
" Owh, astaghfirullahaladzim... untung kamu bisa menemukan ibunya Jun, kalau tidak anakmu sudah entah dibawa ke mana Dan kamu tidak akan pernah bertemu dengannya, bersyukurlah!, kurang baik bagaimana Tuhan kita ya Allah, yang telah mempertemukan kalian, benar-benar anugrah buatmu Jun, jangan sia-siakan ntar kamu gila beneran", tante Yola memberikan nasehat nya meskipun dengan nada Ketus.
" Iya tante, makanya aku pengen benar-benar Tobat dan mendekatkan diri serta ingin menjadi suami dan juga Ayah yang terbaik buat mereka", jawab Arjuna merasa apa yang disampaikan oleh tantenya ini memang sangatlah betul.
" Mutia, jangan sungkan meskipun hanya sepupuan dengan ibunya Arjuna tetapi hubungan kami sangat dekat jadi kamu jangan terlalu canggung ya pada tante dan maaf jika tante kadang-kadang ceplas-ceplos bicaranya", ujar tante Yola pada Mutia dan juga Hilmi.
" Iya tante".
" Calon istri aku ini orangnya pendiam dan irit bicara tante, jadi Jun mohon jangan diajari yang nggak-nggak nanti bisa terkontaminasi seperti tante yang suka nyablak", Arjuna terkekeh lebar setelah menggoda tantenya tersebut.
" Ngaco aja kamu ini!".
" Ayo sini cepet pilih-pilih baju kalian tinggal 5 hari lagi nggak ada waktu jika harus buat yang baru kita langsung fighting aja yang udah tersedia di sini yang merupakan koleksi butik Tante ini", tante Yola membukakan lemari kaca besar yang didalamnya berisi rancangannya aneka baju pengantin baik yang klasik maupun yang modern.
" Waowww.... ini indah sekali tante haduh bingung mau milih yang mana mending tante aja liat deh langsung ambil yang kira-kira pas buat badan saya", setelah mengamati beberapa kali ia akhirnya memutuskan pasrah saja dipilihkan oleh tante Yola, Mutia yang tidak pernah membeli gaun sebelumnya lebih mempercayakan pada pilihan Tante Yola.
" Coba yang ini", tante Yola menyerahkan sebuah gaun berwarna putih dengan model cinderela.
" Mewah sekali Tante ini, Mutia PD nggak ya pakainya", lirik Mutia ketika tante Yola sudah mengeluarkan baju tersebut.
" Coba dulu bunda, Ayah jadi penasaran", Arjuna yang sedari tadi hanya memperhatikan langsung aja mengasih pendapatnya.
" Mulai sekarang kamu harus PD pakai baju yang bagus-bagus karena sebentar lagi akan jadi istri keponakanku yang ganteng ini, buat dia bangga sama kamu biar tidak berpaling, ok!", ujar tante Yola kemudian menarik Mutia ke ruang ganti.
Mendengar ucapan tantenya Arjuna hanya tersenyum merasa senang atas perhatian yang diberikan tantenya kepada calon istrinya itu.
__ADS_1
Sementara itu Mutia hanya nurut ketika tante Yola membawa beberapa baju dan menariknya ke ruang ganti.
" Jun!, jangan bengong kamu lihat hasilnya, dan berikan pendapatmu", seru tante Yola pada Arjuna.
Merasa namanya dipanggil oleh tantenya Arjuna pun terjingkat kemudian berjalan menuju ke arah tantenya tersebut sementara itu Hilmi duduk manis di sofa dengan memainkan ponsel bundanya.
Mutia sudah keluar dari ruangan kencil tempat dia mengganti baju kemudian menyingkap tirai nya dan berjalan perlahan ke depan cermin besar yang ada di sana.
" Waowww.... ", seru tante Yola dan Arjuna persamaan mata mereka pun melotot memandang ke arah Mutia Bahkan mereka berdua menyelidik mutiara dari atas sampai bawah dengan seksama.
" Amazing!", tante Yola berdecak kagum melihat baju itu begitu pas di tubuh Mutia.
Arjuna pun mengangguk menyetujuinya.
" Dan nanti masih juga harus mencoba kebaya ya, setelah itu kalian baru boleh menentukan pilihan", ujar tante Yola.
Arjuna dengan setia menunggu setiap kali Mutia berganti pakaian di sofa dengan manis. sampai akhirnya giliran Mutia memakai baju dengan aksen yang sangat sederhana na sebuah kebaya brokat berwarna putih tulang dengan model kutu baru Arjuna hampir tak mengedipkan matanya meski hanya sebentar.
" Hai mingkem Jun!", tante Yola mengibaskan tangannya tepat di depan muka Arjuna, membuat Arjuna langsung gelagapan sedikit terhenyak.
" Terpesona .. aku terpesona, memandang.. memandang wajahmu", tante Yola tak berhenti menggoda Arjuna hanya sampai kibasan tangan bahkan beliau menyanyikan sebuah lirik lagu diakhiri dengan gelak tawa ketiganya dengan renyah.
" Kasih komentar!, jangan bengong aja!", tante Yola kembali mengeraskan suaranya dengan geleng-geleng kepala tak habis pikir dengan keponakannya satu ini.
" Gimana Mas?", hingga akhirnya Mutia menanyakan pendapat Arjuna.
__ADS_1
" Oke yang ini yang ini bagus banget!, nanti untuk akad! ", akhirnya setelah sekian lamanya Arjuna memberikan pendapatnya.
" Oke Tante juga setuju!, memang untuk calon istrimu yang ayu ini memakai kebaya dengan model seperti ini auranya langsung wow...!", tante Yola dengan semangat langsung memberikan pendapatnya.
" Semua baju yang telah tadi kamu coba menurut tante ya itu semuanya bagus-bagus Mutia baik warna model ataupun potongannya di tubuh kamu, benar-benar profesional, tetapi yang Tante lihat ketika kamu memakai kebaya ini aura kamu itu langsung cling gitu loh!", tante Yola wah benar-benar mengagumi kecantikan dari dalam arti Meutia yang terpancar melalui busana yang kini tengah dicobanya.
" Tante jangan berlebihan malu saya, tidak seperti itu juga kali tante biasa aja", Mutia benar benar tidak enak hati dipuji oleh tante Yola, ada rasanya risih dihatinya.
" Jun setuju sekali dengan pendapatan tante, bunda emang auranya itu punya kharisma tersendiri bagi orang orang di sekitar Bunda", kali ini Arjuna pun setuju dengan pendapatan penjualan dan ikut memuji kekasih hatinya tersebut.
" Di bilang juga apa? Tante ini mengotak ngatik baju seperti ini udah lebih dari 30 tahun, sudah ribuan klien yang tante tangani, sudah berbagai macam karakter calon tante yang sudah tante buatkan baju pengantin, bahkan satu orang sudah ada yang pernah mengorder sampai tiga kali, dari pernikahan pertama kedua dan ketiga pesan bajunya selalu ke tante", tante Yola menceritakan pengalamannya selama menjadi seorang desainer baju pengantin.
" Wah, beneran tante ada yang sampai menikah berulang kali begitu?", tanya Mutia.
" Iya, beneran!, Bahkan dia itu bukan nikahnya bukan tiga kali sudah 5 kali, hanya saja yang keempat dan kelima beliau memanfaatkan baju yang pernah dipakai yang dulu, klien ku ini mungkin kurang beruntung Mutia, 3 kali menikah suaminya meninggal yang keempat selingkuh nah sekarang hidup dengan yang kelima ini, semoga adem ayem", ujar tante Yola.
" Bunda kita juga sudah mau nikah yang kedua kali lho!", sela Arjuna.
" ya ", jawab Mutia kemudian tertunduk.
" Tidak masalah, Sudah takdir kalian seperti ini jalanin saja sesuai Qadar ilahi dengan ikhlas, insya Allah jika kalian saling menjaga saling mengerti saling komunikasi diniatkan untuk ibadah dalam pernikahan ini segala sesuatunya adalah ibadah, insya Allah langgeng percaya sama tante", kembali tante Yola memberikan nasehat nya.
" Aamiin ".
Bersambung....
__ADS_1