PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Teman duet


__ADS_3

Setelah Aldi dan Luna meninggalkan pelaminan dan mereka beserta kedua anaknya menikmati hidangan makan siang, Arjuna tak pernah melepas genggaman tangannya pada Mutia kecuali jika ada tamu yang hendak bersalaman.


" Pak.... papah mengundang tamunya banyak sekali ya katanya caranya sederhana Hanya mengundang kerabat dekat kok dari tadi tamunya nggak udah udah sih ini udah jam berapa?", mendengar kata Pak saat Mutia memanggil dirinya Arjuna langsung memberengut tidak suka.


" Sudah ga sabar ya? Hee.... ", Arjuna cengengesan senang. "Sayang aku ini suamimu sekarang, bukan bapakmu bisa nggak panggilnya Mas atau sayang", Arjuna menampakan wajah kesalnya bukannya menjawab pertanyaan Mutia.


Melihat Arjuna yang berwajah kesal Mutia pun ikut merajuk dia juga tidak mau kalah kembali menunjukkan wajah kesalnya sama seperti Arjuna.


Dengan cepat Mutia melepaskan genggaman tangannya dari tangan Arjuna.


Mendapati reaksi Mutial yang seperti itu Arjuna menarik nafas dalam dan akhirnya memilih untuk mengalah untuk sementara paling tidak hingga nanti malam.


" Duh.... Istri ku ternyata kamu keras kepala juga", Bathin Arjuna namun bukannya marah malah membuat Arjuna gemas.


" Bun... Kita nyanyi yuk untuk memberi surprise tamu", Arjuna membujuk Mutia dengan lembut.


" Aku ga bisa nyanyi, malu!".


" Bisa lah, sedikit saja". Bujuk Arjuna.


" Lihat tuh Luna dan Aldi, dia rupanya mau menghadiahi kita dengan nyanyi di pernikahan kita", Arjuna dan Mutia memperhatikan kedua pasang suami istri mantan istri dan suaminya tersebut naik ke atas panggung musik.


" Ternyata suara Mbak Luna bagus", Mutia benar-benar memperhatikan gerak-gerik Luna, Entah kenapa mungkin karena Luna adalah mantan dari sang suami sehingga lebih membuat Mutia penasaran dan hal itu tidak disadarinya.


" Suara Aldi juga sangat bagus, enak sekali didengar", Timpal Arjuna seraya melirik istrinya.

__ADS_1


Dan kini benar saja di panggung giliran Aldi yang menyanyi, betul kata Arjuna suara Aldi memang sangat bagus.


" Apa mereka dulu pasangan duet ketika masih sekolah?", Mutia ingin tahu.


" Kami dulu suka nyanyi di panggung sekolah jika ada acara hanya aku dan Aldi selain teman akrab juga teman duet bernyanyi, namun jika Luna dia punya grup band Luna kan Adik kelasku", jawab Arjuna.


" Oh dari hobi kalian yang suka menyanyi itu jadi kalian dulu berpacaran?", Entahlah Mutia sendiri juga tidak tahu kenapa bibirnya mengatakan hal tersebut seperti ingin tahu sekali.


Arjuna tersenyum mendengar pertanyaan istrinya, sungguh terasa kepoan sang istri membuatnya senang.


" Ya, bisa jadi seperti itu karena kita sering mempersembahkan suara kami di atas panggung meskipun tidak dalam satu panggung bersama namun kami sama-sama menyanyi untuk menghibur teman-teman yang lainnya serta guru-guru".


Mutia hanya mengangguk mendengarkan penjelasan sang suami.


Sementara itu di atas panggung Luna dan Aldi memperhatikan sepasang pengantin baru itu di pelaminan, sifat ceria dan centil dari Luna pun keluar jika dalam keadaan seperti ini maka dia pun tak habis-habisnya menggoda pengantin tersebut dan mengajaknya melalui panggilan microphone untuk naik ke atas panggung.


" Selamat menempuh hidup baru semoga sepasang pengantin ini di selalu diberikan kebahagiaan dunia sampai akhirat diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah, namun rasanya tidak lengkap jika mereka tidak hadir disini untuk memberikan suaranya kepada para tamu undangan", panggilan Luna untuk pengantin berduet di atas panggung.


" Ayo bun!", Arjuna menarik lembut tangan Luna dan mengajaknya berjalan dengan pelan menuju ke atas panggung.


Hati Luna berdebar tidak karuan, jujur dia belum pernah mencoba suaranya di depan orang banyak, pernah menyanyi itupun hanya di acara dengan teman-teman kampusnya ketika mereka hangout dan membuat api unggun namun tidak berdiri di atas panggung mereka hanya duduk sambil memainkan gitar dalam lingkaran api unggun tersebut.


Nah!, itu kali pertama Mutia bernyanyi di depan banyak orang namun sekarang di atas panggung dengan pakaian pengantin dihadiri tamu undangan orang-orang yang luar biasa membuat Mutia nervous tidak karuan.


" jika kamu grogi jangan menghadap ke mereka nanti pas giliran kamu nyanyi menghadapnya ke mana saja", Arjuna lirik pada Mutia ketika mereka sudah berada di atas panggung.

__ADS_1


" Hah!,", Mutia terperanjat dengan usulan sang suami, dalam hatinya tertawa membayangkan hal tersebut berarti dia akan memp***ti para tamu undangan, itu pasti lebih memalukan lagi, tapi daripada grogi dan suaranya Tidak karu-karuan mendingan coba usulan sang suami.


Ketika Arjuna sudah memulai bernyanyi mi Mutia terkesima bahkan tanpa sadar ia tersenyum lebar dengan mata yang ikut melebar dan melirik sang suami di panggung dengan bahagia penuh keterkejutan.


Akhirnya kini giliran Mutia di bait berikutnya untuk dia nyanyikan. Arjuna menggenggam erat dengan lembut tangan Mutia agar tidak grogi.


Ketika keduanya tengah bernyanyi tak hayal para undangan pun bertepuk tangan dengan sangat meriah tak terkecuali Luna dan Aldi.


Yang awalnya nerves kini Mutia sudah bisa menguasai panggung dengan apik, bahkan terlihat mereka sangat sangat serasi.


" Ya Allah mereka tepuk tangan karena suaramu yang bagus banget Mas", bisik mutiara ketika mereka telah selesai bernyanyi.


" Bukan karena aku bunda, bahkan tadi Ayah juga ikut bertepuk tangan karena ayah nggak pernah sadar ternyata Bunda memiliki kelebihan yang luar biasa suara Bunda bagus banget", puji Arjuna.


" Mas jangan buat aku malu, ini baru pertama kalinya aku bernyanyi seperti ini, Bahkan aku tidak tahu teknik menyanyi itu seperti apa", ujar Mutia tertunduk malu-malu, dirinya pun heran kenapa rasa nervous yang luar biasa tadi timbul ketika hendak naik panggung kini sudah tidak dirasakannya kembali.


Mutia pun merutuki dirinya yang kehilangan rasa malu di atas panggung menurutnya.


Entah sadar atau tidak sadar kata " Mas " yang Mutia ucapkan barusan membuat Arjuna seakan bersorak sambil melompat-lompat bahagia namun itu semua dia tahan dan cukup memberikan ekspresi dengan senyum lebar.


" Terima kasih untuk kedua mempelai yang telah mempersembahkan sebuah lagu untuk para tamu undangan siang hari ini, tidak menyangka ternyata sepasang pengantin kita siang hari ini memiliki suara yang begitu merdu sehingga bisa membuat para tamu undangan terkesima, sepertinya mereka memang tidak hanya cocok sebagai pasangan tapi juga kawin sebagai pasangan duet suaranya indah merdu, setuju ya para tamu undangan semua?", kini giliran MC yang berbicara di atas panggung, sekaligus untuk menutup acara karena memang waktu sudah hampir jam 2 siang.


" Sekali lagi kami ucapkan selamat menempuh hidup baru semoga bahagia menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah bahagia sampai kakek-nenek dan maut memisahkan amin .. Barakallahu lakaa wa barakaa alaikaa wa jamaa bainakumaa FII Khoir", kali ini MC sudah benar-benar menutup acara.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2