
" Pa, aku ke toilet dulu", pamit Luna kepada Aldi.
" Ikut ma", dua anak gadisnya pun ternyata punya hajat yang sama.
" ya ", jawab Aldi.
" Oma, Aku mau cuci tangan", Hilmi menarik tangan Omanya untuk mengantarkan cuci tangan dan Kenzo pun mengikuti Oma dan Hilmi.
" Mutia, Kamu apa kabar? Aku dengar kamu sudah bekerja?", ternyata keadaan mereka yang berdua digunakan Aldi dengan sebaik mungkin untuk berinteraksi dengan ini.
" Alhamdulillah Mas aku baik, seperti yang kamu lihat aku dan Hilmi sehat, Iya dan alhamdulillah Sekali lagi saya sekarang sudah bekerja, terima kasih ya Mas untuk bantuannya selama ini semoga Allah yang membalas semua kebaikan Mas pada diri saya Dan juga Hilmi", ucap Mutia dengan tulus
" Aku ikut senang mendengarnya, kamu sehat Hilmi juga bertumbuh dengan sangat baik dan kamu sudah bekerja, tidak perlu berterima kasih kepadaku memang sudah kewajibanku untuk memberikan nafkah kepada istriku justru aku minta maaf, karena pada akhirnya aku memilih Luna dan melepaskanmu", ujar Aldiano dengan perasaan yang tidak bisa dipungkiri ada rasa sedih di dalam hatinya.
" aku sangat memaklumi dan sangat mengerti Mas tidak perlu Tidak enak hati kepadaku justru aku yang berhutang banyak di sini, Aku hanya bisa berharap dan berdoa semoga apa yang telah Mas korbankan untukku diganti dengan yang lebih baik", Mutia tersenyum tipis padah Aldi.
Aldi menatap Mutia dengan perasaan yang tidak bisa dijabarkan oleh hatinya, jauh di dalam hatinya sana sejak dikenalkan oleh tante Mery dengan Mutia dan mereka dijodohkan Aldi langsung jatuh hati pada Mutia namun takdir berkata lain dan Aldi harus menyimpan kembali rasa itu rapat-rapat dalam hatinya dan berusaha untuk menerima Luna.
" Apakah Arjuna sudah tahu jika dia memiliki seorang putra darimu? kalian sudah bertemu?", tanya Aldi dengan hati-hati.
" ya, kami dipertemukan melalui pekerjaan yang sekarang sedang menjadi proyek perusahaan kami, perusahaan kami bekerjasama dengan PT AMM", jawab Mutia.
" Oh my God, terus gimana reaksinya, yang aku dengar selama 5 tahun ini dia depresi berat?", Tanya Aldi penasaran dan sangat terkejut dengan kabar bahwa Arjuna telah mengetahui keberadaan Mutia dan Hilmy.
" Terus? Apa yang terjadi selanjutnya sudah berapa lama Arjuna tahu?", Aldi bertanya dengan sedikit menggebu menandakan jika dirinya sangat penasaran.
" Ya.... Dia meminta maaf, hemm.... tiga bulan terakhir ini, dia berusaha menemui Hilmy namun terakhir bertemu aku ancam, jika dia terus mendekati kami maka aku bilang jika aku akan menghilang darinya lebih jauh dan dia tidak bisa lagi melihat kami, dan... sudah seminggu ini dia tidak menemuiku tetapi sekretarisnya sering mengirim pesan memintaku untuk bertemu, namun aku abaikan", Jawab Mutia.
" Yang aku dengar kemarin aku sempat berkirim kabar dengan bu Aryanti jika Arjuna seminggu ini sedang di rawat, depresinya kambuh dan kali ini lebih berat dari sebelumnya, itu saja yang bu Aryanti cerita dia tidak bercerita jika Arjuna telah menemukanmu", Ujar Aldi menceritakan beberapa hari yang lalu sebelum berangkat dia menyempatkan telepon dengan Arjuna namun yang bicara ibunya.
" Oh begitu, biarkan depresi di buat sendiri, nyesel dia telah mencampakkan Ara ku dengan semena-mena, dia pikir Mutiara adalah gadis biasa, huhh...", Bu Mery langsung menimpali prmbicaraan mereka setelah dari cuci tangan.
__ADS_1
" Sudah lah buu.... Aku sudah berusaha untuk berdamai dengan takdirku", Mutia tertunduk, tidak. bisa meluapkan rasa sesak dihatinya dan memilih untuk diam dan mrnerima keadaan.
Aldi tahu sesungguhnya mutiara adalah wanita seperti pada umumnya "rapuh" tetapi jalan hidupnya yang menempa dirinya untuk jadi wanita yang kuat seperti saat ini.
Menatap Mutia dalam keadaan seperti ini ada rasa perih dihati Aldi, rasanya ingin merengkuh tetapi apa daya, semuanya tidak mungkin, wanita yang masih dia simpan dalam diam dihatinya itu selalu disetiap doanya hidupnya sungguh membuat terkadang kewarasannya tidak terima dan ingin melindungi.
" Aku menyesal menceraikan kamu tidak menunggu sampai kamu menemukan pria yang baik untuk jadi teman hidupmu", Bathin Aldi menjerit.
" Kenapa cuma aku yang bisa hidup tenang dan melanjutkan hidup bahagia bersama Luna, tetapi kenapa kamu masih seperti ini mantan isttiku", Hati Aldi benar brnar meronta dan kesal dengan semua yang terjadi pada hidup Mutia.
" Haiii.... putra papa yang tampan, katanya sudah sekolah ya?", Aldi meraih Hilmy dan memangku serta menciumi bocah itu dengan gemas, hatinya tergugu menangis tapi ia tahan sedemikian agar tidak keluar cairan bening itu.
" Iya ", Jawab Hilmy seraya menunduk masih sedikit malu pada Aldi.
" Kalau bunda kerja terus Hilmy tinggal dengan siapa?", Tanya Aldi.
" Dari bayi dia dititpkan di daycare, tante sudah membujuk bundanya untuk ditaruh di rumah tetapi ya gitu Mutia mana mau merepotkan orang, padahal aku merasa senang biar Kenzo ada teman", Sahut tante Mery.
Mendengar jawaban dari tante Mery hati Aldi makin diremas remas, dia hanya diam tak bisa berkata-kata terlalu sakit mendengarnya.
" Papaaa....", Artika langsung menghambur kearah Aldi yang masih memangku Hilmy.
" Haii.... kok lama ketoiletnya?", Tanya Aldi.
" Iya waktu sudah mau balik dari toilet, adik Arsy minta p*p jadi ngantri lagi", Jawab Artika.
" Oh ya sudah sini gabung sama kakak kamu Hilmy, kalian harus saling menyayangi ya, karena kalian ini saudara", Ujar Aldi lembut pada putrinya.
" Iya pa ", Jawab keduanya.
" Kok Adik lagi ketoiletnya?", Tanya tante Mery.
__ADS_1
Yang ditanya hanya tertawa saja tidak menjawab.
" Setor dulu dia", Jawab Luna.
" Kalian mau lama kandi sini?", Tanya tante Mery.
" Ya .. 2 mingguan Tan, kalau lama lama kasihan kafe kita", Jawab Luna.
" Ga ada niatan balik ke negri ini?", Tanya tante Mery lagi.
" Nanti dipikirkan kembali karena papa mama dan juga orang tua mas Aldi maunya kita disini saja", Jawab Luna lagi sementara Aldi masih sibuk dengan ketiga anaknya.
" Mut, boleh Hilmy bersama aku hari ini? Nanti sore aku antarkan ke rumah tante?", Tanya Aldi.
" Hemmm ... Habis dari sini memangnya kalian mau kemana?", Tanya Mutia.
" Mau ke rumah sakit jenguk teman", Jawab Luna.
" Jangan lah kalau dibawa ke rumah sakit mah, biar Hilmy di rumah saja main dengan Kenzo", Tante Mery langsung mencegah.
" Iya tidak usah, besok saja sebelum mas dan kak Luna pulang kita ketemuan lagi saja, iya ya bu?", Mutia minta dukungan bu Meri atas keputusannya tersebut.
" Ya begitu saja juga boleh", Jawab tante.
" Ya sudah, kita lanjut ke rumah sakit, sampai ketemu lagi lain hari putra papa yang ganteng", Aldi mencium Hilmy dengan lembut .
" Iya papa... Mama", jawab bocah itu menyalami Luna juga.
" Kakak ga ikut kami?", Tanya Artika cemberut.
-
__ADS_1
-
Bersambung...