
Sudah 3 hari mereka menikmati sebuah kota yang ada di negara Belanda.
Kenapa Arjuna memilih Belanda? diantara negara yang lain sebagai tempat tujuan bulan madunya dengan Mutia.
ternyata karena Arjuna juga memiliki urusan bisnis dengan seseorang yang berada di negara tersebut.
Seorang meneer Belanda yang dulu kakek moyangnya menjajah negeri kita Indonesia dan akhirnya seluruh anak keturunannya menyukai segala hal tentang Indonesia. oleh karena itu salah satu keturunannya menanamkan investasinya di hotel yang sedang Arjuna bangun.
" Yank, hari ini kita mencari sebuah butik ya, kita harus menyiapkan gaun untuk pertemuan nanti malam dengan mister Daniel ".
" ya Mas".
" Menurutmu bagaimana yank dengan negara ini?", tanya Arjuna pada Mutia pagi itu mereka bersiap-siap untuk mencari butik.
" Dingin mas ", jawab Mutia, yang sebenarnya memang terasa sangat dingin karena cuaca di negara itu saat mereka sedang berada di sana sedang berada di suhu 2 derajat Celcius.
" Hahaaa... iya ya... makanya kita enak sekali berada terus di dalam kamar, iya kan???", ujar Arjuna menggoda istrinya dengan tertawa lebar.
" itu sih memang dasarnya mas saja yang pikirannya hanya ... ", Mutia tidak melanjutkan perkataannya.
" Hanya apa?".
" Hemmm ... Hanya ... gitu deh", jawab Mutia tanpa menjelaskan maksudnya dan malah menjepitkan bibirnya pada Arjuna.
" Gitu deh apa? Yang jelas jika bicara, apa coba?", Arjuna semakin menjadi mengerjain istrinya.
" ya lah, meseum muluk... pingin kelonan terus pergi jauh jauh ke nagara orang", jawab Mutia pada akhirnya.
Arjuna langsung tertawa lebar meskipun sedari tadi sudah tahu bisa menebak isi pikiran istrinya.
__ADS_1
" Hahaa.... iyalah kita jauh-jauh ke sini untuk bulan madu ya begitu bulan madu yank, mengurung diri di kamar biar lebih sahdu nggak ada yang mengganggu, dan biar cepet jadi", akan selesai menjawab ucapan Mutia Arjuna pun masih terkekeh lebar.
" Iihhh.... tapi jadinya kita belum kemana mana selain hanya keluar menikmati sebagian kota ini, aku belum lihat hamparan bunga lili yang berwarna warni, belum lihat kincir angin yang besar ", ujar Mutia dengan cemberut.
" Ya sudah nanti kalau misalnya urusan kita ke butik sudah selesai kita bisa jalan-jalan sebentar untuk melihat-lihat ke pabrik keju misalnya", ujar Arjuna untuk menyenangkan hati Mutia.
" Benar ya, Aku mau tahu rasa keju dari negara ini pasti bisa bermacam-macam dan bahkan aku dengar ada yang rasanya pahit", jawab Mutia dengan senang hati.
" kalau yang pahit nggak usah dicicipin ngebayangin aja udah ... ga enak", ujar Arjuna seraya menjulurkan lidahnya.
" ya makanya aku penasaran tapi mencicipi kan boleh, kalau misalnya paketnya nggak bisa ditoleransi ya sudah kita hanya pengen tahu saja".
" Ya sudah ayo kita siap-siap kok juga begitu", Mutia kemudian memberikan handuk mandi kepada Arjuna.
" Mandi bareng aja yuk", reog Arjuna dengan manja kepada Mutia.
" Aku sudah mandi mas, di sini tuh dingin banget masa harus diulang-ulang mandinya enggak ah nanti aku masuk angin", jawab Mutia yang memang saat ini dia sedang berdandan setelah habis mandi.
" Halah mandi saja mesti kudu bareng, sendiri sendiri lebih aman", jawab Mutia.
" Ya sudah", Arjuna malas-malas namun akhirnya menuju kamar mandi juga.
***
Sudah lama nih tidak pernah dengar kabarnya Irfan kita lihat yuk Dia sedang apa?
Ya semenjak putus hubungan dengan Mutia dia memang Irfan mencoba mengenal dekat dengan wanita yang dijodohkan oleh orang tuanya meskipun awalnya menolak dan tak ingin mengenal Andini.
Tetapi atas bujukan dan saran dari Mutia yang saat itu sedikit memaksa akhirnya Irfan mau sedikit mengenal dengan Andini.
__ADS_1
Meskipun saat kemarin Mutia menikah Irfan tidak membawa Andini saat menghadiri undangan pernikahan Mutia dan Arjuna.
Irfan hanya ingin mengucapkan selamat kepada Mutia dengan memberikan doa terbaik kepada mantan kekasihnya tersebut tanpa membawa Andini yang terkesan tidak mau kalah dengan Mutia yang sudah memiliki pasangan.
Irfan hingga saat ini belum bisa mencintai Andini, bukan karena belum ikhlas dengan Mutia yang menikah dengan Arjuna bukan sama sekali, karena kenyataannya Irfan merasa senang ketika pada akhirnya Arjuna lah yang menjadi pasangan Mutia itu artinya Hilmi bisa hidup dengan bapak kandungnya.
Meskipun sedih, Namun di luar itu semua Irfan sangat bersyukur karena pada akhirnya Mutia berjodoh dengan Arjuna.
Sesaat Irfan memainkan ponsel miliknya di sana dia melihat history milik Mutia yang menunjukkan sebuah video Mutia dan Arjuna tengah berjalan dan bergandengan mesra yang di sebelahnya terdapat dan mau yang begitu indah.
Senyum tipis melukis di bibir Irfan, sedikit perih mendesir di hatinya tapi rasa ikhlas dan rasa bahagianya melihat Mutia bersatu dengan Arjuna tidak membuatnya iri atau bahkan dendam yang ada kemudian ibu jarinya mengusap layar ponsel tersebut seraya berbisik lirih
" Bun.... bahagia terus ya, berikan Hilmy adik-adik yang banyak, aku yakin pak Arjuna adalah orang yang tepat sangat-sangat tepat untukmu bun", doa tulus dari bibir Irfan terlantun penuh keikhlasan.
Irfan menarik nafas dalam-dalam, " kamu sudah melangkah bun, dan aku masih disini seperti ini, padahal saran yang kamu berikan sudah aku jalani, hanya saja rasa cinta itu belum tumbuh untuk Andini, meskipun aku akui adini memang gadis yang baik, meskipun tak seperti dirimu, ya Maaf aku lupa bahwa setiap orang pasti berbeda, dan Andini bukan kamu Bunda Mutia", Irfan kutersenyum membayangkan gadis yang bernama Andini yang sekarang sudah dia jadikan pacar.
" Ngelamun Hajah pagi-pagi, kerja kerja yang semangat kemana aja lu, ada di kantor seminggu hilang 2 minggu", ujar Jihan menepuk punggung Irfan cukup keras.
" Aduuhhh ... sakit Mbak Jihan tenagamu kuat sekali tadi sarapannya apa sih?", Irfan memang sangat terkejut dengan tindakan Jihan barusan.
" masa sih kekencangan ya, habisnya aku merasa kehilangan gak ada Kamu kan sering ilang-ilangan melulu, gimana proyeknya sudah beres?", pacar Jihan kemudian yang kini menuju ke pada meja kerjanya sendiri.
" Alhamdulillah mbak mungkin bulan ini aku fokus di kantor, sepertinya aku gabung dengan proyek yang sedang dipegang oleh Mutia deh", jawab Irfan.
" kan proyek itu sudah dipegang oleh Pak Jodi dengan Mutia, proyek Hotel kan?", tanya Jihan.
" kata posisi begitu berjaga-jaga jikalau Mutia resign, tahu sendiri kan Mbak, Mutia sekarang istrinya yang punya hotel itu, aku rasa Pak Arjuna juga tidak mengizinkan istrinya untuk tetap berada di sini bisa jadi malah menarik mutiara untuk bekerja sama dengannya membantu beliau di kantornya sendiri".
" Iya juga sih, lihat saja kalau dihitung-hitung Mutia cutinya udah hampir 3 minggu loh dari sebelum nikah sampai sekarang, bisa jadi Mutia setelah masuk dia mengajukan resign".
__ADS_1
" nah itu, bos pun begitu pikirannya Mbak".
Bersambung.....