
Setelah acara makan siang itupun kemudian rombongan Bu Meri yang terdiri dari Bu Mery Q
Sementara itu rombongan Aldi dan Luna menuju ke rumah sakit untuk menjenguk Arjuna.
" Beliin sesuatu yang kira-kira Arjuna suka ma, pasti mama sudah hafallah selera dia", ujar Aldi pada Luna membuat Luna melotot padanya.
" ye... waktu 5 tahun kan bisa merubah selera juga, secara dia yang dulu katanya cinta banget sama aku nggak mau menikah kecuali sama aku nyatanya dia menikah terus malah sekarang depresi gara-gara Mutia, dunia itu nggak ada yang abadi Pa", Jawab Luna tidak terima dibilang hafal selera Arjuna
" iya juga ya, dulu aja dia mencak-mencak tidak mau menikah kecuali sama mama Tapi aku rasa dan sudah cinta deh sama Mutia makanya sampai depresi kayak gitu dipikir-pikir kasihan juga ya Kania", jawab Aldi yang juga sebenarnya mengenal Kania.
" Sebenarnya aku sih setuju banget kalau dia bisa melanjutkan hidup dengan Kania, Kania itu baik kok sebetulnya ya hanya dulu kita memang kurang deket sih secara anaknya kurang gaul gitu", Luna mengingat masa-masa zaman sekolah dulu.
" Tapi papa yakin jika Arjuna sebetulnya cintanya sama Mutia, terbukti dengan depresinya itu, menurut papa sih ya Arjuna bukan hanya menyesal dan merasa bersalah tapi karena rasa cinta juga pada Mutia, apalagi mereka sekarang bekerja bareng pasti Arjuna mulai mengenal pribadi Mutia dan semakin kagum", Ucap Aldi panjang lebar trntang penilaiannya pada Arjuna.
" Hah, apa pa? Kerja bareng?", Luna terkejut mendengar cerita dari Aldi.
" Iya mereka itu sekarang berada dalam satu tim untuk mengerjakan pembangunan proyek hotel yang dikerjakan oleh perusahaan milik Arjuna dan Mutia sebagai konsultan keuangan",
Aldi menceritakan kenyataan bahwa Arjuna dan Mutia telah bertemu.
" papa tahu dari mana?", tanya Luna tambah terkejut saja.
" Tante dan Mutia tadi bercerita saat Mama ke toilet", jawab Aldi.
" Hah!, pantes Arjuna jadi depresi berat begini aku rasa apa yang kamu tebak tadi betul pa Arjuna sebenarnya memendam perasaan pada Mutia dan sangat berharap untuk bisa lebih dekat tapi Mutia sepertinya membentengi dirinya dengan kuat juga", Luna pun berasumsi sama dengan pendapat Aldi.
" Tuh kan papa bilang juga apa? Mama pasti hafal betul sifat Arjuna".
Plukk
Luna memukul embut lengan Aldi yang tengah mengemudikan mobilnya.
__ADS_1
" lha kok malah KDRT sih, emang ada yang salah ucapan papa ma?", Aldi terkekeh.
" Ya udah itu di depan Setelah lampu merah itu nanti ada toko kue kita mampir ke sana, di sana ada cake pandan kombinasi keju yang enak, lembut kesukaan Mas Arjuna", ucap Luna dengan sangat detil mengenai kesukaan Arjuna yang masih diingat.
" Wiiihhh ... hafal betul!", arti terkikik menggoda istrinya.
" Bagaimana tidak hafal dari SMA hingga tamat kuliah sampai kerja kita selalu bersama hampir 7 tahun bayangin saja", wajar Luna mengungkit masa lalu mereka bertiga yakni Arjuna Aldi dan juga dirinya.
" Cuma 7 tahun gitu kok seingat aku 9 tahun ya?", arti mencoba mengingat-ingat nya kembali.
" Dari aku kelas 1 SMA semester genap hingga selesai kuliah dan kerja beberapa bulan, kurang lebih 7 tahun lah", ucap Luna.
" Oh, oke... dan kita ditambah 5 tahun".
" Hemm .... kita mah sampai maut memisahkan Mas", imbuh Luna.
" Aamiin ".
" Anak-anak tidur bagaimana ini?", Ujar Luna kebingungan pasalnya mereka sudah diparkiran rumah sakit.
" Oke, gantian ya pa, aku ga akan lama kok", ujar Luna dan segera turun dari mobil.
" Paviliun anggrek lantai 2, itu ruangannya kan pa?", Tanya Luna sebelum beranjak.
" Ya".
Luna pun bergegas menuju rawat inap Arjuna, perasaan hatinya sudah tidak seperti dulu lagi hanya rasa biasa saja, rasa kangen biasa Karena sudah lama tidak pernah bertemu.
" Assalamualaikum", safaluna ketika hendak memasuki ruangan, begitu kepalanya menyembul di lihatnya langsung Ibu Ariyanti yang beranjak berdiri untuk menyambut kedatangannya.
" Waalaikumsalam ", jawab Bu Aryanti ramah seraya merentangkan tangannya untuk memeluk Luna menyalurkan rasa rindu Setelah 5 tahun tidak bertemu.
__ADS_1
" Apa kabar mama?", safaluna kepada bu Aryanti dengan sebutan Mama karena memang mereka sebelumnya sudah sangat dekat.
" Alhamdulillah baik seperti yang kamu lihat", jawab Bu Aryanti.
" Hai .. Mas Arjuna, sakit apa kenapa harus sampai dirawat seperti ini?", Luna menyapa Arjuna yang terbaring lemah dengan mata yang baru saja terbuka setelah mendengar percakapannya dengan mamanya.
Arjuna tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan Luna.
" Hai.... kapan datang ke negeri ini?", Arjuna malah langsung balik bertanya.
" 3 hari yang lalu", jawab Luna sedikit canggung.
" Kenapa sampai dirawat Apa yang dirasakan?", Luna mendekat kearah Arjuna kemudian mereka bersalaman taman laki-laki Arjuna tidak menjawab atas pertanyaan Luna tersebut.
" Aku hanya lagi manja saja Lun, sebetulnya aku tidak sakit apa-apa, tetapi Mama yang memaksaku untuk aku berada disini dan dipasang alat seperti ini", Arjuna menunjukkan infus dengan jarum yang menancap di tangannya.
" Harus sehat dong! apa Mas Arjuna tidak ingin ikutan reuni sekolah kita tinggal 4 hari lagi loh aku aja jauh-jauh datang ke negeri ini demi untuk ikut reuni, ajak sekalian Kania dan Putri mu", ujar Luna membuat Arjuna langsung menatap sendu pada Luna.
" kenapa? life must go on, jangan menoleh ke belakang lagi takdir kita tidak berjodoh kita harus ikhlas karena mungkin kita tidak akan bahagia jika bersama cukup jadi teman saja maka kita akan bahagia bersama sama", ujar lunak kemudian nanti angguk in juga oleh Bu Aryanti.
" kalau tentang perpisahan kalian Arjuna tidak butuh waktu lama Lun dah sudah mengikhlaskanmu karena kamu berjodoh dengan Aldi dan Arjuna tahu persis sifat Aldi makanya dia tenang melepaskanmu, ikhlas", kata-kata bu Ariyanti barusan dibenarkan oleh Arjuna dengan anggukan dan senyuman pada Luna.
" Syukurlah, jika pemikiran Mas Arjuna seperti itu tidaklah salah karena Mas Aldi memang memiliki sifat yang lemah lembut serta penyayang, mama", jawab Luna sedikit menyanjung sang suami yang memang sifatnya sangat baik.
" Kania tidak ke sini Ma, Aku kira tadi yang nungguin Arjuna adalah Kania jadi kita seperti reuni kecil-kecilan", pertanyaan dari Luna barusan membuat mereka terdiam untuk beberapa saat.
" Kania sudah berangkat ke Itali kurang lebih 9 hari yang lalu untuk mengambil kontrak kerjanya selama 3 tahun di sana dan Putri nya dibawa olehnya", jawab Bu Aryanti.
" Lho kok bisa, kenapa kamu perbolehkan Mas Arjuna istri mau pergi begitu saja, Kania wanita yang baik loh, dan Luna rasa Mas Arjuna serasi kok juga hidup berdampingan bersama Kania", ucap Luna yang membuat Arjuna hanya tersenyum tipis.
-
__ADS_1
-
Bersambung.....