PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Kemarahan pak Abdul


__ADS_3

Beberapa orang yang menjadi partner kerja PT AMM datang ke rumah sakit tersebut untuk menjenguk Arjuna, Pak Abdul, Bu Aryanti dan juga Tristan sudah menunggu kehadiran mereka semua termasuk juga Arjuna yang sangat berharap Mutia ikut serta rombongan tersebut.


" Selamat sore Pak bu", siapa mereka pada Pak Abdul dan juga Bu Aryanti dengan ramah serta hormat setelah mereka memasuki ruang perawatan.


" Selamat sore silakan silakan... Maaf jadi merepotkan semuanya nih dan terima kasih atas kunjungannya", jawab Pak Abdul dengan ramah.


" Pak Arjuna apa kabar?, Ayo semangat pak biar lekas sembuh kami semua mendoakan anda lekas sembuh, dan ingin memberikan semangat pada Anda supaya secepatnya bisa bergabung kembali untuk memimpin proyek ini tinggal 1 hari lagi pak proyeknya akan dimulai", tutu r pak Jodi dengan sopan terhadap Arjuna.


" Iya bapak-bapak semua Terima kasih atas kunjungannya saya sudah sehat kok insya Allah saya bisa gabung secepatnya", jalan Arjuna yang masih terduduk diatas brankar tempat tidur rumah sakit.


" Iya pak semangat", Sahut yang lainnya.


" Pak Arjuna dimakan ya ini yang membelikan bu Mutia beliau tidak bisa ikut karena akan menjemput anaknya seperti biasa dia hanya kirim salam semoga pak Arjuna lekas sehat", ujar Pak Jodi pada Arjuna yang membuat lelaki itu pun tersenyum lebar dan manggut manggut senang.


" Terima kasih Pak nanti pasti saya makan", Pak jadi sebenarnya hanya berbohong karena sebetulnya Mutia tidak mengirim pesan apapun dan juga parcel buah dan kue itu dibelinya pakai uang perusahaan bukan pakai uang Mutia pribadi namun karena Pak Jodi merasa tidak enak akhirnya dia berkata demikian.


" Pak Jodi, saya sangat cocok dengan kinerja Bu Mutia tolong jangan dipindahkan dia ke divisi mana pun Saya sangat berharap pembangunan hotel ini melibatkan kerja sama saya dengan perusahaan anda dan di dalamnya ada bu Mutia", Arjuna jangan berharap jika permohonannya itu mendapat retensi dari Pak Jodi.


" Ada apa ya Pak rupanya?", Pak jadi mengerlingkan sebelah matanya kepada Arjuna sambil melemparkan pertanyaan tersebut.


" Atau jangan-jangan ada udang dibalik bakwan?", pertanyaan Pak Jodi sedikit menggoda pada Arjuna membuat lelaki jangkung itu hanya tertawa lebar ternyata interaksi mereka berdua tidak luput dari pandangan mata Pak Abdul dan bu Aryanti.


" Ya, jika Pak Jodi bersedia menjadi Mak comblang saya dengan senang hati mau sekali pak", jawaban Juna terkekeh lebar, tak pelak keturunan mereka itu menjadi perhatian semua yang berada di ruangan itu termasuk juga Tristan.

__ADS_1


" Waduh ..., Saya kira selama ini yang deketin Bu Mutia itu asisten anda Pak?, ternyata anda juga menginginkannya Waduh Anda Harus bersaing dengan asisten bapak nih!", bisik pak Jodi dengan terkekeh.


Ternyata ucapan Pak Jodi itu meskipun lirih dan sedikit berbisik didengarkan oleh semua orang karena mereka sudah perhatian sekali dengan pembicaraan mereka, dan membuat semua orang yang ada di ruangan itu pun ikut tertawa lebar dan membuat Tristanpun menunduk malu karena arah pandang mereka beralih pada Tristan.


" Wah ini pembicaraan kalian asik sekali, sedang ngomongin siapa sih sebetulnya?", tanya seorang kolega kerja yang juga berada di ruangan itu.


" Wah ini hanya gurauan lelaki Pak, namun saya ternyata salah sangka selama ini", jawab Pak Jodi dengan terkekeh lebar.


" Anda tidak salah sangka Pak Jodi, saya telah memiliki istri namun saya ada urusan dengan bu Mutia", musik Arjuna langsung ke telinga Pak Jodi yang membuat lelaki tua itu hanya manggut-manggut mengerti.


" Urusan apa itu kalau boleh saya tahu?", bisik Pak Jodi kembali.


" Nanti akan saya ceritakan tapi tidak sekarang pak", jawab Arjuna.


Kemudian mereka pun melanjutkan bincang-bincang mereka mengenai pekerjaan dan candaan lainnya sudah tidak berbisik dan membahas Mutia lagi kali ini pak Abdul yang lebih banyak bicara.


" Dan ini sudah kita menunggu kabar dari Pak Arjuna kapan bisa untuk membuka proyek in, meskipun demikian 1 hari lagi kami sudah akan memulai bekerja apa cuma tanpa pembukaan terlebih dahulu".


" oke baiklah semoga putra saya secepatnya bisa bergabung dengan bapak-bapak semua untuk memulai pembangunan tersebut", telepon setuju dengan kesepakatan mereka semua.


" kalau begitu kami semua pamit undur diri semoga semuanya berjalan lancar dan Pak Juna lekas sehat ".


" Mari-mari Terima kasih atas kunjungan semuanya", kader kemudian menyalami semua tamunya yang sudah berwarna hitam enggak pulang dan kini tinggallah mereka berempat di ruangan tersebut.

__ADS_1


" Tadi ada yang bisak bisik itu membahas apa ya?", tanya Pak Abdul penasaran.


" Hmm.... Pa! maaf jika Mama belum cerita, sebetulnya Arjuna telah bertemu dengan Aini, dan pembangunan sekolah yang sudah dimulai 3 bulan yang lalu itu melibatkan Aini di dalamnya mereka selama ini bekerja sama dan mama baru tahu kemarin", ucap bu Aryanti dengan hati-hati.


Pak Abdul langsung menganga tidak percaya, sangat terkejut dengan ucapan istrinya.


" Aini? di mana dia sekarang apa kabarnya?", tanya pantul dengan menggrbu.


" kenapa kamu tidak pernah bercerita Jun?".


" bagaimana kondisinya? di mana dia sekarang?", pertanyaan bertubi-tubi itu keluar dari mulut Pak Amrul dengan sorot mata tajam kearah Arjuna meminta segara terjawab semua yang ada di pikirannya.


" dia baik Pak, dan ternyata selama ini Mutia telah membohongi kita, nyatanya saat itu Mutia ternyata hamil, dan sekarang anak itu sudah berusia 4 tahun Pak", jawab Arjuna tertunduk tidak kuasa menangkap sorot mata dari sang Bapak.


" Mutia atau Aini?", Pak Abdul sedikit mengingat nama Aini.


" Mutiara Aini", jawab bu Aryanti cepat.


" Ya, Bapak lupa, mutiara Aini, jadi yang bekerja dengan Pak Jodi itu Mutia itu kenapa Bapak tidak pernah ngenali Mutia pada bapak beberapa kali berpapasan dengan Mutia namun dia menunduk, Oh ya Tuhan.... ternyata selama ini ya ya ya Bapak mengingat semua bahkan pernah melihat lnya, jauh sebelum 3 bulan itu papa pernah bertemu saat membahas proyek 2 tahun yang lalu kurang lebih, saat itu papah datang ke PT persada untuk menjalin kerjasama", kalau aku mengingat sesuatu dulu pernah bertemu Mutia dan dia pun mengingat-ingat karena jujur pak Abdul baru bertemu dua kali dengan Mutia dan itu sudah sangat lama yakni 3 tahun jadi saat ketemu kembali Pa Abdul tidak mengenali.


Pak Abdul memandang Arjuna dengan sorot mata penuh kemarahan.


-

__ADS_1


-


Bersambung.....


__ADS_2