
Tak butuh waktu lama akhirnya Mutia selesai berganti baju dengan wajah yang sudah dicuci dari make up dan terlihat segar.
" Pak... eh Ayah!", Panggil Mutia sedikit grogi.
" Sayanggggg.... Panggil Mas, susah amat, apa aku harus ngemis banget hahhh!!!", Arjuna mendekat kearah Mutia dengan menarik hidung Mutia pelan kemudian mencium pipinya dengan cepat.
" Iiihhh.... Menyebalkan!", Mutia akan menabok Arjuna secara reflek karena perbuatan Arjuna barusan membuatnya kesal sehingga Mutia langsung mengangkat tangannya hendak memukul Arjuna tapi si pelaku langsung kabur masuk kamar mandi dengan cepat sambi tertawa cengengesan.
Mutia mengusap pipinya namun kemudian diapun tersenyum sendiri melihat tingkah konyol suaminya.
" Apa kamu itu semebalkan begini mas aslinya, tidakkah Arjuna itu orang yang egois, tidak mau mendengar pendapat orang selalu merasa pendapatnya paling benar, uuhhh.... tapi asli menyebalkan sekali ", Mutia menggerutu antara sebal karena duaminya itu ternyata memiliki sisi jahil tapi juga senang juga karena kejahilan suaminya ini yang terkadang bisa menghiburnya.
Mutia sedikit memoles wajahnya agar terlihat cerah dan merapikan hijabnya.
" Sudah?", Arjuna yang baru keluar kamar mandi langsung berdiri di belakang Mutia.
" Iihh.... Pakai baju dulu gih", Mutia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya karena risih mrlihat penampilan Arjuna yang hanya mengenakan kolor ( boxer ) dan kaos dalam.
" Ngapain muka ditutup, memang suamimu ini hantu, lihat tubuh suami mu ini, berisi tidak kurus kering seperti jerangkong masak takut!", Arjuna menggerutu karena tindakan Mutia yang salah akan merasa takut dengan keadaan dirinya saat ini.
" Bukan takut tapi risih... ", Jawab Mutia masih memejamkan matanya.
Cup, sebuah kecupan mendarat di pipi Mutia kembali.
" Iiihhh.... Jahilnya... Ampuuunnn!", Mutia kembali melayangkan tangannya hendak memukul Arjuna namun Arjuna langsung kabur untuk mencari baju ganti.
" Iiihhh.... istriku galak ternyata suka mukul!", ujar Arjuna dengan terkekeh lebar dirinya merasa senang sudah beberapa kali ini bisa menjahili istrinya.
" Awas berani jahil terus, aku nggak mau panggil Mas mau panggil bapak aja!, menyebalkan!!!", Mutia menggerutu dengan wajah sebal.
" Eiitttsss... nggak boleh ada yang berani mengancam suami, kecuali satu hal tantangan itu bakalan Mas terima", ujar Arjuna masih dengan terkekeh lebar.
__ADS_1
" Apa itu?", Mutia menyahuti ucapan Arjuna masih dengan muka yang kesal.
" Sesuatu yang akan membuatmu ketagihan", Arjuna mendekati Mutia dan berbisik di telinganya saat menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut.
" Iiihhhh, menyebalkan!, ayolah cepat! katanya sudah ditunggu saudara kok malah dari tadi sibuk menjahiliku", Mutia berbicara dengan muka yang sangat cemberut.
" Apa itu wajahnya cemberut begitu? senyum dulu baru kita berangkat ke kafetaria", Arjuna mencoba menggoda sang istri.
" Ga ada! aku marah sama ayahnya Hilmi, menyebalkan!!", Mutia berjalan keluar kamar dengan wajah masih bersyukur Arjuna sudah tidak bisa menahan nya kemudian menyusul.
" Tunggu! masa iya pengantin baru jalannya sendiri sendiri harus bareng dong!", Arjuna menyusul Mutia kemudian meraih tangan Mutia untuk menggenggam nya sambil berjalan.
Mutia hanya diam saja Karena sejujurnya ia masih merasa sebal karena kelakuan Arjuna yang beberapa kali mencuri ciumannya.
" Masa dicium suami marah kayak anak gadis aja", bisik Arjuna pelan.
Mutia yang mendengarnya langsung menghempaskan tangan Arjuna dengan kuat.
" udah dong jangan marah maafin mas ya maaf ya maaf maaf maaf!!!", Arjuna beberapa kali mencium punggung tangan Mutia sambil mengucapkan kata maaf.
Arjuna kemudian melirik wajah istrinya yang sudah tidak cemburu tadi mereka tetap melanjutkan perjalanan menuju kafetaria.
" Makanya jangan nyasar melulu", ujar Mutia pelan sebelum mereka benar-benar sampai di meja orang tua Arjuna.
" Iya deh nanti mah nggak, maaf karena tadi gemes sekali jadi mas tidak bisa menahan nya", ucap Arjuna lembut agar istrinya bisa luluh dan bergabung dengan keluarganya dengan ceria.
" Assalamualaikum om tante Ya ampun kenapa kalian datang terlambat?", ucap Arjuna menyalami saudaranya tersebut.
" waalaikumsalam... wah selamat selamat ponakanku akhirnya menikah juga semoga langgeng langgeng ya dan rukun selalu menjadi keluarga yang samawa amin", ucap dari orang yang Arjuna Panggil Om tersebut.
" ini Om istriku om tante!", Arjuna pun memperkenalkan Mutia kepada tamunya tersebut.
__ADS_1
" Mutia ", Mutia pun ikut menyalami dan memperkenalkan diri pada tamu keluarga suaminya yang baru datang tersebut.
" Maaf terlambat, habisnya punya acara pagi-pagi sekali, Om kemarin nggak dapet tiket dapat tiketnya tadi jam 12 Ya wajarlah Om terlambat sampai sini".
" ya Maaf Om karena memang acaranya mendadak jadi mungkin tamu yang jauh seperti Om ini harus bekerja ekstra untuk mendapatkan tiket tepat waktu tapi terima kasih karena sudah mau jauh-jauh datang kemari tidak masalah meskipun terlambat yang penting doanya dan kita bisa bertemu dalam keadaan yang baik-baik seperti ini suatu anugerah juga Om", ujar Arjuna yang merasa sangat bahagia karena kedatangan saudara jauhnya.
" Apakah istrimu ini yang dulu accident?", tanya Om nya pelan-pelan yang langsung mendapat anggukan dari kedua orang tua Arjuna sekaligus Arjuna dan Mutia meskipun wajah Mutia nampak langsung tertunduk malu.
" Iya dek, ini sebuah anugerah karena Tuhan mempertemukan mereka kembali, dan yang luar biasa mereka tidak hanya di pertemukan berdua tetapi bertiga", jawab Abdul Muis.
" Maksudnya mas, bertiga bagaimana?", kali ini yang bertanya penuh penasaran adalah tante.
" yah ternyata accident melahirkan seorang putra", kembali Pak Abdul Muis menjelaskan membuat Mutia makin tertunduk malu.
" Mbak Mutia jangan merasa malu seperti itu, accident itu bukan semata-mata kesalahan Mbak Mutia Tapi dibalik itu semua ternyata menyadarkan atas keegoisan dan kesombongan ponakan Om ini loh, banyak-banyaklah bersyukur Jun dan meminta ampun karena kamu masih di pertemukan dengan Mutia Bahkan dia dengan bonus anakmu, Mutia itu cantik sekali tapi kenapa kamu dulu nggak mau menikahinya menyesalkan?", akhirnya semua yang dirasakan dan dipikirkan oleh omnya diutarakan juga mendengar cerita dari Abdul Muis barusan.
" Waahhh.... bukan menyesal lagi dek, hampir masuk rumah sakit jiwa", kali ini yang menjawab Bu Aryanti.
" Serius Mbak?", tante pun tambah penasaran.
" Ya begitulah!", jawab pak Abdul.
" Astaghfirullahaladzim Jun... benar ini Kamu Harus banyak bersyukur yang pertama karena kamu tidak jadi gila yang kedua karena Allah sangat sayang padamu kalian masih di pertemukan bahkan dengan memberinya bonus yang ketika jaga dengan baik-baik pernikahan kalian terutama kamu Jun blimbing istrimu perbaiki dirimu dan juga dekatkan dirimu pada ilahi biar rumah tanggamu berkah", berulang kali omnya menasehati Arjuna karena sejujur-jujurnya Dia mengharapkan kebahagiaan sang sepupu ini dengan rumah tangganya.
" Iya Om terima kasih".
" Tunggu di mana putramu Jun, Om harus kenal nih pasti sudah besar".
" Dia sedang tidur siang Om", jawab Mutia dengan pelan dan sedikit sungkan.
" Oh tidur siang, cowok apa cewek?".
__ADS_1
Bersambung.....