PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Foto siapa?


__ADS_3

Setelah selesai makan Siang pak Jodi dan Mutia kembali ke kantornya lagi sementara pak Fajar pun begitu, namun Arjuna dan Tristan masih harus bertrmu dengan invertor pembangunan hotelnya.


Dan saat ini Arjuna dan Tristan madih berada di kafe tersrbut karena pertemuan dengan klien baru jam 3 sore


" Bos, untuk apa anda ingin tahu lebih banyak tentang bu Mutia? Jangan bilang bos naksir beliau pada pandangan pertama kemarin?", Ucap Tristan merasa jengah dengan kelakuan bosnya itu.


Empat tahun menjadi sekretaris Arjuna, tidak pernah tahu kapan Arjuna dekat dengan wanita tahu tahu mrnikah dan langsung punya anak.


Tristan bahkan tidak sekalipun mendengar jika atasannya tersebut ada masalah dengan istrinya.


" Iya, seperti itu munhkin", Jawab Arjuna acuh.


" Hah! Yang benar bos? Waahhh ... sebaiknya anda jangan main api bos, kasihan ibu Kania dan putri anda!", Tristan tetkejut sekaligus tak habis fikir dengsn keanehan bosnya ini, takut juga jika Arjuna nekad mendekati Mutia dan kemudian berselingkuh dengan Mutia bahkan sampai. meninggalkan Kania istrinya.


" Apa kurangnya bu Kania bos, dia cantik dan anggun, masak bos tega menduakan dengan bu Mutia?", Imbuh Tristan dan langsung mendapat pelototan tajam dari Arjuna.


" Maaf maksud saya bu Mutia juga sangat. cantik, tetapi bos kan sudah punya bu Kania, sudahlah bos... Jangan maruk kenapa?", Tristan memang jika hanya berdua bicara sama bosnya ini lebih berani, seperti pada teman, berbeda jika sedang bersama orang lain maka Tristan akan lebih jaga image.


" Tahu apa kamu, sok mengatai saya maruk?", Arjuna kembali melotot tajam pada Tristan.


" Iya sih, bos memang jarang bicara mengenai perrmpuan, bahkan jarang bercerita mengenai si kecil Shaila yang menggemaskan itu".


" Hemm!, Ada baiknya kamu cepat cari tahu siapa sebenarnya bu Mutia, jika ada sesuatu yang mrmbuat kamu tidak mengerti nanti bisa ditanyakan sama saya, kalau perlu di rekam atau di foto kebiasaan mereka di rumah kos itu", ujar Arjuna penuh penelanan dengan sorot mata tajam mengarah pada Tristan.


" Baik. bos". akhirnya Tristan pasrah dengan kemauan bosnya itu.

__ADS_1


" kamu harus tahu Tris, ada dosa masa laluku yang terus membayangi setiap malamku hingga akhirnya aku seperti ini, kamu tahu kenapa aku terus meminum obat penenang itu, itu semua karena dosa-dosaku Tris, Aku berharap pemilik mata indah itu adalah Bu Mutia", Arjuna pada akhirnya sedikit memberikan clue kepada Tristan agar sekretarisnya itu mengetahui masa lalu dirinya.


" Owh!", secara reflek Tristan membuka mulutnya lebar dan segera menutupnya dengan telapak tangannya, Tristan tahu jika atasannya itu memang selalu mengkonsumsi obat penenang karena susah untuk tidur.


" Perlukah Saya mencari seseorang untuk membantu mengetahui tentang Bu Mutia bos?", pertanyaan itu sengaja Tristan sampaikan karena merasa jika urusan bosnya dengan Mutia adalah sesuatu yang serius.


" Tidak dulu! selagi pemutih masih mau bekerja sama dengan kita, cukup dirimu saja yang melakukan pendekatan kepada Nya".


" Mengenai masalah itu bos tenang saja, karena Pak Jodi taunya saya yang naksir Bu Mutia", Tristan cengengesan merasa lucu saja karena kesalahpahaman dari Pak Jodi, tapi wajar mengingat Tristan dan Bu Mutia memang seumuran hanya selisih 2 tahun saja pastilah Pak Jodi menyangka Tristan lah yang naksir Mutia.


" Awas aja kalau kamu berani!", Arjuna langsung memasang wajah karangnya dengan sorot mata tajam pada Tristan.


" Awalnya sih jujur Iya bos, penasaran gimana gitu habis!, meskipun dia selalu memakai masker nya, dan sorot matanya itu Alamaaakk.... indah sekali, bulu matanya yang lebat dan lentik matanya yang bulat, sorot matanya yang teduh namun terlihat berbinar wow..... nikmat mana lagi yang kau dustakan ya Gusti...", Tristan tidak sadar bahwa orang yang berada di depannya ini kata-katanya semakin menghunjam.


" Haiii.... jaga bicara Anda ya! wanita yang sedang kau puji-puji itu, bukan targetmu untuk kau jadikan kekasih, namun ingat kamu hanya orang yang aku suruh untuk mengetahui jati dirinya jangan keterlaluan kamu Tristan!!", tatapan mata Arjuna semakin terarah tajam pada Tristan bahkan nada suaranya pun Terdengar sangat dingin dan mengancam.


" Syukurlah jika kamu mengerti, jangan coba-coba untuk ingkar", kali ini Arjuna sudah menurunkan tingkat ketajaman pandangannya suaranya pun tak sedingin tadi meskipun masih sangat mengancam kedengarannya.


" Baik bos semoga dalam seminggu atau dua minggu kedepan saya akan lebih banyak mengetahui tentang Bu Mutia, namun jika ternyata dia bukan orang yang Anda maksud boleh ya bos saya mendekatinya?!", Tristan terkekeh untuk mendamaikan suasana yang berada di depannya.


Karena begitu Tristan selesai berucap wajah Gareng dan horor milik Arjuna langsung terpampang nyata di depan matanya.


" Santai bos.... kan Saya bilang jika Bu Mutia bukan orang yang bos maksud, saya akan mendekatinya, enggak mungkinlah si bos mendekati dia kan bos sudah punya istri dan anak, nggak boleh gitu Bu bos kasihan bu Kania dan Shaila", kali ini Tristan memasang wajah memelas nya sambil setengah tertunduk namun matanya masih melirik sang atasan.


" Jangan suka sok mengajari aku, jika aku mau enggak apa-apa lah punya istri lebih dari satu aku mampu kok menghidupinya, lagian kan jatah lelaki kan 4, nggak ada masalah jika aku menginginkannya pastikan ia juga setuju", jawab Arjuna seolah menggampangkan semua masalah dan itu kemudian mendapat tanggapan dari Tristan dengan menyebikan bibirnya.

__ADS_1


" Hemmm... Iya deh percaya terserah bos aja lah yang penting aku kerja dan mendapatkan hasil yang memuaskan bos pasti senang", ujar Tristan yang kemudian menyebikkan bibirnya kembali.


" Nah itu kamu tahu kewajiban kamu! segera kerjakan yang aku minta dan berikan laporannya dengan hasil yang sangat bagus nanti aku kasih bonus, tenang saja!".


" Tapi ingat bos jangan main api!".


" Tidak akan!",


" Semuanya akan baik-baik saja, aku hanya perlu memastikan sesuatu, lakukan perintahku setelah itu beri aku laporan yang sebenar-benarnya nanti akan ada clue selanjutnya, rahasia ini hanya kita berdua yang tahu!".


" Baik bos!".


" Bersiaplah, kita akan segera menemui klien kita sejam kemudian di hotel xx".


" Iya bos mari!", Tristan dan Arjuna kemudian beranjak meninggalkan cafe tersebut menuju hotel yang dimaksud.


" Bos, boleh saya bertanya bos?".


" Hemmm...".


" Foto perempuan yang berada di ruang kerja anda itu saya rasa itu bukan fotonya bu Kania juga bukan fotonya Bu Mutia lantas itu foto siapa bos apakah anda punya saudara perempuan? Maaf bos bukannya saya lancang, saya Hanya penasaran", Ujar Tristan dengan hati hati.


-


-

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2