PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Janda kembang


__ADS_3

" Selamat ya Mbak dan Mas Andre semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah", Rian dan Mutia memberikan ucapan kepada kedua mempelai yang tengah berbahagia.


" Aamiin .... Terima kasih semoga kalian segera menyusul ya", jawab Jihan dengan terkekeh namun penuh harapan tulus untuk kedua teman kerjanya di depannya ini.


" Haissttt.... masih harus berjuang nih Mbak, minta restu dulu kepada kedua orang tuaku", jawab Irfan setengah berbisik kepada Jihan.


" jika kalian berjodoh insya Allah direstui namun jika tidak direstui ya berjuang namun jika sudah berjuang ternyata tidak juga ya kalian harus bersabar mungkin kalian hanya di takdirkan untuk berteman saja Tapi doaku semoga direstui secepatnya", Jihan setengah berbisik bola kepada Andre.


" Iya mbak".


" Selamat ya Pak bro Andre.... semoga lancar malam pertamanya", Irfan berbisik pada Pak Hendri dengan terkekeh yang bisa mudengan keken pula oleh Pak Andre.


" Nah itu paling penting itu", Jawab pak Andre tertawa lebar " maklum sudah hampir 3 tahun menduda nih", kekehnya kembali.


" Sudah dicek belum?", bisik Irfan kembali.


" Di cek apanya?", tanya pak Andre sedikit tidak paham tentang ucapan Irfan.


" Senjatanya! Tiga tahun nganggur takutnya karatan bro", Irfan terkekeh lebar.


" Ngawur kamu!, dia masih gagah perkasa suka diasah sendiri", jawaban dari tertawa lebar.


" Waduuhh... gak ada lawan, nah nanti dapat lawan tuh.... yang masih tersegel rapi harus hati-hati memperlakukannya jangan sampai retak sedikitpun", Irfan menyenggol lengan Pak Andre sambil terkikik geli.


" Huh!!? kamu ini kaya yang sudah tahu rasanya saja.... buru-buru tuh cepat lamar Bu Mutia entar keburu di ambil orang jangan hanya dipacarin mulu di pepet terus kemudian di nikah, Masa Aku aja udah dua kali kamu belum pernah sama sekali jangan kebanyakan mampir ke warung!", gempal Pak Andre kembali terkekeh.


" Tidak bisa! Tak ada cerita jika aku doyan ke warung punya aku pun masih tersegel bro.... demi Ibu Mutia janda kembang idaman", jawab Irfan kali ini dia suara sangat pelan di dekat telinga Andre yang langsung membuat Andre tertawa lebar.

__ADS_1


" Huaaahahaaa.... janda tapi menawan bro", jawab Pak Andri kembali berbisik ditelinga Irfan.


" Nah itu dia, biarpun janda asalkan setia tak mengapa", mereka berdua pun kemudian tertawa lebar.


" Sekali lagi selamat Mas bro dan Mbak Jihan doa terbaik untuk kalian semoga sampai kakek nenek dan maut memisahkan cinta kalian maaf besok lagi disambung obrolan kita itu tamu Sudah antri panjang". Irfan dan Mutia kemudian pamit dari pelaminan tersebut.


" Iya silahkan cicipin semua hidangan kami, Terima kasih atas doanya semoga kalian menyusul dengan secepatnya dan dilancarkan semua niat baik kalian amin", sahut Pak Andre dan Jihan sebelum akhirnya Mutia dan Irfan turun dari pelaminan.


Iya akad nikah Pak Andre dan Bu Jihan kemudian dilanjut resepsi hari itu juga menyambung tidak terjeda untuk mempersingkat waktu.


Dan hal itu membuat Mutia dan Irfan berada di acara tersebut hingga hampir 3 jam lamanya namun sebelum acara usai mereka sudah berpamitan karena Irfan akan membawa Mutia untuk diperkenalkan kepada kedua orangtuanya.


Dan kini madya dan Irfan serta Hilmi sudah berada kembali di mobil untuk melanjutkan perjalanan ke rumah orang tua Irfan.


Hati Mutia dagdigdug ada rasa takut, malu dan gemetar menjadi satu.


" Iya, ada apa?", tanya Irfan sedikit terkejut.


" Nerves Mas, grogi!", jawab Mutia seraya mendengarkan giginya.


" tarik nafas dalam-dalam kemudian buang.... rileks, jangan grogi Ibu ku takkan menerka mu ataupun Hilmi", Irfan terkekeh.


" Sebelumnya Mas Irfan sudah pernah membawa cewek terus diperkenalkan ke rumah, pada ibu masuk Irfan belum?", tanya Mutia dengan hati-hati.


" Hemm.... Sudah dua kali Malah dan kamu yang terakhir insya Allah", jawab Irfan jujur.


" Oh terus yang pertama dan kedua, putus?", tanya Mutia pada akhirnya.

__ADS_1


" Yang pertama saat awal aku kuliah teman satu angkatan dulu sering bawa aku ke rumah meskipun hanya sekedar mengerjakan soal-soal kuliah tapi itu berjalan hingga 2 tahun lebih, namun rupanya kami belum berjodoh karena pada akhirnya hubungan kami berakhir dan ya hubungan kami my trunk baik jadi lost contact pada akhirnya, dan yang kedua setelah aku benar-benar putus dari yang pertama ma sudah mengatakan putus dan tidak pernah berhubungan kembali akhirnya aku mendapatkan lagi yang kedua kali ini adik tingkat ku namun hanya berjalan beberapa bulan saja pada akhirnya putus kembali karena aku sudah lulus dan ya masalah komunikasi", jawab Irfan panjang lebar mencoba menjelaskan masa lalunya pada Mutia.


Mutia manggut-manggut mengerti dengan semua penjelasan Irfan.


" jadi selama ini sudah jomblo berapa tahun nih?", tanya Mutia sedikit ragu.


" Hemmm.... 5 atau 6 tahun kayaknya sekitar itu deh, ada yang deket sih tapi tidak sampai pacaran beberapa kali tapi sebenarnya kami tidak pacaran namun hanya dekat saja.


" Jika dalam waktu dekat ini Mas bertemu dengan yang pertama dan ternyata dia masih mencintai Mas apa yang akan Mas lakukan?", tanya Mutia hati-hati dengan suara yang sedikit pelan.


" itu sudah masa lalu, sudah berakhir lama dan dia juga sudah mempunyai kehidupan yang lain seandainya dia datang dan masih membawa rasa cintanya ya kan Mas kikis sebelum berkembang lagi, hidup itu harus terus berlanjut meskipun dengan warna dan suasana yang berbeda, dan Mas juga nggak yakin kalau dia masih punya rasa itu secara juga sudah lama juga, mungkin sudah banyak hal yang dilalui, hidup tidak melulu tentang cinta pasti dia juga sudah banyak pengalaman dalam hidupnya, dan aku pun begitu tak mau larut dalam masa lalu kemarin dan hari ini pilihan kita pun berbeda, dan hari ini aku sudah memilihmu untuk selamanya tinggal menunggu Restu orang tua ku semoga dilancarkan semuanya", Irfan menoleh kearah Mutia dengan tersenyum selesai mengucapkan kata-katanya yang panjang.


Mutia pun menyambut dengan tersenyum dan menganggukkan kepala.


" Sebetulnya tidak mudah melupakan masa lalu entah itu pernah ada ikatan batin aku hanya sekedar cinta yang sesaat, apalagi jika menggoreskan duka tentu akan sirna lebih lama, Tidak semua orang bisa bangkit dengan segera, ada banyak yang membutuhkan proses lebih lama lagi, ada yang berusaha menguburnya dalam-dalam, dalam diam dan luka", kata mutiara nanar menatap kedepan seraya berkata kata tidak mau menatap kearah Irfan.


" Mutia.... lupakan lukamu ada aku kini di sampingmu, jangan terus kau ratapi, lihatlah Hilmi dia adalah obat dan juga masa depanmu", Irfan mengusap punggung tangan Mutia dengan perlahan.


" Iya", Mutia menunduk seraya *******-***** jemarinya kemudian menatap Irfan dan tersenyum tipis.


" Aku sudah mengikhlaskan semuanya, justru dengan takdirku akhirnya Hilmi bisa mengenal setidaknya tiga lelaki dalam hidupnya, ada Mas Aldi, Pak Arjuna dan juga dirimu mas", macam model seraya tersenyum kembali.


" Ditambah juga dengan kakeknya Pak Abdul, Mas yakin sekali jika Pak Abdul sangat menyayangi Hilmi lebih dari apapun".


" Ya".


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2