PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Dinner


__ADS_3

Arjuna dan Mutia masih terlelap dalam tidurnya meski saat ini waktu hampir menunjukkan jam 5 sore.


Iya tadi kedua orang tua Arjuna dan juga Hilmi serta Tristan check out jam 1 siang dan setelah mereka pulang sepasang pengantin baru ini terlelap dalam tidur siangnya nya hingga hari menjelang gelap.


" Huffffttt.... Mas udah mau magrib lagi, kita hampir kehabisan waktu ashar nih bangun yuk", Mutia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu beruntungnya mereka tidak melakukan olahraga ranjang saat tidur siang ini.


Mereka hanya tidur siang karena benar-benar kelelahan atas aktivitas mereka satu malam.


" Oh, Astaghfirulloh.... ", Arjuna pun mengerjapkan matanya dan berusaha untuk membuka lebar-lebar serta bangun dan menyusul mutiara untuk ambil air wudhu.


Satu hari satu malam Mutia menjadi istri Arjuna, lelaki yang sebetulnya tidak begitu Mutia tahu tentang kepribadiannya dan kebiasaan sehari-hari nya.


Yang Mutia tahu suaminya ini lelaki yang sedikit berbicara seperti dirinya tidak pandai bergaul, jika menatapnya tajam sekali, namun dia adalah seorang pemimpin perusahaan yang cukup karismatik.


Mutiara tidak pernah menyangka jika Arjuna cukup religius tidak terkesan seperti seorang pemimpin yang hidupnya hanya kerja kerja dan setelahnya mencari hiburan dengan mendatangi klub malam sepulang dari kantor.


Beberapa kali Arjuna mengunjungi dirinya di rumah kontrakan Mutia cukup hafal kebiasaan Arjuna yakni berusaha salat tepat waktu.


" Mas dari kecil sudah berusaha untuk salat tepat waktu seperti saat ini kah?", tanya Mutia kangen suara pelan dan sedikit agak Tidak enak hati.


" Tidak sama sekali, Mas seperti ini harus telah mengenalmu Mutia, hikmah dari depresi yang aku alami adalah mendekatkan diri, karena gila kewarasanku menurun Ibu akhirnya membawaku pada seorang ustadz yang banyak mengajariku tentang ilmu agama, karena 2 tahun aku berobat tidak ada perubahan sama sekali, mungkin Ibu putus asa sehingga dia membawaku ke seorang ustaz dan ya alhamdulillah, meskipun aku nggak pintar tentang ilmu agama paling tidak 5 waktu selalu aku jaga itu saja, belum bisa lebih, maaf ya jika suami mau ini bukan imam yang baik untukmu dan juga untuk Hilmi", Arjuna menjawab sejujur-jujurnya apa yang dialami selama ini.


" Oh tidak masalah, kita bisa belajar sama-sama, bisa saling mengingatkan, dan tentunya Mas dan aku akan membimbing anak-anak kita agar mereka kelak lebih mengerti lebih pintar dan lebih paham agama daripada kita".


" Terima kasih sekali lagi karena kamu sudah mengerti dan menerima kekuranganku ini".


" Aku juga tidak mengerti dan paham banyak tentang agama Mas, tetapi berharap setiap hari ada ilmu yang menambah pengetahuan kita".


" Aku tidak mengerti banyak ilmu agama tapi yang pasti mas akan setia bertanggung jawab dan juga melindungi kalian dan insya Allah cukup hanya dirimu tidak ada wanita lain dalam rumah tangga kita hingga maut memisahkan, Mas sangat berharap kamulah nanti bidadariku di surga nya Allah, Aamiin ".


" Aamiin ".


" Siap-siap yuk kita cari makan di luar".


Dan saat ini kami sudah berada di sebuah gedung yang cukup tinggi, sebuah resto diatas ruhtop diatasgedung berlantai 20.

__ADS_1


Dari sini kita bisa melihat pemandangan kota di malam hari dengan kerlap kerlip lampu yang menghiasi malam bak bintang yang bersinar.


" Wah indah sekali mas", Seruku mengagumi keindahan kota dimalam hari.


" Lihat mas, iihhh.... kenapa malah lihatin aku terus sih!", Aku kesal dilihat terus tetusan oleh lelaki yang baru sehari semalam sah menjadi suamiku.


" Iya indah banget.... Sangat indah", Mata mas Arjuna menatapku dengan tatapan sayu tanpa berkedip.


" Apaan sih!", Telapak tanganku ku julurkan untuk menutup matanya yang tengah menatapku, ada rasa ngeri melihat tatapannya saat ini


Dia tidak menyingkirkan kedua telapak tanganku tetapi malah tangannya memegang pergelangan tanganku dengan lembut dan iburnya mencium tanganku yang masih menempel diwajahnya.


" Iihhh!", Suaraku sedikit menjerit geli.


" Hahahaaa... Makin gemes mas yank!", Ujarnya kembali menatapku setelah terbahak dan aku melepaskan telapak tanganku dari wajahnya.


" Apaan sih, nyebelin seperti ABG aja, kita itu pasangan dewasa mas jangan aneh aneh deh, malu tahu!", Ujarku dengan gerutuan dan bibir manyun.


" Yank!, Maafin mas ya, mas menyesal berat jika begini, kenapa dulu aku egois banget sih, ga mau tanggung jawab menikahi kamu, kenapa aku tidak bisa seperti Aldi, kenapa ya padahal saat melepas Luna akupun ikhlas, tapi mataku seakan tertutup tidak mau melihatmu", Ucap Arjuna sendu meski panjang lebar tapi tersirat jelas penyesalan yang dalam.


" Dulu waktu jadi istrinya Aldi apakah dia juga memberikan nafkah lahir meskipun kalian berjauhan dan disana ada Luna?".Tanya Arjuna dengan pandangan mata jauh.


" He-em!, ", Mutia mengangguk mantap dengan mata terus memandang Arjuna.


" Berapa lama?".


" Hemmm, hampir dua tahun", Ucap Mutia.


" Gimana rasanya saat kalian akhirnya memutuskan untuk berpisah?".


" Hmm, selayaknya pasangan yang akan berpisah mungkin, Aku tidak tahu pasti apa yang dirasakan mas Aldi tetapi jika perasaanku saat itu ya... Sedih, meskipun sudah siap mental tetapi tetap rasa kehilangan itu ada, tapi kita menikah hanya satu tahun mas, mas Aldi memberiku nafkah hingga Hilmy berusia satu. tahun, hingga aku lulus kuliah pokoknya".


" Oh!, Kamu cinta banget ya sama Aldi?".


Mutia menggelengkan kepala, tidak mau bohong sama Arjuna tetapi Mutia tahu rasa yang pernah ada itu sudah dia kubur dalam dalam semenjak Aldi telah resmi menikah dengan Luna dan dia juga hamil anak Arjuna.

__ADS_1


" Kenapa, mas cemburu?", Mutia memiringkan kepalanya seraya tersenyum tipis menatap Arjuna dengan menggoda.


" Sssttthhh.... Tidak! ", Jawab Arjuna ketus seraya memalingkan wajahnya.


" Permisi", Pelayan mengantar pesanan mereka.


" Terima kasih ", Mutia memandang menu pesanan Arjuna setelah pelayan mempersilahkan dan pamit meninggalkan mereka.


" Sini", Arjuna menarik menu milik Mutia yakni beef tenderloin steak.


Arjuna memotong motong daging milik Mutia agar istrinya itu tinggal menikmati saja tidak perlu memotongnya lagi.


" Silahkan makan istrin kesayangan ku".


" Tetima kasih suami ku".


Mereka sama sama tersenyum sebelum menikmati makan malam mereka


" Kok menunya beda sih mas?", Tanya Mutia melihat Arjuna memesan big kebab.


" Tadi maunya steak juga, yang daging kambing tetapi mereka kehabisan stok yang daging kambingnya adanya kebab isi daging kambing, mau?".


" Hemm", Mutia manggut.


Arjunapun menyuapi istrinyaa dengantelaten dan Mutia juga menyuapi Arjuna dengan mrnu miliknya.


" Kalau belum kenyang boleh pesan lagi yank".


" Kalau aku knyang banget mas, namun jika mas masih mau lagi silahkan pesan lagi saja".


" Kita pesan es krim saja ya, tapi harus ikut makan kamu, oke!".


Mutia hanya manggut setuju.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2