PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Sedikit berharap


__ADS_3

Keesokan harinya saat di kantor Irfan nampak lesu namun begitu bertemu dengan Mutia senyumnya kembali terbit.


" Mutia bersabarlah menunggu restu dari kedua orang tuaku, Maaf aku tidak menyangka jika reaksi kedua orang tuaku akan seperti kemarin", mereka berdua berbicara sambil bekerja di ruangannya karena memang sedang tidak ada Jihan yang sedang cuti menikah.


" Lebih baik Mas Irfan mengenal dulu Andini jangan berusaha untuk menaklukkan hati kedua orang tuamu sebelum kamu mengenal Andini kenalilah dia dulu jika ada alasan untuk mas tidak menerimanya dan alasan itu masuk akal dan kuat silakan mas berusaha untuk mendekati ku kembali selagi aku juga belum mendapatkan seseorang namun aku tidak janji dengan berjalannya waktu", jawab Mutia.


" Jadi maksud kamu kamu meninggalkan aku dan tidak sabar untuk menunggu usah aku?", tanya Irfan jengah.


" Aku pasrahkan pada takdir jodohku Mas jadi aku nggak mau berjanji yang nanti tidak bisa aku tepati biarkan mengalir seperti air saja".


" Tapi aku belum mengenal Andini".


" itu tidak masalah, karena pasti secepatnya orang tua mas akan mengenalkannya dan membawa menemui Mas, Entah kenapa feelingku mengatakan jika Andini itu anak yang baik".


" Jangan ngada-ngada deh Mutia, orang kita belum sama-sama kenal, bilang saja kamu memang menghindar dariku tidak mau sabar menunggu usaha aku". Irfan berkata dengan wajah yang cemberut.


" Aku tidak mengada-ngada, tapi aku berharap Mas mau menuruti keinginan kedua orang tuamu, lebih baik Mas mencoba mengenalnya lebih dulu karena aku tidak akan pernah mau menikah tanpa restu orang tua karena nantinya orang tua suamiku akan aku sayangi sepenuh hati juga jadi aku berharap sebelum menikah mereka sudah merestui dan memberikan doa terbaik nya, Maaf Mas jangan terus terpaku pada hubungan kita, kita sudah selesai dan tanpa restu tidak mungkin hubungan kita berlanjut, mohon maaf kan aku Mas, maaaaafff", Mutia kembali meyakinkan Irfan bahwa hubungan mereka memang sudah benar-benar berakhir.


Sementara itu di tempat lain


Arjuna lelaki itu kini keadaannya sudah lebih baik bahkan dia sudah tidak terapi lagi kondisi kejiwaannya sudah dinyatakan pulih.


Dia sudah memegang sepenuhnya proyek hotel yang tengah dikerjakan nya, bahkan proyek sekolah sebentar lagi sudah akan selesai dan akan diresmikan.

__ADS_1


Arjuna sudah kembali menata hidupnya, sejak dia mengetahui jika Hilmi adalah darah dagingnya, hidupnya kini penuh semangat.


Kania yang sempat beberapa kali pulang ke tanah air untuk menemui dirinya, dan akhirnya mereka berembuk untuk mengakhiri hubungan pernikahannya dengan Arjuna.


pov Kania


Arjuna memasukin kamarnya dan mendapati sang istri tengah berbaring di atas tempat tidurnya dengan pakaian tidur sutra tanpa lengan dengan tali kecil di bahunya dengan kerah sangat turun ke bawah dan berbentuk v yang menampakan tonjolan di dadanya serta terlihat sangat pendek hanya sampai batas sedikit di bawah bokongnya saja.


Arjuna mengernyit heran dengan tingkah istrinya yang baru dua hari itu pulang dari luar negeri, karena selama ini mereka tidur terpisah Arjuna tetap tidur di kamarnya sementara Kania tidur bersama putrinya.


Melihat pemandangan seperti itu entah kenapa tubuh Arjuna tiba-tiba memanas, dia langsung menghambur menubruk sang istri dan menciumnya dengan sangat kasar bahkan tangannya pun sempat meremas dengan sangat kuat pada benda yang terlihat menyembul di dada istrinya itu.


" Arjuna Apa yang kamu lakukan, kau telah menyakitiku ini sakit sekali Arjuna, jika kau mau lakukanlah dengan pelan jangan seperti ini", ringis Kania menahan sakit di dadanya yang terasa benar-benar sangat ngilu dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Tidak usah pura-pura kamu Kania, aku tahu apa yang telah kamu butuhkan di minumanku tadi, kamu sangat sangat menginginkan ku untuk menyentuhmu?", Arjuna terus saja ******* dan mencumbui istrinya itu dengan kasar.


Awalnya Kania sangat tidak mau berpisah dari Arjuna, bahkan wanita cantik itu sempat merayu Arjuna dengan berbagai cara agar suaminya itu menjadi suami seutuhnya bagi dirinya.


Kania menganggap Arjuna tidak mau menyentuh dirinya karena sedang menjalani rehab tentang sakit psikisnya, dan berharap ketika sudah sembuh Arjuna bisa menjadi suami yang seutuhnya bagi dirinya.


Namun anggapan Kania ternyata salah, saat pulang ke tanah air hampir 3 minggu digunakan untuk merayu Arjuna bahkan sempat memberikan sedikit obat perangsang untuk suaminya itu itu agar mereka bisa melalui malam panjangnya.


Namun Arjuna kini pergi meninggalkan dirinya bahkan sudah hampir 3 jam lewat semenjak kejadian tadi kania masih menangis di atas tempat tidur Arjuna meratapi kebodohannya barusan namun Arjuna juga belum nampak kembali setelah dia meninggalkan kamarnya tadi.

__ADS_1


Kania akhirnya beringsut turun untuk menyusul putrinya yang Sudah terlelap di kamarnya.


Sesampainya di kamarnya Kania menyalakan lampu dan membuka bajunya melihat di cermin yang dari tadi ia ringis kan penasaran seperti apa bentuknya sekarang.


Benar saja ketika baju itu telah ya singkat nampaklah dadanya itu sedikit bengkak.


Kania tertegun memikirkan kejadian tadi Arjuna sepertinya benar-benar melecehkannya, menghinanya, merendahkannya, tanpa rasa belas kasih sedikitpun, bahkan dengan teganya Arjuna m****at bibirnya dengan sangat keras serta meremas dadanya hingga berbekas, akhirnya pun enggak ini terlihat bengkak dan merah.


Semenjak kejadian itu, Kania terus merenung dan kembali membaca beberapa poin surat perjanjian pra nikah nya bersama Arjuna.


Seminggu sebelum akhirnya dia kembali kenegara ya tempat ia bekerja akhirnya dia menemukan sebuah jawaban dari perenungan nya beberapa hari terakhir ini.


*


Sementara itu Arjuna selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan Hilmi sedikit demi sedikit Dia memberikan pengertian pada putranya bahwa dirinya adalah Ayah yang sesungguhnya meskipun bocah itu belum mengerti betul namun Arjuna tidak memaksakan.


Bahkan bocah itu pun bercerita sesuai porsinya jika Om Irfan nya tidak akan jadi ayahnya Karena Om Irfan nya dimarahin oleh Bapak sama ibunya nggak boleh jadi ayahnya Hilmi, begitulah kira-kira cerita bocah itu kepada Arjuna.


Mendengar cerita dari sang putra dalam hati Arjuna tersenyum, tapi hampir setahun mengenal Mutia Arjuna sebenarnya pesimis untuk bisa mendekati Ibu dari putranya tersebut.


Bagi Arjuna Mutia itu wanita yang sangat tinggi menjaga harga dirinya mengingat dia dulu pernah menolaknya mungkinkah Mutia punya samudra Maaf di hatinya untuk memaafkan perbuatannya dulu dan memperbolehkan Arjuna untuk mendekatinya nya.


" jika nanti malam ayah datang ke rumah Hilmi boleh?", tanya Arjuna hati-hati kepada sang putra.

__ADS_1


Hilmi menatap ayahnya kemudian tersenyum.


Bersambung.....


__ADS_2