PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Hadiah kejutan....


__ADS_3

Siang harinya acara resepsi yang cukip meriah, hampir semua kolega pak Abdul diundang dalam pernikahan putra satu satunya tersebut.


Ada beberapa yang kurang mengerti pasalnya enam tahun silam pak Abdul juga menggelar pernikahan yang sangat meriah intuk putranya tersebut.


Namun, karena pak Abdul dan Arjuna sepakat untuk meminta doa restu kepada seluruh tamu undangan agar pernikahan kali ini bahagia selamanya doa tulus para tamu mereka mohonkan dengan sedikit membeberkan bahwa Arjuna pernah gagal dalam membina rumah tangga, bukan karena berselisih atau sesuatu hal selingkuh, itu bukansama sekali, namun yang terjadi karena takdir, dan saat ini Arjuna sudah memiliki satu anak, pak Abdul memberikan informasi itu pada para koleganya.


Rupanya keterbukaan itu membuat semua tamu mendoakan doa terbaik untuk kedua mempelai.


" Dulu memang istrinya kenapa kok pisah?", Tanya seorang tamu undangan pada temannya.


" Aku dengar terjadi kesalahan, istrinya salah masuk kamar sahabatnya, jadi istri sahabatnya salah masuk kamar pak Juna, namun akhirnya mereka mengambil jalan damai dan pisah, karena penganginnya tertukar", Jawab teman satunya.


" Uluh kasihan... kok bisa!, pantes sampai 6 tahun baru nikah lagi sepertinya trauma".


" Iya, sudah takdir, karena pasti mereka juga hati hati, dan rasanya juga mustahil, tapi terjadi".


" Kasihan, moga kali ini mereka bahagia".


" Aamiin ".


" Sstttt.... Jangan gosip, ayo cari stand makanan yang enak enak saja", Bisik teman yang lainnya dan mereka akhirnya mengambil menu sajian pesta tersebut.


Arjuna tampak sangat bahagia, meski ada sedikit yang mengganjal di hati karena semalam Aldi telpon tidak bisa hadir karena acara pernikahan mereka yang hanya membutuhkan 5 hari pwrsiapan itu sangat mendadak sehingga Aldi tidak bisa datang.

__ADS_1


" Hemm... Yank", Panggil Arjuna pelan pada Mutia karena takut jika istrinya itu akan marah jika dipanggil sayang.


Benar saja Mutia menoleh dengan cepat dan mata yang melebar serta terlihat galak.


" Maaf, Bunda... Ayah hanya kepikiran Aldi, seandainya dia melihat kita hari ini pasti ayah akan senang dengan kehadirannya", Ujar Arjuna pelan.


Mutia kembali menoleh, sorot matanya menelisik Arjuna, mencari kebenaran atas ucapannya tersebut.


" Ayah menginginkan mas Aldi atau mbak Luna?", Tanya Mutia tanpa basa basi.


Kali ini yang terkejut Arjuna bahkan saking terkejutnya dia hingga tercium card dari duduknya.


" Lho ya Aldi, masak Luna... Ayah malah tak ingat dia barusan Bun!", syarat mata Arjuna penuh dengan ketakutan, khawatir jika istrinya akan marah.


Senyum tipis terukir di bibir Mutia, " masak!", jawab Mutia dengan wajah masam.


" Hemmm.... masih di pelaminan kok kalian sudah bersitegang!", suara seseorang berdehem dan berbicara tepat di samping Arjuna membuat keduanya terbelalak tidak percaya dengan orang yang barusan berbicara tersebut.


Arjuna dan Mutia Bahkan mereka bersama-sama melotot tidak percaya dengan yang mereka lihat sekarang, orang yang menjadi topik pembicaraan mereka kini berdiri tegap dengan busana batik sarimbit dengan sang istri juga anak-anaknya nya sudah berada di atas pelaminan.


" Selamat ya mas bro, inilah yang menjadi doaku selama ini, doa kami, doa kami semua Amin ya Allah akhirnya terkabul mereka sekarang berada di pelaminan bersama.... Jaandaku!", Aldi merengkuh Arjuna dan berbisik ditelinga Arjuna dengan lirik ketika di perkataan jandaku.


" Haisstttt.... janda kembang kamu belum pernah tahu rasanya kan hahaaa... ", Arjuna terkekeh, " selamat ya sudah berhasil mengepreng kami", Arjuna pun membalas rengkuhan Aldi dengan sangat erat rasa bahagianya semakin sempurna dengan kehadiran sahabat yang sudah lama tidak bertemu ini.

__ADS_1


Aldi kemudian melepaskan rengkuhannya dan kini maju selangkah matanya tertuju pada Mutia.


" hai mantan istri ku.... Selamatnya semoga kamu bahagia, akhirnya doaku terkabul, insya Allah dia sudah tobat dan benar-benar menerima dirimu", Aldi tidak bareng tidak juga menyalami Mutia hanya mendekatkan dirinya saja dan berbicara di samping telinga Mutia dengan mata yang berkaca-kaca.


Ada rasa bahagia dan syukur karena akhirnya mantan istrinya Akhirnya berjodoh dengan sahabatnya namun jauh di relung hati yang paling dalam ternyata begitu kembali bertemu langsung dengan Mutia seperti ini di hatinya paling dalam di sudut yang paling jauh masih tersemat namanya.


Mutia mengangguk dengan cepat beberapa kali, " Iya mas terima kasih, Terima kasih Terima kasih semuanya terima kasih", Hanya kata-kata itu yang Mutia ucapkan berulang kali karena dadanya juga sesak ada gejolak dan rasa bersalah di masa lalunya yang masih tersimpan di hati Mutia.


Pemandangan yang tak kalah berbeda juga terjadi tepat di belakang Aldi.


Yakni Luna yang tengah berpelukan erat dengan Arjuna.


Bedanya jika Luna dan Arjuna mereka sudah sama-sama tidak ada rasa sedikitpun baik secara lahir maupun di dalam hati terdalamnya Arjuna sudah benar-benar melupakan Luna begitupun sebaliknya Luna sudah tidak ada rasa sedikitpun di hatinya untuk Arjuna semuanya telah dia berikan kepada Aldi.


Meskipun begitu, bukan berarti antara Aldi dan Mutia ada sesuatu, tidak sama sekali karena mereka sama-sama bisa menyimpan rasa itu.


Rasa yang tidak pernah terungkap namun tersimpan begitu dalam di antara keduanya seakan-akan mata mereka saling mengisaratkan untuk tidak mengeluarkannya dari hatinya dan akan mereka simpan dalam dalam rasa itu.


Karena bagi Aldi maupun Mutia rasa yang mereka miliki adalah rasa pertama dalam hidupnya bahkan sampai akad ijab qobul sehingga rasa itu sulit sekali dilepas baik Aldi maupun Mutia mereka merasa bersalah sehingga hanya bisa menyimpan rasa mereka jauh di relung hatinya.


" Selamat Mutia, aku yakin kamu memang pawangnya Arjuna deh, lihat saja aku sama dia itu pacaran cukup lama tapi aku nggak pernah bisa membuat dia bucin seperti dia bucin kepadamu Mutia, 6 tahun dengan setia Dia menunggumu, semoga selalu bahagia dan rukun ya doa tulus dari kami", setelah berpelukan dengan Arjuna kemudian Luna mengucapkan selamat pada Mutia dan memeluknya erat dengan sangat tulus.


" Terima kasih Mbak ... Terima kasih juga untuk kejutan yang sangat luar biasa ini, kami benar-benar percaya jika kalian tidak bisa datang dan aku lihat dari tadi Mas Arjuna terlihat sangat kecewa tapi lihatlah sekarang wajahnya benar-benar bahagia dengan sempurna", mereka berempat pun tertawa lebar telah mendengar ucapan dari Mutia.

__ADS_1


" Oke lanjutkan!, silakan menikmati hidangannya ya dan sekali lagi terima kasih ini hadiah kejutan yang luar biasa", ujar Mutia dengan tersenyum lebar dan mempersilahkan Aldi dan Luna serta kedua anaknya untuk menikmati hidangan makan siang mereka.


Bersambung.....


__ADS_2