
Arjuna sedikit uring-uringan hari ini, pasarannya baru saja menikmati 3 hari bulan madu di negeri kincir angin namun malah mendapati istrinya berhalangan.
di kamar hotel tidak bisa melakukan kegiatan yang seharusnya pasangan suami istri lakukan jika berbulan madu akhirnya mereka memilih berkeliling hingga ke beberapa kota dengan menggunakan kereta.
Arjuna dan Mutia melakukan kegiatan ini selain untuk melihat-lihat dan mengenal lebih jauh tentang negara yang pernah menjadi menir di Indonesia itu, juga ingin menikmati beberapa kuliner asli negara itu.
Dan hari ini Mutia menginginkan mereka berjalan-jalan di kebun bunga tulip dengan beraneka warna yang sangat luas.
Tak lupa mereka juga menyewa seorang fotografer untuk mengambil beberapa gambar dan mengabadikan momen-momen mereka berada di kebun tulip tersebut.
" ini untukmu cintaku, sayangku, istriku, Ih hou van je, i love you Mutiara Nuraini ", Arjuna berjongkok didepan Mutia dengan memberikan seikat bunga lili berwarna putih dan juga merah.
Dan momen itu pun langsung diabadikan oleh fotografer dengan banyak jepretan terlihat sangat indah dan romantis.
Mutia yang tidak menyangka jika suaminya akan melakukan hal itu pun sangat kaget dan terbengong.
Mulutnya sampai menganga dan kemudian kedua tangannya pun menutup mulutnya yang terbuka lebar karena terkejut.
Namun bukannya menjawab Mutia yang menutup mulutnya dengan tangan itu matanya nampak berkaca-kaca dan bulir bening itu menetes dengan beras dari sudut kelopaknya.
" Maaf, maafkan aku sayank, terima kasih untuk sudah menjadi istriku, tetima kasih sudah melahirkan Hilmy, terima kasih untuk semua ketangguhanmu dalam membesarkan Hilmi, mengandung dan melahirkan seorang diri, maaf maafkan maafkan aku", Arjuna masih berlutut di hadapan Mutia dengan mendongakkan kepala menatap wajah sendu yang juga deras dengan air mata milik Mutia dan Arjuna pun juga menitikkan air Mata Di sana.
untuk beberapa saat Mutia benar-benar blank tidak tahu harus menjawab apa karena bagi Mutia semuanya sudah jelas dia sudah memaafkan dia sudah bisa menerima bahkan saat ini dia sudah menjadi istri sah dari seorang Arjuna haruskah suaminya itu mengungkapkan lagi Dan lagi tentang kata-kata itu?
" Maafkan aku Dan terimalah bunga lili berwarna putih ini, melambangkan ketulusan cintaku, kesetiaan yang abadi yang takkan pernah bisa tergantikan dan yang merah bagiku ini melambangkan kebahagiaan ku yang begitu besar karena telah bisa memilikimu", ucap Arjuna dengan suara yang bergetar.
__ADS_1
Mutia terisak satu tangan kirinya masih membekap mulutnya namun tangan kanannya terulur untuk menerima seikat bunga lili yang tampak indah tersebut.
" Terima kasih suamiku, i love you more, jangan minta maaf terus dong! Aku di sini karena sudah memaafkan dan menerimamu apa masih belum jelas!", jawab Mutia dengan terisak dan mulut yang yang tampak cemberut.
" Kok malah cemberut, gak suka ya suaminya romantis begini?", ujar Arjuna dengan terkekeh dan berusaha bangkit untuk mendekat sang istri yang masih terisak.
" Bukan marah, tapi terharu sekaligus sebal, habisnya minta maaf minta maaf terus, kan jadi teringat dulu waktu sengsara", jawab Mutia dengan memukul lembut dada sang suami.
" He he he Ya maaf, tidak mudah yank aku akan selamanya merasa bersalah padamu, Aku sangat menyesal tahu, Aku makin Cinta sama Kamu, jangan nangis lagi lah", Arjuna mendekati istrinya dengan terus menggoyang-goyangkan dan mengusap kepalanya dengan lembut.
" Heee!!! kalian romantis sekali membuat aku iri saja tahu nggak sih, jadi terharu aku juga!", seru fotografer yang mengabadikan mereka, rupanya fotografer tersebut juga ikut menangis karena terharu melihat adegan di depannya yang begitu romantis.
" Sudah ada pasangan belum?", tanya Arjuna pada fotografer tanpa melepas pelukannya pada Mutia.
" Nah itu, aku masih belum mendapatkannya, aku masih single bro", jawabnya terkekeh seraya mengusap sudut matanya yang mengeluarkan rebusan air bening.
" Haa haaa... pasti suatu hari nanti akan aku dapatkan tetapi untuk saat ini memang aku lebih fokus dalam studi saja, hidup di negeri orang terkadang terasa sepi jadi ingin secepatnya selesai dan kembali pulang".
" Semoga dimanapun kamu nanti akan mendapatkan pasangan yang baik tulus tetap bisa memberikan ketenangan", sahut Arjuna kembali.
Arjuna pun kemudian melepaskan pelukannya pada istrinya dan mereka bertiga duduk santai di atas rumput sambil memandangi indahnya bunga lili yang berwarna-warni seraya mengobrol santai.
" Disini juga banyak warga negara kita kan?", tanya Mutia.
" Banyak Mbak, bahkan salah satu kelebihan berada di negara ini adalah karena kita bisa dengan mudah mendapatkan makanan khas Indonesia, karena banyak sekali warga Indonesia yang membuat resto dan makanan negara kita di negeri ini, yah meskipun rasanya sedikit berbeda menyesuaikan juga lidah orang sini".
__ADS_1
" Jadi kamu di sini sekolah?", tanya Arjuna.
" Iya Pak, Saya sekolah di sini dengan beasiswa, makanya saya mengambil bekerja menjadi fotografer seperti ini untuk menambah uang saku saya".
" Baguslah! selain menjadi juru potret seperti ini apalagi kegiatan yang bisa kamu lakukan untuk menambah uang saku?", tanya Arjuna kembali.
" Jika tidak ada orderan memotret saya bekerja di sebuah restoran menjadi tukang cuci piring atau apa saja", jawab fotografer yang bernama Gani tersebut.
" Semangat! tidak masalah apapun pekerjaanmu di sini yang jelas belajarlah dengan serius manfaatkan kesempatan dan waktu yang tidak pernah bisa diulang kembali", Arjuna memberikan sedikit petuahnya kepada Gani.
" Oke kita cari makan yuk", Arjuna beranjak berdiri dan membantu Mutia untuk berdiri dari duduknya juga kemudian mereka berjalan ber 3 untuk mencari tempat makan yang tidak jauh dari taman bunga tersebut.
Mutia menikmati pemandangan di sekitar area kebun bunga tulip, Di sana juga ada sebuah resto yang menyediakan makanan dan minuman untuk para pengunjung kebun tersebut.
" mau apa?", tanya Arjuna pada Mutia yang masih memilih beberapa pilihan menu untuk dirinya.
" Mau minuman yang hangat, dingin banget di sini", jawab Mutia seraya menunjuk kopi latte minuman yang menjadi pilihannya.
Arjuna kemudian memesan 3 buah waffle, 1 buah kopi latte, 2 buah cappucino serta beberapa menu lainnya untuk dinikmati bertiga.
" Hari ini cuacanya cukup bicara saja angin yang cukup kencang, begitulah cuaca di negara ini", ujar sang photo grafer.
" Iya, beruntung kami datang kesini dalam cuaca yang cukup cerah", Ujar Arjuna seraya mengedarkan pandangan sekeliling.
Bersambung.....
__ADS_1
Mohon maaf ya.... telat up, maklum disambil menjahit baju untuk lebaran dongππππππ€π€π€