
**Kisah ini akan lompat beberapa waktu.... mungkin nanti akan diuraikan pada setiap episode🙏
🌹🌹🌹**
" Mama pulang bersama siapa?", Bocah tampang berusia 4 tahun yang terlihat akan tumbuh tinggi besar itu menyapa Mutia saat baru pulang kerja karena melihat sang mama diantar seseorang yang belum dikenalnya.
" Sini mama kenalkan dengan om Irfan teman kerja Mama sayang", Mutia segera meraih tangan putranya dengan lembut.
" Mas kenalkan nih sama anak saya", Mutia mendekat ke arah tempat duduk Irfan yang tengah berada di ruang tamu tempat tinggalnya.
" ih gantengnya anak Bunda Mutia ya kenalkan Om Irfan teman kerja Bunda Mutia", Irfan menyodorkan tangan pada bocah kecil itu.
" Hilmi Om", bocah tampan itu pun menyambut uluran tangan Irfan dengan wajah ceria tidak nampak wajah malu-malunya meskipun anak itu sebetulnya sangat pendiam.
" Ya anak pinter, umur berapa sekarang?", tanya Irfan mencoba untuk mengajak berbicara anak ini
" 4 ", jawab Hilmi singkat.
" fan mau bikinkan minum apa?", pengertian bertanya pada Irfan saat hendak melangkah menuju dapurnya.
" kalau ada kopi boleh dong!", ucap Irfan yang terlihat bergaya bahasa santai dengan Mutia karena memang mereka berdua adalah teman di kantor yang Mutia kenal semenjak dia baru saja masuk kantor tersebut dan usia Mereka pun enggak beda jauh.
" siap tunggu aku bikinkan dulu ya", ucap Mutia meninggalkan kedua laki-laki beda generasi itu di ruang tamunya.
__ADS_1
" Bunda Hilmi juga mau minum susu coklat", bocah-bocah itu pun tak mau ketinggalan ikut memesan minuman kepada sang Bunda.
Ya, disinilah kini mutiara Aini berada bersama seorang bocah yang tampan yang ia lahirkan dari rahimnya dengan nama Hilmi meidiawan muis.
Cerita sebelumnya.....
5 tahun Mutia berjuang hidup sendiri merasakan hamil melahirkan dan membesarkan putranya seorang diri di sambil kuliah dan kini Mutia telah bekerja di sebuah perusahaan di bidang konsultan keuangan yang cukup besar di kota itu.
Anak yang ia lahirkan dengan belas kasihan serta simpati dari keluarga Aldiano serta dari kebaikan Luna.
Karena kebaikan Luna lah, Hilmi lahir dengan akte kelahiran an-nas nama putra dari Aldiano Syahputra, namun nama belakang Ilmi menunjukkan siapa ayah yang sebenarnya.
Aini juga mengganti nama panggilannya menjadi Mutia, berkat kebaikan tante Merry dan juga Bibi Lasmi Mutia masih bertahan hingga saat ini.
Semua hidupnya dari awal diatur oleh tante Merry dan Mutia hanya bertindak sebagai wayangnya saja semua skenarionya telah diatur oleh tante Mery semenjak Arjuna menolaknya untuk menikahinya di situlah tante Mery memerankan skenarionya.
Namun seminggu setelah perceraian Luna dengan Arjuna, Aldiano menikahi Luna tanpa menunggu masa iddah karena memang Luna tidak memiliki masa iddah karena Arjuna tidak pernah menyentuhnya.
Setelah mereka resmi menikah dan sudah lengkap surat-suratnya Aldiano dan Luna memutuskan untuk tinggal di luar negeri untuk membangun kehidupan yang benar-benar baru tanpa bayang-bayang Arjuna bagi Luna.
Saat menikahi Luna Arjuna tidak sekalipun menceraikan Aini dan lebih memilih memakai surat izin untuk menikah kembali sehingga baik ini ataupun Luna adalah istri sah dari Aldiano secara hukum dan agama.
Semua itu atas pemikiran dan ide dari Tante Mary, tante Mary meminta itu kepada Aldiano karena dialah yang memanipulasi tentang kehamilan Aini.
__ADS_1
Tante Mary tidak terima atas ucapan dari Arjuna yang tidak bersedia menikahi Aini karena masih mencintai Luna sedangkan dia sudah melewati malam pertamanya bersama Aini tapi dengan mudahnya Arjuna tidak mau bertanggung jawab di situlah tante Mery merasa sungguh tidak terima, sakit hati dan juga marah sekali terhadap Arjuna dan akan memberikan pelajaran berharga untuk laki-laki yang tante Merry anggap songong itu. tante Mary kemudian memainkan skenarionya dengan apik.
" Lun tante percaya kamu wanita yang baik tolong mengertilah dan iklaskan ya untuk menjadi istri kedua Aldiano seenggaknya sampai Luna melahirkan agar bayinya kelak bisa mendapatkan Akta lahir dan bisa sekolah kalian tidak akan tinggal bersama, dan Aldi tidak harus memenuhi kewajibannya sebagai suami biar kan tanggung jawab untuk pemenuhan kebutuhan Aini tante yang handle tante mohon ini untuk kebaikan Aini, coba jika kamu berada di posisinya tidakkah kau berfikir seperti itu Luna?", ucap tante Meri saat itu bukan hanya di depan Luna semata namun juga di depan orang tuanya serta depan keluarga Aldiano dan akhirnya mereka berunding kemudian keputusan diambil bahwa Aldiano tidak menceraikan Luna hingga bayi itu lahir dan memang seperti itu pada akhirnya.
Selama masa kehamilannya ini tetap kuliah namun setelah Luna dan Arjuna resmi bercerai Aini keluar dari rumah tante Merry dengan alasan akan pulang kampung namun sesungguhnya tidak seperti itu.
Sebenarnya bapak Abdul Muis dan ibu Aryanti pernah beberapa kali datang ke rumah tante Merry untuk menanyakan keberadaan Luna sekedar ingin mengetahui kabar wanita yang telah hancur masa depannya itu.
maksud dari kedatangan mereka mencari Aini ialah untuk memberikan bantuan biaya kuliah agar tetap bisa melanjutkan kuliah dan bisa menggapai masa depannya meskipun sekarang statusnya sudah berbeda, mereka berpikir jika Aini adalah seorang janda padahal kenyataannya tidak menjadi janda.
" Semenjak kejadian itu dan putra Ibu tidak bersedia menikahinya ini telah meninggalkan kota ini bu tanpa kabar dan tanpa pesan, mohon maaf karena saya tidak bisa memberikan info lebih banyak mengingat saya ini hanya mantan majikan dan Aini mungkin berpikiran tidak mau merepotkan saya sehingga dia memilih untuk pergi dari rumah ini", jawab Tante Mery tegas saat itu.
" Ya sudah jika begitu saya sebetulnya mencari-cari dia karena ingin membantu uang kuliahnya saja supaya dia bisa melanjutkan kuliahnya dan bisa menggapai kesuksesan masa depannya, kami bersimpati akan itu", Ujar bu Aryanti kepada tante Mary.
" Terima kasih sebelumnya ibu, maaf jika bantuan itu akhirnya tidak pernah sampai ke tangan Aini karena keterbatasan informasi yang saya miliki". jawaban the Merry kembali dan kemudian Pak Abdul Muis dan ibu Ariyanti pun pamit untuk pulang dengan serah lu aja yang terlihat kecewa.
Namun bukan tante Mery jika tidak pintar bermain sandiwara di sini.
tante Mery akan menunjukkan di mana keberadaan Aini jika yang datang Arjuna dengan memohon belas kasihan namun jika hanya orang tuanya Tante Marry akan menutup rapat informasi mengenai Aini.
" Bi, jangan bocorkan kepada siapapun tentang keberadaan Aini sekalipun itu terhadap Kak Hera dan keluarganya biarkan Aini tenang menjalani hari-harinya tanpa bertemu dengan keluarga Abdul Muis dan juga keluarga Mas Bahar, cukup kita aja yang tahu dimana ini berada saat ini", ucapkan Tante Mery pada bilas mi untuk memberikan perlindungan kepada Aini.
-
__ADS_1
-
BERSAMBUNG.....