PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Kesepakatan


__ADS_3

" Bapak tidak pernah menyalahkan mu, wajar jika kamu melakukan hal itu, semua itu memang karena kesalahan Arjuna, ceritakan semua apa yang terjadi selama 5 tahun ini Bapak ingin dengar nak".


Aini terdiam untuk beberapa saat bola matanya berkedip dan kadang juga memutar seakan tengah memikirkan segala sesuatunya sebelum menceritakan semua pengalaman hidupnya selama 5 tahun belakangan ini.


Akhirnya Aini menceritakan jika dia menjadi istri Aldiano selama 1 tahun lebih, barulah kemudian Aldi menceraikannya, juga tentang kebaikan tante Merry dan keluarganya tentang kenapa harus menyembunyikan tes kehamilannya tentang kebaikan Mama Hera Pak Bahar dan keluarganya yang membantu tu serta biaya persalinan dan juga keperluan bayi yang lainnya nya.


Selama ini Tante Mery lah orang yang berada di balik layar kehidupan Aini selama 5 tahun terakhir ini hingga akhirnya ini mendapatkan pekerjaan di PT Persada semuanya tidak lepas dari campur tangan tante Merry dan keluarganya serta Mama Hera dan Pak Bahar dan juga Aldi.


" Kenapa mereka tidak pernah menghubungi kami untuk menceritakan tentang kehamilan kamu tentang kehidupan kamu, Nak?".


" Itu karena saya yang minta Pak, saya merasa Pak Arjuna begitu jijiknya dengan saya, sehingga belum mengenal pun dia sudah membuang saya jauh-jauh dalam hidupnya, kata-katanya sudah membuktikan, kan Bapak dengar sendiri lantas untuk apa saya memberitahukan bapak untuk mengemis,tidak Pak terima kasih", Lirih Aini.


" Astaghfirullahaladzim.... maafkan Arjuna Nak, dia tidak jijik sama kamu justru sebulan setelah kejadian itu sepertinya dia terus kepikiran tentangmu awalnya kami tidak pernah menyadarinya Tapi lama-kelamaan anak itu kurus sekali dan kondisinya sangat memprihatinkan tatapannya kosong dan akhirnya kami membawa dia ke dokter spekiater, ternyata memang dia mengalami depresi dan ternyata dia menyesali perbuatannya itu setiap malam dia meraung-raung menyebut namamu dan terus meminta maaf maaf maaf maaf dan maaf Aini Aini Aini.... begitulah Aini, dan 2 tahun lalu dia menemukan teman sekolahnya yang hendak terjun ke sungai ketika melintasi sebuah jembatan dan Arjuna menolongnya awalnya dia tidak berpikir jika itu temannya Tidak mengenali karena memang sudah lama tidak bertemu namun setelah di rumah sakit 2 hari Arjuna tahu siapa yang ditolong ternyata teman sekolahnya dulu yang lebih memprihatinkan gadis itu hendak bunuh diri karena hamil setelah diperkosa teman kerjanya, namun Arjuna hanya kasihan saya juga sudah menyarankan untuk tidak menikahinya tapi Arjuna berfikir hanya ingin memberikan akta pada bayi yang dilahirkan oleh Kania", pak Abdul menjelaskan semuanya dengan detail.


Aini hanya mendengarkan cerita pak Abdul tanpa ada niat untuk menjawab ataupun berkomentar apapun.


" Apapun ceritanya di awal saya hanya berharap semoga pernikahan mereka akan langgeng selamanya pak, Karena sejujurnya hal yang saya takutkan dalam hidup saya sekarang ini adalah jika Pak Arjuna dan Bapak merebut Hilmi dari hidup saya, jangan pernah rebut Hilmy dari hidup saya pak, saya tidak sanggup jika harus hidup tanpa Hilmi dia semangat hidup saya kasih tahu Pak Arjuna untuk tidak mengganggu hidup saya, beliau boleh bertemu dengan Hilmy, tetapi harus dengan izin saya itu saja", akhirnya ini pun memberikan tanggapannya meskipun dengan derai air mata karena itu lebih ke arah rasa takutnya akan kehilangan Hilmi.

__ADS_1


" Oh Ya Robbi.... Nak Aini jangan khawatir bapak tidak ada niat sedikitpun untuk merebut Hilmy dari hidup nak Aini tetapi izinkan Bapak mengakuinya sebagai cucu, Bapak ingin menebus kesalahan Bapak dengan menyayangi dia dan nak Aini ", suara Pak Abdul terdengar serak dan bergetar menahan kepedihan.


" Tidak tidak jangan khawatir, asal nak Aini dan Hilmi masih berada dalam jangkauan pandangan kami tidak akan pernah mengganggu hidupmu nak bapak akan dukung apapun keputusanmu Tapi tolong biarkan ia mengenal bapak", Aini mengangguk setuju.


" jika Bapak ingkar dengan ucapan Bapak maka saya akan membawa pergi Hilmi sejauh mungkin dari hidup keluarga Bapak saya tidak mengijinkan sedikitpun baik bapak maupun Pak Arjuna untuk melihat Hilmi namun jika Bapak bisa mengerti keinginan saya, saya pun juga akan menghormati keinginan bapak", kali ini Aini bersuara sangat tegas dan Pak Abdul langsung manggut-manggut memahami keinginan ini.


" Bapak tidak ingin mengulangi kesalahan masa 5 tahun yang lalu itu nak Aini, Bapak menyayangi kalian apalagi terhadap putramu Hilmi, jangan jauhkan Bapak dari nya nak, biarkan anak itu mengenal kami, boleh ya?".


Aini mengangguk sebagai jawaban setuju atas permintaan Pak Abdul, meskipun Hilmi lahir diluar pernikahan dengan ayah biologisnya tetap saja enggak bisa dipungkiri jika Hilmi memang darah daging dari Arjuna, Aini harus tetap memperkenalkan putranya itu pada keluarga Bapak biologisnya, agar nanti jika Arjuna memiliki anak perempuan maka Hilmi tahu jika itu saudara kandungnya dan tidak boleh ada tumbuh asmara diantaranya Karena Mereka satu darah.


" kalau kamu khawatir bapak akan merebut Hilmi darimu boleh kita membuat surat perjanjian di depan notaris nak, agar kamu bisa tenang dan percaya pada kami, nanti bapak yang akan mengurus semuanya".


Dengan melihat jawaban dari Aini barusan ternyata betul tebakan Pak Abdul jika memang Aini merasa khawatir jika mereka akan merebut Hilmi darinya.


" Iya Pak saya sangat setuju, sejujurnya memang itu ketakutan paling besar setelah Bapak dan pak Arjuna mengetahui keberadaan kami, Saya hanya punya Hilmi Pak, tak ada sanak saudara apalagi harta, hanya dia satu-satunya yang saya miliki, Saya tidak ingin seorang pun mengambilnya meskipun itu bapak yang saya yakin bisa mengabulkan semua keinginan anak saya, tetapi mengertilah kan perasaan saya Pak", lirik Mutia kembali penuh mengubah pada Pak Abdul.


" baiklah, apa akan membuat jaminan di depan notaris jika Bapak dan keluarga khususnya Arjuna tidak akan pernah mengambil hak asuh Hilmi dari mu nak Aini, Hilmy tetap milikmu Saya hanya ingin mengenal dan juga ikut menyayangi anak itu, paham kan maksud saya nak Aini?".

__ADS_1


" Saya percaya sama bapak".


" Terima kasih".


" Tolong lain waktu jika saya ingin bertemu dengan Hilmi jangan halang-halangi, pastinya Omanya juga sangat menginginkan pertemuan dengan Hilmi tolong jangan tolak kami".


" Bapak pulang dulu karena sudah malam dan tuliskan di sini nomor ponselmu nak", Pak Abdul memberikan ponselnya pada ini dan dengan cekatan ini kemudian menuliskan digit nomor nya di daftar kontak ponsel Pak Abdul.


" Bapak pamit dulu jaga diri baik-baik mungkin besok atau lusa Omanya pasti akan mengenal Hilmi sekali lagi tolong kabulkan dan jangan ditolak Terima kasih atas pengertiannya Terima kasih juga atas sambutannya karena sudah mau meluangkan waktu untuk membukakan pintu dan bicara seperti saat ini, Bapak pamit", Pak Abdul pun mengusap lembut kepala Mutia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari rumah kost milik Mutia tersebut.


" baik Pak silakan Assalamualaikum".


" waalaikumsalam".


-


-

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2