PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Bertemu Kania


__ADS_3

" Haiii ", siapa seorang wanita yang sangat cantik berbadan tinggi dan berkulit mulus yang tengah menggandeng seorang gadis kecil pada Arjuna dan Mutia.


" Hah!", Arjuna nampak teramat sangat terkaget ketika mereka tengah berjalan setelah mengambil koper dan hendak menuju pada mobil jemputan nya.


" Hai mbak", meskipun terkejut namun Mutia dengan cepat menguasai diri kemudian membalas sapaan wanita tersebut.


" Kania kenapa kau berada di sini?", tanya Arjuna sedikit kikuk dengan menatap anak kecil yang tengah digandeng oleh Kania.


" yah aku sedari tadi melihat kalian ternyata kita menaiki pesawat yang sama", ujar Kania.


" Oh ternyata kamu juga habis dari Indonesia?", balas Arjuna kemudian.


" Yupz!, Begitulah!".


" rupanya kalian sudah menikah ya Apa ini momen untuk bulan madu kalian menuju negara ini?", tanya Kania.


" Ya, kami baru saja menikah 1 minggu yang lalu lebih tepatnya", jawab Arjuna dengan tersenyum lebar.


" Selamat, kok aku tidak dikabari?", ujar kania dengan nada kecewa.


" Acaranya hanya untuk keluarga saja dan rekan kerja", jawab Arjuna tanpa melihat ke arah Kanya matanya langsung tertuju ke arah Shaila.


" Haii Shaila", Arjuna menjawil dagu anak kecil itu dengan gemas seraya menundukkan badan.


Namun tanggapan anak kecil itu kemudian malah melipir ke kaki ibunya dan bersembunyi di belakangnya.

__ADS_1


" Oh, sebegitunya kamu ingin membuangku Jun, hingga tak menganggap aku lagi", ucap Kania.


" Sudah dibilang aku Hanya mengundang keluarga serta rekan bisnis dan kamu tidak termasuk diantaranya, Aku harap kamu mengerti", acara Arjuna pernah ada dingin dan tidak menetapkan nya sama sekali.


" Sini!, apa kamu lupa? ini ayah", Arjuna kemudian berjongkok untuk mensejajarkan dengan gadis kecil itu seraya merentangkan kedua tangannya.


Gadis kecil itu pun menggeleng gelengkan kepalanya dengan cepat dengan wajah memerah sepertinya sudah tidak mengenali Arjuna..


" Shaila sayang ini Ayah Arjuna, lupa ya?", kan ia pun kemudian menunduk untuk memberitahu sang Putri.


Namun gadis kecil itu pun hanya menatap Arjuna sejenak dan tetap mengibaskan kepalanya.


" tuh kan Jun, Putri kita tidak mau mengenalimu, mungkin dia kecewa karena kamu meninggalkannya lebih tepatnya meninggalkan ibunya dan memilih wanita lain", ucapkan ia melirik pada Mutia yang membuat mutiara otomatis langsung tertunduk.


Sementara itu mata Arjuna langsung melotot lebar mendengar perkataan dari Kania yang sedari tadi ia hindari karena malas menatap mantan istrinya tersebut.


kemudian Arjuna berdiri dan merengkuh pundak Mutia dengan mesra.


" Oke Sheila, Om duluan ya, karena ounti Mutia sudah capek dan ingin segera istirahat sampai jumpa sayang, aku duluan Kania", ujar Arjuna meskipun dongkol namun menampakan sedikit keramahan untuk menekan emosinya.


" Kami duluan ya mbak, sampai jumpa gadis cantik dadah Assalamualaikum", Mutia kemudian menganggukkan kepala dengan tersenyum ramah pada Kania dan juga menoel pipi gadis kecil tersebut sebelum akhirnya dibawa oleh Arjuna menuju tempat mobil jemputannya yang telah menunggu.


" Jangan diambil hati ya yank, ucapan dari Kania tadi, sungguh meskipun aku dan dia menikah hampir 2 tahun tidak ada kesepakatan sedikitpun diantara kami untuk menjadi pasangan yang sesungguhnya, ini aku hanya menolong itu saja. sebelum aku bertemu denganmu aku pun berusaha untuk menaruh rasa padanya karena bagaimanapun dia adalah istriku, Namun nyatanya depresiku makin hebat, setiap mata ini terpejam hanya wajahmu yang sendu yang selalu terbayang sedikitpun aku tidak pernah bisa membayangkan wajah Kania meskipun ada di depan mataku", ujar Arjuna panjang lebar menjelaskan kepada Mutia setelah mereka berada didalam mobil dan berbasa basi dengan drivernya.


Sungguh saat ini Arjuna tidak mau merusak momen Honeymoonya lebih baik menahan emosinya karena momen ini yang sudah dia tunggu-tunggu akan terasa hambar karena kesalahpahaman yang terjadi setelah bertemu dengan Kania barusan.

__ADS_1


" Aku hanya merasa tidak enak dengan mbak Kania Mas, Aku merasa seperti seorang pelakor", ujar Mutia sendu.


" please jangan berkata seperti itu, Aku menikah denganmu karena aku mencintaimu dan aku mau sembuh dari depresi ku karena kamu satu-satunya obat dari sakit itu, jika aku lanjutkan pernikahanku dengan Kania maka kesembuhan itu tidak akan pernah aku dapat, yang ada aku malah semakin gila", Arjuna terkekeh lebar telah mengakhiri perkataannya.


" Tapi kasihan mba Kania tadi sepertinya dia sangat merindukanmu namun mengatasnamakan Shaila padahal aku tahu itu sesungguhnya hanya alibi", ujar Mutia dengan menatap lurus kedepan membayangkan wajah Kania barusan.


" Haissttt..... bahkan anak kecil itu pun sudah tak mengenaliku tapi baguslah meskipun aku sebenarnya sangat menyayanginya tapi untuk kebaikan kita bersama memang sebaiknya dia tidak mengenaliku", jawab Arjuna.


" Sebetulnya Bapak bocah itu siapa sih Mas kenapa mba kania tidak berjuang untuk mendapatkan perhatian dari bapak biologis dari Sheila?", akhirnya pertanyaan itu Mutia lontarkan Karena penasaran.


" Jelasnya Aku tidak tahu yank, awal nikah aku tanya siapa bapaknya namun Kania diam saja tidak mengaku tapi setelah berjalan lebih dari 1 tahun dan dia melihat aku begitu menyayangi putrinya dan dia tetap tidak memberi tahu bapaknya tetapi aku seperti mengenali wajahnya itu ada sebagian dari wajah Bapak biologisnya dan aku kenal ", ujar Arjuna.


" Siapa memangnya teman sekolah kalian?", tanya Mutia penasaran.


" lebih tepatnya kakak kelasku dia dulu terkenal ketua geng di sekolahan juga suka menggerakkan tawuran seperti itu namun di balik ke berutalannya itu prestasi dia juga lumayan terutama dalam olahraga basket dia kaptennya", Arjuna menjelaskan pada Mutia sebelum akhirnya mereka sampai di loby hotel tempat mereka akan menginap.


" Terima kasih uncle", Arjuna dan Mutia memberi ucapan pada sang driver ketika mereka sudah sampai hotel.


" Aku mau regristasi dulu yank", Arjuna menonton Mutia dengan mesra menuju resepsionis.


" Alhamdulillah.... Terima kasih Mas kamu membawaku ke tempat ini, tempat yang jauh dari negeri kita yang tidak pernah terbayangkan dalam mimpiku sekalipun", ujar Mutia ketika mereka sudah sampai di dalam kamar mereka.


" Bagaimana? Cape?", mendapat ucapan terima kasih dari sang istri Arjuna pun kemudian merengkuh mutiara dari belakang dan mencium puncak kepala lalu dengan gemas.


" Ya lumayan, sebaiknya kita langsung mandi atau pesan makan dulu?", tanya Mutia.

__ADS_1


" Mas sudah pesan beberapa makanan tinggal tunggu diantar ke sini, sebaiknya kita menunggu makan dulu baru sesudah itu kita mandi", jawab Arjuna seraya melepaskan jaket yang ia kenakan.


Bersambung....


__ADS_2