
Siang itu Arjuna bermaksud menjenguk bu Meri yang masih di rawat di rumah sakit.
Arjuna bermaksud mendekati orang-orang yang selama ini tulus menyayangi Mutia dan Hilmi.
" Siang tante", Ucap Arjuna ketika mata Bu Meri terbuka dari tidurnya, beliau nampak seorang diri tidak ada yang menunggu, rumahnya suaminya tengah makan siang dan Winda putrinya tengah berada di rumah sehabis menjemput Kenzo dari sekolah.
" Hemm ... Siapa ya? Oh, Arjuna ya temannya Aldi, maaf tante lupa!", Tante Meri menyelidik sebentar untuk menatap Arjuna dan mencoba mengingat gerangan yang berada di depannya saat ini.
" Iya tante", Jawab Arjuna dengan tersenyum.
" Kok bisa tahu jika saya di rawat?", Tanya Bu Mery penasaran.
" Maaf, saya tidak sengaja mendengar telpon untuk Mutia yang mengabarkan jika ibu masuk rumah sakit dua hari lalu, dan hari ini saya baru sempat menjenguk tante", Arjuna berkata dengan sedikit tidak enak hati, pasalnya dirinya dan tante Mery sejati tak sedekat itu.
" Oh, Terima kasih karena sudah repot repot untuk menjenguk saya", Jawab Tante sedikit acuh.
" Maaf tante jika membuat tante terkejut karena sebelumnya kita tidak dekat, hanya saja saya ingin tahu kondisi tante sebagai orang yang selama ini sudah banyak berkorban untuk Mutia dan juga Hilmy serta sebagai tante Aldi sahabat saya", Arjuna tertunduk, ada rasa sungkan.
" Kenapa anda harus peduli? Atau anda ada maksud tertentu? Maaf jika saya harus bertanya seperti ini, selama ini Anda bahkan tidak mau mengetahui tentang Aini, Ada apa anda sekarang baru peduli? Anda menyesal karena telah menyia-nyiakan wanita sebaik Aini?", Tante Mery merasa saat ini kesempatan untuk mengumpati Arjuna karena keegoisannya selama ini sehingga Mutia harus menderita.
" Maaf Tante ", Arjuna kembali tertunduk.
" Kalau kamu sahabatnya keponakan saya Aldi kenapa kamu tak bisa mencontoh kebaikan dan keluasan hati Aldi ysng bersedia menikahi Luna setelah tragedi itu?, Anda terlalu egois, tidak. ada rasa sedikit saja berempati pada Mutia, Dia hanya korban, jika anda punya sedikit saja hati pasti tidak akan tega menolaknya dengan angkuh seperti saat itu", Bu Mutia menahan rasa pusing yang kini mendera kepalanya.
" Maaf tante, Iya saya salah, bahkan karena penyesalan itu saya depresi setelah satu bulan kejadian itu, hingga lima tahun ini".
" Terus untuk apa sekarang mendatangi tante?, bukannya anda sudah menikah kembali?", Bu Meri ingat akan cerita Mutia kala itu.
Arjuna hanya diam kali ini tidak menjawab atau pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
__ADS_1
" Maaf saya sudah mengganggu istirahat tante sebaiknya tante istirahat kembali karena saya akan pamit".
" Lekas sembuh tante jika ada waktu saya akan menjenguk tante kembali", Arjuna beranjak untuk meninggalkan tempat duduknya disamping tempat tidur tante Mary.
" Iya terima kasih, datanglah jika kamu berkenan menceritakan tentang kehidupanmu namun jika tidak sebaiknya juga tidak usah datang", ujar tante bernada dingin, merasa kecewa karena Arjuna tidak menjawab pertanyaan terakhirnya barusan.
" Saya akan menceritakan semuanya kepada tante sedetail mungkin dan sejujur-jujurnya namun nanti jika Tante sudah sehat".
" Saya permisi Assalamualaikum".
***
Sementara itu di kantor Mutia dan Jihan tengah makan siang Jihan sudah kembali bekerja setelah cuti di hari pernikahannya.
" kenapa neng akhirnya malah putus kalian?", Jihan berkata dengan sendu pada Mutia.
" Belum jodoh Mbak", ucap Mutia seperti tanpa beban.
" Udah telat belum Mbak secara ini kan sudah mau 2 bulan kalian menikah?", tanya Mutia pada Jihan.
" Belum tahu juga sih, baru telat 2 hari belum berani periksa nanti saja jika sudah telat 2 minggu", ungkap Jihan.
" Waahhh.... semoga tokcer benih dari Pak Andre, dan kedua anaknya segera punya adik", ujar Mutia senang jika Jihan nanti hamil.
" Iya nih sudah bawa dua padahal tapi dia masih pengen mendapatkan anak dari ku juga", ungkap Jihan.
" Ya iyalah Mbak Jihan kan masih muda secara juga belum pernah melahirkan apa Mbak Jihan nggak pingin memang cuma Pak Andre yang mau?", ujar Mutia.
" Anak-anak masih kecil-kecil Mutia rasanya kalau aku kemudian hamil ribet nggak ya?", Jihan merasa belum siap karena anak sambungnya memang masih kecil-kecil.
__ADS_1
" Memang semua ikut sama Mbak Jihan?", tanya Mutia.
" Ya iyalah secara kan Ibu mereka sudah meninggal ya tentu Mereka ikut bapaknya bapaknya kawin ya ikut kami", jawab Jihan.
" Kalau begitu sayangi Mereka dengan tulus Mbak kasihan mereka anak piatu", ujar Mutia.
" nah iya makanya bapaknya Ngawi nin gue, karena menurut bapaknya gue yang paling tulus bisa menerima anak-anak itu", jawab Jihan jujur.
" Iya saya percaya meskipun Mbak Jihan terlihat tegas namun saya tahu betul jika Mbak Jihan memang mencintai dan menerima mereka dengan tulus",.
" Ya gimana lagi Mutia cinta gue udah mentok sama pak Andre si duda dengan membawa dua buntut", Jihan terkekeh lepas.
" Tapi pak Andre nya sendiri perhatian banget sama Mbak Jihan, terus orangnya juga romantis ya mbak?".
" nah itu dia yang buat mbakmu ini mabuk kepayang sama duda beranak dua itu kamu tahu sendiri kan Mbak ini nggak pernah dekat sama lelaki tapi begitu mengenal duda itu kok malah menikah", Jihan kembali tertawa lebar.
" itulah jodoh Mbak, ternyata Mbak Jihan menunggu dudanya pak Andre selama ini pantas aja Mbak Jihan itu terlihat sekali menjaga jarak dengan cowok-cowok yang hendak mendekati Mbak Jihan ternyata....", Mutia dan Jihan mereka tertawa lebar.
" Ternyata apa, menunggu dudanya Pak Andre...", mereka berdua pun cekikikan.
" Siapa sih yang bisa nolak pesona Pak Andre, duda keren yang ramah perhatian dan romantis", ucap Mutia.
" Alhamdulillah bersyukurlah meskipun dapat duda sama Allah aku dikasih jodoh juga... jadi bisa merasakan nikmatnya surga dunia hahaha", Jihan kembali tertawa lebar.
" kamu sendiri kapan kenapa malah putus dengan Irfan?", setelah terbahak akhirnya Jihan pun berbicara dengan lunak pada Mutia.
" ya itu tadi belum jodoh Mbak, mungkin jodoh ku pun sama harus menunggu duda seseorang nan jauh di sana mungkin tah lah", ucap Mutia dengan nada bercanda.
" Hahaa... bisa jadi!, Ya sudahlah serahkan saja kepada yang kuasa semoga kamu secepatnya ditemukan jodoh yang mau menerima kamu apa adanya yang sayang dan perhatian pada mu juga Hilmi", ujar Jihan.
__ADS_1
" Iya Mbak Terima kasih doanya, Mutia juga berdoa semoga Mbak Jihan segera diberikan momongan agar melengkapi rumah tangga kalian meskipun sudah memiliki anak dari Pak Andre tapi jika Mbak Jihan kemudian memiliki anak pak Andre juga akan lebih senang".
Bersambung....