
Bu Aryanti mondar mandir di depan ruang sebuah kamar rumah sakit di dalam sana berbaringlah tubuh Arjuna dengan kondisi yang sangat lemah.
Sudah tiga hari Arjuna dirawat di rumah sakit ini, karena depresi nya kembali kambuh.
Ya, saat sesudah dari rumah Mutia dan bertemu Hilmi Arjuna memang kembali banyak diam dan melamun Sagan tengah memikirkan sesuatu beban yang berat.
Semua itu bermula dari ucapan Mutia ketika Arjuna pamit pulang malam itu.
" Saya rasa Bapak tidak usah menemui kami lagi ini cukup yang pertama dan terakhir di rumah ini kita hanya akan berhubungan dalam pekerjaan saja selebihnya di luar pekerjaan tidak ada hubungan apa-apa jika Bapak naikkan terus menemui kami Saya akan bawa pergi jauh-jauh dari kota ini", ucap mutiara tegas waktu itu.
" harap bapak ketahui jika sebenarnya saya sudah berusaha untuk mundur dari proyek pembangunan hotel itu, saya sudah mengajukan permohonan itu di tempat saya bekerja tapi tidak di acc namun seandainya dapat persetujuan saya akan langsung mundur dengan senang hati di proyek tersebut dan akan digantikan oleh karyawan lain itu semua saya lakukan karena merasa Bapak telah mengganggu hidup saya", imbuh Mutia dengan suara yang sangat datar.
Rupanya perkataanmu dia itu benar-benar membuat Arjuna dilanda prustasi yang teramat sangat sehingga depresinya kembali kambuh.
Bu Aryanti langsung konsultasi dengan dokter yang menangani Arjuna selama ini namun dokter mengatakan jika arjuna tengah mengalami tekanan yang hebat, dan dokter menyarankan Arjuna untuk tidak mengerjakan dulu pekerjaan yang membuat pikirannya tertekan.
Sehingga untuk saat ini proyek pembangunan hotel yang rencananya akan dipegang oleh Arjuna ini diambil alih kembali oleh Pak Abdul.
Bu Aryanti mencoba pelan-pelan bertanya pada Arjuna mengenai tekanan pekerjaan dari proyek yang sedang dipegang oleh nya itu namun sampai satu minggu ini tatapan Arjuna masih kosong belum bisa diajak bicara dengan benar.
Bu Aryanti juga mencoba mengorek lebih dalam pada Tristan untuk mengetahui sebenarnya ada apa kenapa Arjuna bisa kambuh separah ini.
Namun Tristan juga tidak tahu pastinya Tristan hendak mengatakan jika akhir-akhir ini Arjuna sering bertemu dengan Mutia tetapi Tristan masih bingung untuk menyampaikan kabar tersebut kepada bu Aryanti.
__ADS_1
" Tris, apa menurutmu Arjuna sangat terbebani dengan proyek pembangunan hotel ini atau dia merasa tidak mampu tapi seperti memaksakan kira-kira kamu tahu tidak Tris?", selidik Bu Aryanti kepada Tristan.
" Yang saya tahu pak Arjuna sangat bersemangat sekali karena dipercaya memegang proyek besar ini Bu mungkin ada masalah lain yang tidak diceritakan kepada kita Bu, coba nanti saya selidiki dulu secepatnya", jawab Tristan.
" Cari tahu selengkapnya dan berikan laporannya kepada saya secepatnya Tris", ujar Bu Aryanti sungguh-sungguh.
" baik bu".
" Obat penenangnya sepertinya sudah tidak ampuh lagi Sudah hampir 1 minggu ini dia tidak memejamkan matanya terus hanya bengong dan diam seperti itu, Ibu nggak tahu lagi terus harus bagaimana menyembuhkan bos mu itu", Bu Aryanti terisak sedih mengingat anak satu-satunya mengalami sakit yang sudah sulit sekali disembuhkan meskipun sudah mencari dokter terbaik dengan biaya yang tidak sedikit.
" Kenapa tidak minta dosisnya dinaikkan lagi Bu?".
" Dokter tidak menyarankan karena 2 tahun terakhir ini dokter sudah menaikkan dosisnya dan itu sudah waktu yang cukup lama tidak bagus nanti untuk organ yang lainnya".
" Huffff", Tristan menghela nafas panjang dan dalam, mendengar penjelasan dari Bu Aryanti Tristan merasa bahwa penyakit Arjuna ini cukup berat.
" Maksudmu apa aku ini sehat jantungku juga sehat", protes puryanti tidak terima dengan ucapan Tristan barusan.
" Hemmm.... sebetulnya selama pengerjaan proyek sekolah yang sudah berjalan 3 bulan lebih ini Pak Arjuna bertemu dengan seseorang, mungkin seseorang itu yang menjadi penyebab sakitnya Pak Arjuna selama 5 tahun ini", akhirnya Tristan pun mengutarakan apa yang sudah 3 bulan lebih ini tidak diutarakan oleh Arjuna kepada ibunya Bahkan dia simpan sendiri.
" Maksudmu? Aini?", Bu Aryanti mengkerutkan keningnya ada rasa yang begitu tidak bisa diungkapkan dari dasar hati bu Aryanti saat ini ketika mendengar pernyataan dari Tristan.
Tristan hanya manggut membetulkan dugaan dari Bu Aryanti.
__ADS_1
" Di mana dia sekarang seperti apa kabarnya?", Bu Aryanti mengguncang punggung Tristan dengan kuat menandakan betapa tidak sabar dia ingin tahu dengan cepat kabar mengenai Aini secepatnya.
" Beliau baik-baik saja ibu, bahkan pak Arjuna bisa mengenali hanya melalui tatapan matanya saja itu pun tidak secara langsung hanya melihat fotonya Pak Arjuna langsung tahu bahwa itu adalah ibu Aini".
" Masya Allah", tatapan Bu Aryanti langsung terlihat ada sedikit kelegaan di sana.
" Kenapa Arjuna gak cerita sama ibu, Bahkan bukan hanya dia yang 5 tahun ini terus memikirkan nasib anak itu, ibu.... ibuuu.... bahkan setiap malam menyebutkan namanya Ibu menangis 5 tahun ini malam-malam ibu tidak pernah sekalipun terlewatkan tanpa menyebut namaNya, pertemukan ibu dengannya Tristan, tolong bantu ibu", derai air mataku Aryanti sudah tidak terbendung lagi bahkan suaranya pun sarat akan isakkan dan terbata-bata karena menahan semua kegolak dalam hatinya.
Bu Aryanti terus mengguncang bahu Tristan sambil terisak dan memohon untuk dipertemukan dengan Aini.
" Saya tidak janji ibu, tetapi saya akan berusaha semampu saya, karena sebesar apapun keinginan Pak Arjuna untuk bertemu dan meminta maaf kepadanya namun nyatanya itu bisa dilihat kan sekarang kondisi Pak Arjuna seperti ini mungkin memang ada sesuatu yang terjadi di antara mereka", Tristan mengungkapkan pemikirannya selama ini.
" Sebetulnya jika Aini menolak dan tidak mau bertemu dengan Arjuna itu sangatlah wajar, Ibu bisa merasakan kekecewaan yang dia rasakan Tristan, Ibu ingin bertemu dan juga minta maaf yang sedalam-dalamnya", ucap Bu Aryanti kembali terisak.
" Semoga dia mau bertemu dengan ibu, Dia terlihat orangnya sangat baik dan tulus namun mungkin kekecewaannya yang teramat besar membuat dia pun membuat pertahanan diri yang sangat kuat bu".
" Ibu mengerti Ibu memakluminya namun ibu harus menyampaikan kata maaf ini kepadanya secara langsung mumpung Ibu masih ada mumpung ibu belum dipanggil oleh sang pencipta mumpung masih ada kesempatan".
" Saya akan usahakan Bu, semoga beliau mau kesini untuk bertemu dengan ibu dan juga menjenguk pak Arjuna, mungkin dengan bertemu dengan buah hatinya Pak Arjuna bisa segera pulih".
Ucapan Tristan barusan membuat bu Aryanti langsung tersentak dia pun langsung bermaksud ingin kejelasan dari ucapan Tristan barusan yang menyebutkan tentang buah hati.
-
__ADS_1
-
Bersambung......