PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Rumah tangga Arjuna


__ADS_3

Seseorang yang tengah duduk dan termenung didalam kamarnya sedari tadi pulang kerja bukannya bergegas untuk membersihkan diri dan berganti pakaian namun malah sibuk memandangi sebuah foto yang berada di ponselnya.


" Ada masalah? ayo lekas ke kamar mandi dan ganti pakaian", ujar Kania pada sang suami.


" Nggak ada masalah cuma hari ini sedikit capek saja, Iya aku akan segera membersihkan diri dan makan malam bersama", jawab nya tanpa melihat pada sang istri yang tengah menyiapkan baju gantinya.


Seseorang tadi adalah Arjuna yang sedang memandangi foto Tristan dan juga Pak fajar yang tadi siang bertemu dengan kedua kliennya di cafe.


Arjuna merasa mengenal mata dari kliennya tersebut, mata seorang perempuan yang selama ini selalu terbayang di pelupuk matanya.


" Mas...", suara panggilan keras terdengar dari ruang makan memanggil Arjuna.


Arjuna terkesiap mendengar teriakan istrinya kemudian dia pun bergegas menuju kamar mandi dan dengan cepat menyelesaikan ritual bersih-bersihnya dan segera berganti baju dan menyusul ke ruang makan.


" Ada masalah Mas?", Bu Aryanti melihat jika wajah sang putra terlihat sendu Tidak seperti biasanya.


" Tidak kok mah mungkin aku hanya capek saja, sehingga barusan sempat bermalas-malas dulu di kamar", jawab Arjuna seraya menyendok nasi ke dalam piring nya.


Meskipun ada Kania sebagai istrinya namun Arjuna terbiasa sendiri tanpa bantuan sang istri jika hendak mengambil makanan.


" Kerjaan semua lancar kan Mas?", tanya Pak Abdul pada sang putra.

__ADS_1


" iya, mulai hari Senin besok kita mengerjakan proyek sekolahan itu Pah, setelahnya kita langsung memulai pembangunan hotel sepertinya kerjasama dengan PT Persada Arjuna yang pegang saja pah", ucap Arjuna.


" Untuk yang sekolahan Oke Mas yang pegang nama nanti setelah hotel dimulai papah yang mau pegang proyek hotel itu, Mas bisa pegang proyek yang di luar pulau Jawa".


" kok begitu?", Arjuna mengernyitkan keningnya.


" Sama kok yang di luar Jawa juga kita bekerjasama dengan PT persada, papah kira waktu 3 bulan rencana pembangunan sekolah luar biasa itu cukup untuk emas merelaksasi pikiran supaya kesembuhan Mas lebih cepat", ujar Pak Abdul ada Arjuna Bu Ariyanti dan Kania sebagai pendengar saja.


Arjuna hanya manggut saja, tidak ada niat untuk melawan sang papa namun dalam hatinya ia berencana mau melihat situasi Setelah pembangunan sekolah tersebut selesai dan akan melihat wanita si pemilik mata indah itu berada di proyek yang mana, Arjuna berencana untuk gabung dengan proyek yang dipegang oleh Pak Jodi dan partner kerjanya yang seorang wanita pemilik mata indah itu.


" Nanti lihat situasi apa, apakah Arjuna pindah ke luar Jawa atau ikut proyek hotel setelah sekolah selesai".


" Nah!, begitu juga boleh kita pikirkan saja nanti".


" Papa akan lihat arjunanya papa kembali lagi seperti dulu penuh semangat optimis dalam mengerjakan proyek-proyek perusahaan", Pak Abdul terlihat sangat antusias menyambut semangat Arjuna yang sudah mulai bangkit ini.


" Papa minta dukung terus Arjuna, Kania!, papa ingin arjunaku kembali bersemangat".


" pasti pa, tetapi satu bulan lagi Kania ada proyek di Jepang selama 1 bulan di lanjut ke Itali selama 3 bulan mohon ijinnya", ujar Kania penuh hati-hati, sebenarnya masalah ini sudah dibicarakan bersama Arjuna namun dia belum berbicara kepada mertuanya.


" Lho, kamu mau ada proyek selama itu di luar? terus anak kamu bagaimana mau kamu bawa tuh kamu tinggal?", tanya Bu Aryanti.

__ADS_1


Sebetulnya Bu Aryanti kurang menyukai kegiatan Kania yang suka pergi lama meninggalkan Arjuna bahkan wanita ini dalam kondisi hamil pun tetap mengambil jobnya, hingga berbulan-bulan berada di luar. saat ini berada di rumah karena persalinan dan mengambil cuti untuk menyusui eksklusif namun sebulan kedepan cuti tersebut sudah harus berakhir dan kembali Kania akan mengambil proyeknya di luar negeri.


" Sepertinya Sheila aku bawa mah, takutnya Setelah dari italy akan nyambung ke negara lainnya lagi dan bisa nambah waktu lagi jika aku tinggal kasihan pasti kami akan saling merindukan", jawab Kania.


" Tunggu! ", ujar Pak Abdul tegas membuat semua orang tegang dan langsung terdiam memperhatikan ekspresi Pak Abdul.


" Papa kira setelah kamu melahirkan maka akan berhenti bekerja dan akan fokus pada rumah tangga kalian, kenapa Kania masih kamu izinkan bekerja Jun?", pandangan mata Pak Abdul langsung tertuju pada Arjuna dengan tajam.


" Maaf pah, ini memang persetujuan aku sebagai suami dan Kania sebagai istri sebelum kami menikah, Kania masih aku izinkan untuk merintis karirnya", jawab Arjuna tertunduk.


" Tunggu!", lagi suara Pak Abdul membuat atensi semua orang yang di meja makan kembali sedikit menegang.


" Kalian ini berniat berumah tangga atau hanya main-main, papa tahu dibalik pernikahan kalian ada cerita lain, tetapi papa harap by Arjuna ataupun Kania jangan menjadikan pernikahan ini sebagai permainan, papa sangat berharap kalian bisa bahagia dengan membina rumah tangga ini dan membesarkan Shaila bersama-sama", ucapan Abdul tegas.


" Mamah juga setuju dengan pendapat papah, jika Kania pergi-pergian terus dan waktunya yang begitu lama meninggalkan negara ini kalian bukan hanya terpisah jarak tapi kalian juga terpisah negara terpisah waktu sehingga mungkin akan sulit untuk kalian berkomunikasi lantas untuk apa kalian berumah tangga, Mas dan juga Kania tolong rundingkan kembali, mau dibawa kemana rumah tangga kalian ini?", ujar Bu Aryanti kepada anak dan menantunya.


" akan Arjuna pikirkan dulu setelah nanti Kania pulang dari kontrak-kontrak kerjanya, selama itu Arjuna akan memikirkannya pa Ma, di sini kan juga Arjuna dalam 3 bulan ini akan totalitas mengerjakan proyek sekolahan Dan aku harap Kania Setelah dari italy bisa pulang dulu untuk merundingkan ujung dari rumah tangga ini mau bermuara di mana?", jawab Arjuna, mendengar jawaban yang seperti itu dari sang suami kan ia pun merasa lega pasalnya pekerjaan yang akan dia datangin di Jepang dan di Itali ini sudah teken kontrak dan sudah dibayar uang mukanya dan itu nilainya fantastic tidak mungkin kan ya batalkan begitu saja, pastinya akan kena sanksi dan denda penalti nya pun pasti akan sangat besar, Kania tidak akan sanggup membayarnya.


" ok!, papa harap kamu bisa membimbing istrimu Mas, jika masih memikirkan materi berapapun banyaknya yang didapat tidak akan pernah cukup jika tidak diiringi dengan rasa syukur pun sebaliknya sedikit pun yang dia dapat jika disyukuri maka akan cukup, semoga Kania bisa memulai untuk total menjadi ibu rumah tangga mengurus anak dan suami dan merelakan karirnya yah Kania", ujar Pak Abdul membuatkannya hanya tertunduk.


-

__ADS_1


-


Bersambung.....


__ADS_2