata dengan sinis.
" Daripada kalian ribut hanya masalah mau bawa Hilmi ke mall mending jangan berdua saja ajak yang lainnya, di sana itu ada Meilin ponakan Arjuna tuh ajak aja", ujar Bu Aryanti.
" Iya betul itu Tris, kamu boleh ajak Meilin ataupun Mazda adiknya Meilin", sahut Pak Abdul.
" Gimana nanti malam saja Pak yang jelas saya mau bawa Hilmi jalan-jalan", jawab Tristan Karena sejujurnya dia memang hanya ingin berjalan dengan Hilmi saja tidak dengan anak yang lain tidak kebayang dengan dirinya pasti akan ribet jika membawa rombongan anak-anak.
" Ya sudah kami akan berkemas dulu nanti akan keluar jam 12 dari sini, kalian baik-baik ya", Bu Aryanti akhirnya mengajak Pak Abdul untuk segera menuju kamarnya untuk berberes.
" Iya kami mau beberes dulu jaga Mutia Jun, malam ini kami sudah tidur di rumah, besok kalian pulangnya ke rumah kan?", tanya Pak Abdul memastikan.
" Iya Pak".
" Oma Hilmi Di sini dulu sama bunda sama ayah ya", seru bocah itu terhadap Omanya yang terlihat kini semakin dekat dan akrab.
" Iya nanti omah akan jemput kamu di kamar Ayah Bunda jika Oma sudah hendak pulang",
" Tris gue titip anak, jangan lu ajarin yang aneh-aneh, lo boleh nginep di rumah orang tua gue tapi sekali lagi anak gue jangan kamu cekokin dengan hal-hal yang masih tabu", Arjuna menatap tajam penuh ancaman pada asistennya tersebut.
" Ckk.... Aku ini masih lugu bos, mana ada buat ngajarin yang aneh pada anak kecil orang aku sendiri juga gak tahu apa-apa", sargah Tristan tidak terima dikatakan mengajari hal yang aneh-aneh pada Hilmi.
__ADS_1
" Ya udah aku ke kamar dulu udah kenyang nih, ayo Hilmi ikut ayah bunda, biarin Om Tristan bantuin beres-beres mbak-mbak pelayan Hotel itu siapa tahu ada yang nyangkut ada yang mau melirik Om Tristan".
Bersambung....