PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Perpisahan


__ADS_3

Setelah berselang 1 bulan dari kejadian malam itu dan hari ini antara Arjuna dan Luna telah resmi bercerai, wajah sendu menghiasi keduanya tapi dalam satu bulan ini mereka sudah berusaha untuk mengikhlaskan semuanya sehingga perceraian ini terjadi begitu damai tidak ada kata-kata yang menyakitkan sedikitpun bahkan Mereka terlihat berpelukan sedikit lama sebelum akhirnya mereka berpisah.


" Maafkan aku Jun.... semoga kamu mendapatkan pasangan yang mengerti dan mau menerima kamu dengan tulus", Luna dalam dekapan Arjuna.


" Dan aku juga berharap semoga Al akan menikahimu dan juga mencintaimu lebih dari aku mencintai dirimu dan semoga kalian diberikan keturunan yang sehat sehat dan soleh", Arjuna pun membalas doa Luna untuk dirinya dia juga memberikan doa terbaiknya untuk Luna dan Aldiano sang sahabat.


" kabari aku jika anak kalian nanti lahir", imbuhnya seraya menatap sendu pada wajah Luna.


Luna hanya mengangguk seraya tersenyum tipis matanya berkaca-kaca, mendengar ucapan Arjuna yang seperti itu seakan mengingatkannya pada masa lalu tentang cita-cita mereka berdua.


" Dulu kita yang berangan-angan untuk memiliki anak dari cinta kita, tapi ternyata takdir berkata lain ternyata memang kita benar-benar tidak boleh menenggak minuman sy****n itu, sehingga untuk pertama kalinya kita meminum kejadiannya sungguh fatal dan benar-benar mengarah balikkan keadaan hidup kita", Luna berujar penuh penyesalan namun dengan sigap Arjuna menggelengkan kepala dan mengusap rambut kepala Luna dengan lembut.


" Sudahlah kamu jangan pikirin masa lalu kita kamu harus pikirkan masa depan kamu ada anak yang bakalan membuat hidupmu bahagia, Aku percaya kalau Aldi mampu membahagiakan hidupmu", Iya Arjuna yakin sekali bahwa sahabatnya itu bisa membuat mantan kekasihnya ini menjadikan ratu dalam hidupnya.


" kamu tidak marah dengan Aldi?", tanya Luna.


" Tidak! untuk saat ini, namun sebulan lebih kemarin aku merasa sangat kecewa dengan dirinya namun setelah aku pikir aku pun sama sudah mengecewakan hidupnya kita sama-sama bersalah sehingga aku harus berdamai dengan keadaan Lun, makanya sekarang aku ikhlas dan tenang ketika melepasmu", senyum tulus terbersit di kedua bibir Arjuna tidak ada yang dibuat-buat sepertinya ucapannya itu benar-benar mewakili isi hatinya.


" Terima kasih, aku pun sudah mengikhlaskan semuanya termasuk Cinta kita", Luna pun membalas senyum tulus Arjuna dengan senyum yang memperlihatkan wajahnya lebih ceria.


" Kamu tidak ada niatan menikahi gadis itu?", tanya Luna pelan-pelan takut membuat mood Arjuna berubah.


" Cukup kamu yang aku cintai Lun, hatiku belum berniat menggantikan mu", jawab Arjuna terlihat malas.

__ADS_1


" Tapi kasihan dia, seandainya aku yang di posisi dia gimana ya?", Dona berkata dengan mata yang berkaca-kaca membayangkan jika yang dialami Aini dialami dirinya di situ Luna merasa beruntung karena Aldiano bersedia menikahinya.


" Sudahlah, Aku juga sama pada akhirnya tidak memiliki pasangan", Arjuna pun merasa dirugikan di sini karena pada akhirnya dia tidak berjodoh dengan cintanya sehingga sedikitpun Tidak ada rasa simpati terhadap Aini.


" Sepertinya dia wanita yang baik", kuman Luna pelan namun masih terdengar oleh Arjuna.


" Baik tidak cukup Lun untuk membangun sebuah hubungan rumah tangga aku juga butuh orang yang mencintaiku dan aku cintai, biarlah waktu yang akan menemukan penggantimu bukan dengan cara seperti ini", jawab Juna.


" Ya ", akhirnya Luna pasrah dengan keadaan karena merasa juga tidak bisa membela Aini meskipun dalam hati kecilnya sangat kasihan.


" Ya sudah ya mungkin ini pertemuan kita untuk yang terakhir kali sebelum akhirnya kamu akan menikah dengan Aldi, selamat... untuk pernikahan kalian yang jelas aku tidak akan datang aku butuh waktu untuk merecovery hatiku", Arjuna membelai punggungnya dengan lembut kemudian pergi tanpa menoleh lagi, Bona hanya bisa melihat kepergian Arjuna dengan hati yang masih terasa sedih.


" Semoga kamu bahagia Jun, manusia ternyata hanya bisa berencana karena semuanya Tuhan yang menentukan dan kejadian ini memberikan Aku banyak pelajaran semoga pula untuk dirimu juga Jun kedepannya kamu akan menemukan wanita yang jauh lebih baik daripada aku", bisik Luna dalam pandangan matanya menatap kepergian Arjuna.


" Sudah ma, hari ini semuanya telah berakhir", ujar Luna menahan sesak didadanya.


" iya, dan kamu nggak boleh larut dalam kesedihan, karena hari ini bukan hanya akhir tapi juga awal.... Entah kenapa Mama lebih mempercayai Aldi untuk bisa membahagiakanmu, mama merasa pemuda itu jauh lebih baik dibandingkan dengan Arjuna", ujar Ibu Hendriansyah seraya menonton putrinya menuju ke tempat parkir.


" Aku mengenal mereka berdua mah, memang dari segi ketenangan Aldiano pemenangnya karena Arjuna selalu mengedepankan emosi nya Tapi saat itu hatiku tetap memilih Arjuna", Luna menjawab perkataan ibunya namun dia tidak ingin mengingat kembali tentang masa lalunya.


" ya sudah, kejadian kemarin adalah pelajaran terberat dalam hidup kalian jangan sekali-kali kalian menyentuh barang haram itu kalau tidak ingin kejadian yang lebih parah lagi dalam hidup kalian terjadi, cukup Sekali ini saja jauhi apapun itu yang tidak diperbolehkan oleh keyakinan kita.... Allah masih sayang sama kamu masih ada lelaki yang bakal menikahimu, belajarlah untuk mencintainya, terima dan syukuri kehidupanmu yang baru, karena bahagia itu kamu sendiri yang menciptakan bukan kebetulan, jika kamu tulus tanpa pamrih menerima setiap perjalanan hidupmu ini insya Allah keluargamu kelak akan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah", di dalam mobil pun Ibu Hendriansyah masih membelai lembut anaknya.


" Iya mah tapi aku masih butuh waktu untuk menerima semua ini dengan ikhlas".

__ADS_1


" Pasti!, Mama tahu kok, pertama kali kamu menjalin hubungan dengan Arjuna dan hingga saat ini kamu tidak pernah mengganti namanya di hatimu namun keadaan kemudian yang merubahnya, tidak mudah menerima hal itu tapi yakinkan dirimu untuk bisa menerima perubahan ini biar hidupku tenang".


" iya Ma", lagi-lagi Luna hanya mendesah dan berusaha pasrah dengan keadaannya.


" berbahagia lah Ma, apalagi kamu sedang mengandung, agar nanti anakmu juga selalu ceria tidak rewel dan itu akan menguntungkan mu", Ibu Hendriansyah mengusap lembut perut sang putri yang masih rata.


" Iya mah, semoga dia bisa menguatkanku ya", Luna pun ikut memegangi perutnya berharap anaknya kelak yang akan menghiburnya dan menjadi sumber kebahagiaan nya.


" Tentu, dia akan menjadi penguat hubungan kalian dengan Aldiano ke depannya, jalani hidupmu bersama Aldiano nanti kamu akan tahu kenapa takdirmu tak berjodoh dengan Arjuna, setelah kamu melewati hidup dengan Al kamu akan tahu semua jawabannya", ucap bu Hendriansyah.


" Tapi kasihan wanita yang bernama Aini itu mah, jika Luna ada di posisi dia kuat nggak ya, aku kasihan sekali".


" Tapi aku belum menceraikannya kan?".


" Belum mah, Al mau menunggu sampai 3 bulan karena al mau benar-benar memastikan jika dia tidak hamil, makan jika dia hamil akan menceraikan ketika bayi itu sudah lahir".


-


-


-


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2