PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Kekhawatiran bu Mery


__ADS_3

" Tris, minta tolong pada OB untuk menurunkan foto-foto Luna yang ada di ruang kerjaku ini, aku tidak enak nanti jika mereka pulang ke Indonesia dan ternyata foto Luna masih ada di ruangan ini, takut nanti sahabatku yang sekarang menjadi suaminya salah paham, padahal aku sudah tidak ada rasa sedikit pun dengan Luna, entahlah cintaku yang begitu besar ini bisa juga terkikis, mungkin karena aku merasa tenang Luna bisa hidup dengan laki-laki yang sangat baik seperti Aldi, sehingga aku bisa melepas dengan ikhlas tanpa beban bahkan bayangannya pun sudah tidak kelihatan dan tak tersisa sedikitpun di hatiku, Kini tinggal rasa penyesalan yang begitu dalam, keegoisanku menghancurkan semuanya, mungkin sekarang dengan kejadian pernikahan ini menimbulkan perasaan jugadihati istriku, hampir 2 tahun kami menikah tidak mungkin dia tidak memendam perasaan kepada aku sedikitpun, rasanya aku ini semakin menjadi orang yang paling jahat saja Tris, terus-terusan menyakiti hati wanita silih berganti, dari Luna, Aini, Kania dan mungkin nanti Sheila pun sama, jika dia sudah mengerti pun aku rasa dia juga sama akan sakit hati pada papanya ini", Arjuna tertunduk lemas, dengan segala yang diucapkan tadi dia menyadari sepenuhnya kekeliruannya menikahi Kania, rasa kemanusiaannya untuk menolong temannya itu dengan cara menikahinya kini disadari oleh Arjuna jika itu bukan tindakan yang tepat.


Seharusnya dia cukup melindungi saja dan tidak perlu menikahi jika tidak ada cinta sedikit pun dan sampai saat ini mereka pun tidak seperti pasangan suami istri seperti seharusnya.


" Bos menyesal telah menikahi bu Kania?", tanya Tristan hati-hati setelah mendengar pengakuan dari Arjuna.


" Bukan menyesal sepenuhnya, tetapi seharusnya aku hanya melindunginya Tris, bukan menikahinya, dari dulu Aku menyayangi dia sebagai teman, saat dia mendapatkan pelecehan dan hidupnya benar-benar di ujung kematian karena frustasi aku hanya berniat menolong nya, terlalu gegabah memang mengambil keputusan untuk menikahinya, berharap akan ada cinta selebihnya bersamaan dengan waktu terus dalam kebersamaan", ujar Arjuna.


" Baru 1 tahun lebih bos, mungkin Bos butuh waktu lagi untuk bisa lebih mencintai istri bos".


" Iya mungkin seperti itu Tris".


" Apa sedikitpun bos tidak merasakan ser gitu dengan ibu Kania?", tanya Tristan.


Arjuna sedikit mengerutkan alisnya memikirkan pertanyaan dari Tristan.


" Rasanya tidak Tris.... justru malah jika melihat bu Mutia, lututku langsung lemas", Ujat Arjuna jujur.


" Wah.... kok aneh juga ya", Tristan terjingkat mendengar pengakuan Arjuna.


" Makanya cepat cari informasi secepatnya untuk menjawab penasaran aku, kenapa kok lututku bisa lemas tiap kali menatap matanya", ujar Arjuna.


" Siap bos!".


🌹


" Hilmy..... Besok jika bunda libur kerja kita main ya ke rumah oma Mery ya?", Ucap Mutia pada sang putra tampannya.


" Asyiikkk..... Hilmy mau jumpa oma dan ate Winda", Hilmy bersorak kegirangan.


" Kangen ya sama mereka Hilmy?".

__ADS_1


" Iya bunda".


" Hilmi kangen sekali sama oma, Oma Meri yang baik", celoteh bocah itu.


" kalau begitu bersiaplah lekas tidur anak ku biar besok bisa bangun pagi-pagi dan kita bersiap ke rumah Oma".


" Baik bunda".


Benar saja besok paginya Hilmi sudah bangun pagi-pagi sekali bocah itu nampak sangat bersemangat dan ketika dijanjikan akan mengunjungi Oma Meri.


Dan setelah sarapan dan mandi mereka akhirnya berangkat tidak menunggu matahari meninggi selagi masih pagi Mutia ingin segera sampai di rumah Ibu angkatnya tersebut.


" Assalamualaikum Oma", seru Hilmi lantang ketika memasuki gerbang rumah ah Oma Meri.


" Hai pelan-pelan jangan lari nanti jatuh!", teriak Mutia pada putranya yang terlihat sangat antusias ingin segera sampai di dalam rumah rumahnya tersebut, sementara Mutia tengah memarkirkan motornya.


" Waalaikumsalam... Ya Allah cucu-cucu Oma tambah ganteng aja, sini masuk", Hilmi langsung menyalami tangan Omanya dengan taklim kemudian masuk ke rumah.


" Waalaikumsalam, ke sini kok enggak kasih kabar dulu", ucap Bu Meri ketika Mutia menyalami tangannya.


" kejutan!", jawab Mutia santai.


" kebetulan hari ini Oma di rumah sendiri, opa pergi ada undangan, Oma sengaja nggak ikut karena itu undangan teman-teman akrab saja pengen ngumpul-ngumpul ada yang pulang dari luar negeri", ujar Bu Meri menjelaskan pada Mutia.


" Asik dong kita datang jadi Om ada yang menemani", ujar Mutia.


" iya, Oma senang sekali ada Hilmi hari ini di rumah nemenin Oma".


" Oma Kak Kenzo enggak ke sini?", demi menanyakan keberadaan anak dari Winda atau cucu Bu Meri.


" Oh Kak Kenzo Dia sedang berkunjung ke rumah neneknya yang satu jadi enggak main ke sini", jelas bu Meri karena Kenzo memang sedang mengunjungi nenek dari apanya.

__ADS_1


" Hilmi main sendiri deh", protes pecah itu.


" Sana main ke kamarnya Kak Kenzo aja tapi nggak boleh diacak-acak nanti harus dirapikan lagi".


" Baik oma, siap nanti Hilmi rapikan kembali", Hilmi langsung bergegas menuju kamar yang biasa ditempati cancel jika berkunjung ke rumah Bu Meri.


" Ra, besok katanya Aldi sama Luna mau datang, mereka mau pulang dengan kedua anaknya", ujar pemilik kemudian memberitahu kepada Mutia.


" Oh ya, syukurlah mudah-mudahan aku ada waktu dan bisa menemui mereka", Mutia bersyukur sangat senang karena Aldi dan Luna akan datang ke negara ini.


" Kabarnya Arjuna sudah menikah ya?", tanya Bu Meri dengan hati-hati.


" Hemm.... ", Mutia mengangguk mengiyakan membetulkan ucapan dari Bu Mery.


" Semoga kamu juga lekas menemukan jodoh mu nak!", Bu Meri mengusap pundak Mutia dengan mata berkaca-kaca dan ucapan yang terasa serak di tenggorokan nya.


" Aamiin oma, jangan sedih Oma, asal oma sehat dan bisa selalu mendoakanku pasti Allah akan secepatnya kirim jodoh untukku oma", jawab Mutia berusaha untuk tegar karena melihat dan mendengar Bu Meri yang sedih seperti itu rasanya Mutia pun akan terbawa suasana.


" Iya ibu selalu mendoakan yang terbaik untukmu nak, kamu sekarang udah punya pekerjaan yang bagus semoga secepatnya kamu pun di pertemukan jodohmu ya Nak ya", ujar Bu Meri semakin terisak bukan hanya berkaca-kaca tapi air matanya sudah mengalir membasahi pipinya.


" Iya ibu Aamiin".


" Hemmm.... sebetulnya sebulan ini Mutia beberapa kali bertemu dengan Mas Arjuna bu, karena kebetulan proyek yang ditangani oleh perusahaan tempatku bekerja adalah milik perusahaan Pak Abdul Muis yaitu PT AMM", ujar Mutia yang membuat bu meri langsung membelalakkan matanya terkejut.


" Serius kamu Mutia? dia mengenalimu tidak? kenapa kamu nggak mencari pekerjaan yang lebih aman dan tidak bersinggungan lagi dengan keluarga Pak Abdul, kamu tidak takut lama-lama dia akan mengetahui kedok kamu, apalagi sekarang ada Hilmi diantara kalian, jika sampai Arjuna tahu sia sia usaha kita selama ini", ujar Bu Meri panjang lebar penuh dengan nada kekawatiran.


-


-


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2