PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Nasehat tante Yola


__ADS_3

Usai menyampaikan apa yang dia rasakan selama ini, hati Arjuna merasa sedikit lebih lega.


Mendengar semua ucapan Arjuna Mutia menatap Arjuna untuk beberapa saat kemudian menyandarkan kepalanya serta menarik nafas dalam.


" Aku tidak tahu mau bicara apa sama bapak, jujur sejak kejadian itu, aku sudah mengubur dalam-dalam tentang harapanku untuk bertemu Bapak kembali, bahkan mungkin mendengar nama Arjuna meskipun itu orang yang berbeda pasti hati saya akan bereaksi sekali, sakit", Mutia pun mencoba jujur dengan yang pernah dirasakan setelah kejadian itu.


" Maaf ", Arjuna Lagi Dan Lagi meraih punggung tangan mudah dan bahannya lembut.


" Sudahlah Pak jangan diulang-ulang terus kata-kata Maaf nya, saya bisa berada di sini saat ini bersama dengan Hilmi karena saya sudah lama berusaha memaafkan bapak, bahkan kita saat ini sudah melangkah sangat jauh itu bukan karena apa apa tetapi Karena aku telah memaafkan, tolong kurangi kata-kata Maaf nya tapi buktikan kata-kata itu dengan sebuah tindakan yang bisa membuat saya dan Hilmi bukan hanya sekedar memaafkan aja ", ujar Mutia tegas.


Arjuna pun mengangguk sebelum akhirnya mobil itu berhenti tepat di parkiran butik yang dituju.


" Hilmi mau dibangunkan atau biarkan dulu?", tanya Arjuna raya melepas sabuk pengamannya.


" Kasihannya jika dibangunkan, tapi juga ditinggal juga kasihan gimana dong?", Mutia juga menjawab ucapan Arjuna seraya melepaskan sabuknya.


" Dibangunkan saja lah kasihan", akhirnya Mutia mengambil keputusan untuk membangunkan Hilmi.


Arjuna kemudian membuka pintu samping dengan pelan agar Hilmi tidak terkejut.


" Sayang... bangun nak kita sudah sampai di butik tempat kita hendak memesan baju", Arjuna membelai lembut kaki Hilmi agar putranya terbangun.


" jagoan Ayah bangun yuk", setelah beberapa saat Arjuna mengusap kaki dan punggung putranya dengan memanggil manggilnya lembut akhirnya Hilmi pun terbangun.


" loh ini di mana Ayah?", tanya Hilmi seraya mengerjap-ngerjapkan matanya menelisik sekeliling melalui jendela mobil.


" kita di butik sayang, kan mau pesan baju dulu ya", jawab Mutia.

__ADS_1


" Oh iya Hilmi lupa habisnya tidurnya kelamaan ya Hilmi?", pecah itu tersenyum lebar meskipun matanya masih sayu karena masih menahan kantuk.


" Iya Kakak Hilmi tidur terus dari tadi", sahut Arjuna.


" Naik mobil Ayah nyaman jadinya langsung ngantuk", jawab Hilmi polos dengan sangat jujurnya.


" Lha iya, biasanya naiknya motor Bunda mana bisa tidur ya?", sahut Mutia.


" He-eh, takut jatuh kalau tidur", jawab Hilmi apa adanya.


mendengar percakapan ibu dan anak itu Arjuna kembali merasakan sesak di dadanya kemudian dia hanya bisa memejamkan matanya untuk beberapa saat dan menghela nafas dengan dalam.


" Astaghfirullahaladzim Ya Allah ampuni hamba", batin Arjuna lirih.


" Mulai hari ini kalian kalau kemana-mana tidak boleh lagi naik motor harus naik mobil dengan sopir, tolong kali ini mulai menurut lah dengan ayah sungguh Ayah tidak mau terjadi sesuatu pada kalian ya!", ujar Hilmi penuh ketegasan dan penekanan agar Mutia mau menuruti perkataannya.


Arjuna tidak mau mendebat Akhirnya lelaki jangkung itu hanya menatap tajam pada Mutia berharap agar calon istrinya ini mengerti maksud dan tujuannya.


" Bunda tolong berusahalah untuk lebih dekat dengan ayah, jangan terlalu keras membuat jarak Antara kita, Aku tahu aku salah aku banyak dosa sama Bunda tapi please Bunda, seharusnya sudah dari dulu aku memberikan fasilitas yang lebih layak pada kalian, jangan buat rasa bersalahku terus menerus, izinkan mulai hari ini aku menebus kesalahan itu sedikit demi sedikit, pernikahan kita insya Allah tinggal beberapa hari lagi tidak sampai 1 minggu, saya mohon Mutia kikislah benteng yang kau ciptakan denganku itu", Arjuna berkata-kata sambil berusaha meraih Hilmi dalam gendongannya.


" Iya Mas maaf ya kalau begitu mulai besok silakan lakukan apa yang menjadi rencanamu", jawab mutiara pasrah, tidak ingin ber depan tuh jika dipikir-pikir perkataan Arjuna ada betulnya juga.


Namun hati Arjuna yang tadi sedikit kecewa karena Mutia selalu menolak tawarannya kali ini tidak begitu mendengar Mutia menyebutnya Mas seakan kupu-kupu hinggap dan terbang singgah dalam dadanya dan mengepakkan sayapnya di hatinya.


Senyum mengembang di bibirnya seraya mendekap erat sang putra, mereka berjalan bersisian memasuki butik yang terlihat bangunannya cukup mewah.


" Selamat siang menjelang sore waduh.. hak apa kabar nih ponakan Tante ni dah lama tidak pernah berkunjung ke butik tante, nggak nyesel deh hari ini Tante berada di sini hampir seharian ini jika yang datang ponakanku yang paling ganteng ini", tante Yola menyambut kedatangan Arjuna Mutia dan Hilmi dengan sangat riang gembira.

__ADS_1


" Siang tante, kabar kami baik, tante dah tua makin cantik aja nih!", Puji Arjuna yang melihat tantenya ini makin glowing dengan make up yang cukup natural dan tampak elegan.


" Oh ini calonnya?", tante Yola menyalami Mutia dan juga Hilmi.


" kok tahu, aku baru datang loh belum cerita juga!", Arjuna nampak memutar bola matanya merasa heran dengan tebakan tantenya.


" Tahulah barusan mamamu telepon tante bilang jika kamu mau datang dengan membawa calon istrinya dan juga anaknya", tante Yola menjelaskan pada Arjuna.


Pemilik butik ini adalah tante Yola yang merupakan adik sepupu dari mamahnya Arjuna, pemilik butik yang cukup terkenal khusus menyediakan rancangan baju pengantin.


" eh sampai lupa belum kenalan sama calonmu kan aduh!", tante Yola perjalanan kembali ke arah Mutia seraya menepuk jidatnya sendiri.


" Mutiara tante! dan ini Hilmi putraku!", mutiara secepatnya langsung menyahuti tante Yola.


" Anakku juga!", sahut Arjuna dengan cepat merasa tidak terima jika Mutia hanya memperkenalkan Hilmi sebagai anaknya sendiri.


" Gimana sih maksudnya?, Tante pikir ini betul anaknya Mutia, sejarah kamu dulu kan baru nikah beberapa hari dengan Luna terus bercerai, tapi kok ini anak ada miripnya kamu deh Jun, lihat sorot matanya tajam kayak kamu", tante Yola malah sibuk memperhatikan Hilmi dari dekat.


" Haissttt... jangan dilihat lihat anakku tante kasihan nanti takut lihat neneknya yang nyeremin", ujar Arjuna tidak terima jika putranya dipandangi oleh tantenya seperti itu.


" Tante jadi penasaran Jun ceritain dong, ayolah Mutia ceritakan dong!", tante Yola menatap ingin segera di jelaskan tentang keberadaan Hilmi didepannya ini.


" Yang seperti tante dengar itu cerita jika kami pernah salah kamar saat malam pertama itu benar adanya, dan ya inilah hasil malam pertama ku dengan calon istriku yang sekarang ini", fisik Arjuna pada tante Yola tak ingin didengar oleh Hilmi.


" Owh, astaghfirullahaladzim... untung kamu bisa menemukan ibunya Jun, kalau tidak anakmu sudah entah dibawa ke mana Dan kamu tidak akan pernah bertemu dengannya, bersyukurlah!, kurang baik bagaimana Tuhan kita ya Allah, yang telah mempertemukan kalian, benar-benar anugrah buatmu Jun, jangan sia-siakan ntar kamu gila beneran", tante Yola memberikan nasehat nya meskipun dengan nada Ketus.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2