PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Keputusan Arjuna


__ADS_3

dan akhirnya mereka pun akhirnya pulang ke rumah masing-masing, Luna bersama kedua orangtuanya, Arjuna bersama kedua orangtuanya, begitupun dengan Aldiano dan dengan Aini dia kembali lagi ke rumah tante Merry.


Tentu tante Merry Murka melihat kedatangan Aini bahkan wanita baik hati itu pun terlihat lemas dan menangis histeris dia memeluk erat Aini.


" Apa yang terjadi? bukan kah acara semalam berjalan lancar?", marry merasa heran kenapa ini kembali lagi ke rumahnya, bukan nggak senang ataupun keberatan bukan tetapi seharusnya saat ini ini tengah berbulan madu bersama dengan Aldiano sang keponakan.


" Tanyakan saja semuanya kepada Mama Hera tante", jawab ini yang tak mampu menceritakan kejadian sebenarnya tadi malam di hotel itu.


Dan tante Merry pun akhirnya menelpon kesan Kakak yakni Ibu Hera ibunya Aldiano dan Bu Hera pun menceritakan semuanya tentang keputusan bersama dan dua minggu lagi akan dadakan acara USG untuk mengetes kehamilan Luna dan Aini.


" Tante tolongin Aini sekali ini, please Tante! Aini mohon perasaan ini mengatakan jika Mas Arjuna tidak akan pernah bisa menerima Aini, Aini takut dia akan membenci Aini jika dipaksa untuk menikahi Aini soalnya dia begitu mencintai Luna tante!", tante Merry pun bergeming soalnya main ini gadis yang pendiam dan tidak pernah memohon apapun bahkan saat hendak dijodohkan dengan Aldiano pun dia hanya menerima semua keputusan orang tua yang Bahkan bukan orang tua kandungnya yakni hanya majikan di situ.


" kamu tenang saja jika itu kemauan kamu tante akan bantu tapi kamu pikirkan lagi masih ada waktu jangan sampai nanti kamu menyesal di kemudian hari", ujar dan Temari yang benarkah tentang keputusan Aini sepihak sebelum perundingan dimulai kembali.


" Baiklah tante akan saya pikirkan tapi pikirkan juga untuk nasib saya jika dia menolak diri saya tante apa yang harus aku lakukan?", ini pun memohon kepada majikan yang baik hati itu.


" Yah tante kan pikirkan sebaik mungkin untuk diri kamu", jawab Tante Mery mantap jika arjuna benar-benar menolak Aini saat nanti positif hamil maka tante Mery pun sudah mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya.


🌹


Dua Minggu pun berlalu dan kini Luna dan Aini ibu muryanti ibu Hendriansyah serta tante Hera tante Merry berada di sebuah klinik ibu dan anak untuk memastikan kehamilan Luna dan Aini.

__ADS_1


" Kemana kedua mempelai pria kenapa tidak ikut?", tanya ibu Hendriansyah dengan nada dingin, disana beliau pun bersama dengan sang suami untuk mendampingi putrinya Luna.


" Mereka sebentar lagi akan datang karena ke kantor terlebih dahulu untuk menghandle pekerjaan namun akan langsung menuju kemari", jawab Bu Aryanti yang datang hanya bersama seorang sopir.


" Aldiano kebetulan tidak bisa datang tapi nanti akan diwakilkan oleh ayahnya tenang saja ibu jika Luna terbukti hamil Aldiano akan menikahinya jika arjuna menceraikannya karena sudah dipastikan bayi yang dikandung Luna adalah cucu saya kami tidak akan pernah lari ataupun kirim kehadirannya tolong kamu terima ya Luna mungkin ini takdir dan jalan hidup kalian harus seperti ini", ujarku Hera yang mengerti jika perasaan lu nah begitu dalam untuk Arjuna sehingga pasti sangat sulit jika menerima Aldiano putranya.


Luna hanya mengangguk dengan menundukkan wajahnya, jujur perkataan Arjuna waktu itu terus menghantui pikirannya, hatinya kecewa dengan Arjuna apalagi kini dirinya yang tengah terpuruk butuh support dari orang tercinta tapi malah merasa dicampakkan begitu saja.


" Dan jika Aini hamil saya juga menuntut Arjuna untuk bertanggung jawab", ucap Ibu Meri tegas memberikan pembelaannya kepada Aini.


Mendengar perkataan seperti itu Bu Aryanti menarik nafas dalam karena dirinya ragu akan keputusan sang putra yang sangat keras kepala itu, namun jika boleh jujur Harapan hatinya pun sama seperti yang diucapkan Ibu Meri.


" Saya juga sangat berharap Arjuna legowo menerima takdirnya", ujar Bu Aryanti lemas.


" Tenang saja kamu Lun karena keponakanku Aldiano adalah sosok pria yang tanggung jawab dan sangat baik, jadi kamu tidak usah khawatir jika arjuna telah membuangmu Aldi akan dengan senang hati bertanggung jawab atas kehamilan mu jika kamu positif hamil nah sekarang posisi Aini yang notabene adalah istri sah dari aldiano kami pun harus turut memikirkan semua ini agar tidak ada pihak yang dikecewakan", ujar tante Mery memberi pembelaan pada Aini.


Mereka semua terdiam mendengar ucapan tante Mary, namun kemudian ibu dari Luna sepertinya ingin memprotes dari ucapan tante Merry.


" Namun jika yang Ibu Meri maksud dengan pendapat Ibu Meri bahwa kemudian Luna akan dinikahi oleh Aldiano namun Aldi tidak menceraikan Aini kasihan anak saya, saya juga nggak terima jika putri saya diperlakukan seperti itu, maksud ibu dipoligami kan anak saya?", Ibu Hendriansyah melotot kepada Ibu Meri merasa tidak terima jika anaknya harus dipoligami oleh Aldiano.


" Kita akan bicarakan nanti Ibu jangan emosi dulu", ujar Bu Hera menengahi adiknya dan juga Ibu Hendriansyah.

__ADS_1


Dan pemeriksaan pun akhirnya dilakukan dengan hasil Luna positif hamil sementara Aini negatif.


Dan benar saja dari hasil itu kemudian Arjuna langsung mentalak Luna setelah mendengar hasil jika alunan positif hamil.


Namun dia tidak bersedia menikahi Aini apalagi jelas ini ternyata negatif dan itu sangat melegakan dirinya.


Di sini jelas bahwa Aini seperti menjadi korban yang sesungguhnya, namun gadis itu hanya diam bergeming sedikitpun dengan tatapan kosong.


" Nah itu para bapak sudah datang mari kita berunding!", ujar Ibu Hendriansyah yang sudah tidak sabar ingin memastikan nasib anaknya apalagi tadi jelas Arjuna melalui sambungan telepon langsung menTalak Luna.


" kita bicarakan di rumah saya saja", ujar Pak Bahar.


" saya sebaiknya pulang saja Pak, Bu... soalnya meskipun saya ikut berunding keputusan sudah Arjuna buat, dia sudah mentalak Luna dan juga tidak bersedia menikahi Aini jadi semuanya urusan keluarga saya dengan semua ini sudah selesai", ujar Bu Aryanti merasa tidak enak hati.


" Oh iya, secepatnya Arjuna akan mengurus surat perceraian nya dengan Luna", munculnya kembali bu Arini dengan suara yang bergetar menahan sedih.


" Iya Bu tidak apa-apa, tidak mungkin juga kami memaksa Arjuna untuk melanjutkan pernikahan ini karena sudah jelas putri kami mengandung darah daging milik orang lain, saya terima keputusan Arjuna dengan ikhlas", jawab Pak Hendriansyah bijak.


-


-

__ADS_1


-


BERSAMBUNG....


__ADS_2