PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Mengambil keputusan


__ADS_3

" Oke begini saja, semuanya akan kembali ke rumah masing-masing, dan untuk ini saya harap dia bisa ikut bersama kami", ujar Pak Bahar.


" oh tidak! karena ini semalam tidur dengan Arjuna maka untuk satu bulan ini atau sampai ketahuan hamil atau tidaknya akan ikut bersama saya", hujan Bu Aryati.


" Dan untuk Bu Hera sebaiknya Luna saja yang pulang ke rumah Anda", ujar Pak Abdul Muis.


" Tidak! Luna akan tetap saya bawa pulang ke rumah saya tidak usah khawatir dia tidak akan bertemu Arjuna ataupun Aldi selama belum ada pemeriksaan atau kepastian tentang kehamilannya", ujar bu Hendri rasanya tidak tega jika Luna harus pulang ke rumah orang lain sementara kejadian ini sudah sangat mengguncang jiwanya.


" Apakah kamu bisa mempercayai pernyataan Ibu tadi Pak?", tanya Pak Bahar ada Pak Hendri, mengingat betapa cintanya Luna dengan Arjuna dan sebaliknya contoh keluarga Pak Bahar pun khawatir jika diluar pengawasan mereka Luna dan Arjuna akan terjadi pertemuan.


" jika yang Bapak khawatirkan adalah kedatangan Arjuna ke rumah kami, saya pastikan itu tidak akan pernah terjadi saat dalam masa penantian ini begitupun anak saya pun tidak saya izinkan untuk keluar dulu saya mengerti dan tahu betul dan saya tidak akan main-main dengan hal ini", Pak Hendri pun yang tahu kekawatiran pak Bahar meyakinkan jika tidak akan pernah terjadi pertemuan antara Luna dan Arjuna.


" Oke, saya setuju anak kita tetap pulang ke rumah masing atau kembali pada orang tuanya lagi tetapi dalam pantauan, terutama bagi pengantin wanita, dan dalam dua minggu kedepan kita akan bawa mereka kedokter untuk periksa tentang kehamilan mereka, jika positif hami maka semua masalah ini akan kita kembali pada mempelai pria untuk mengambil sikap dan keputusan, Bagaimana?", Tanya pak Abdul muis.


" Setuju", Semua mengangguk menyetujui pendapat bapak dari Arjuna tersebut.


" Oke, pikirkan dari sekarang Jun, jika Luna hamil apa tindakanmu, begitupun kamu nak Aldi", Imbuh pak Abdul muis kemudian.


" Kalau Arjuna harus berpisah dengan Luna, lebih baik Juna tidsk akan menikah saja seumur hidup, Juna tidak peduli jika wanita selain Luna hamil anak ku pak!", Arjuna berbicara seakan tanpa berfikir terlebih dahulu membuat semua mata terbelalak, terutama Aini dia langsung menunduk menahan kepedihan dihatinya.


" Tidak bisa begitu Jun, kamu harus bisa mengerti dan menerima sebuah kesalahan ini", bu Aryanti yang tidak menyangka jika putranya akan berbicara seperti itu langsung saja menyambar ucapan anaknya itu.

__ADS_1


" Apa maksud mau bicara seperti itu?", Pak Abdul Muis langsung berteriak sekencang nya seakan suaranya memenuhi ruangan itu sungguh Dia sangat terkejut dan tidak terima putranya berucap sembarangan.


" Kamu tidak kasihan dengan Aini, semua ini bukan kesalahan dia Jun, jika dibilang kesalahan ini kalian berempat lah yang bersalah bukan Aini saja!", apa Abdul Muis pun masih meneruskan kata-kata dengan bernada marah yang sangat tinggi.


" Tetapi Arjuna hanya cinta sama Luna pak!", Arjuna pun tidak mau kalah dia pun menjawab dengan suara yang cukup keras membuat buah Aryanti menangis terisak-isak.


" Aldi, jika Luna hamil anak mu apakah kamu bersedia menceraikan Aini dan kemudian menikahi Luna?", tanya Bu Hendri kemudian dia pun juga takut jika Aldi juga tidak mau menikahi Luna.


" jika Luna sampai hamil dan Arjuna melepaskan Luna sebagai istrinya maka saya sangat sangat bersedia untuk menikahi Luna membahagiakannya melindunginya dan akan selalu membuat dia bersyukur karena telah memiliki suami seperti diri saya", jawab Aldiano bijak.


" kamu sendiri bagaimana Lun?", tanya Bu Hendri kemudian kepada putrinya yang masih terisak Isak itu.


" kalau Cinta Luna cinta sekali sama Arjuna tetapi jika Luna hamil ini jelas anaknya Aldi Luna tidak boleh egois karena anak ini butuh Bapak kandungnya meskipun Luna juga yakin Arjuna akan menyayangi anak Luna tetapi.... maaf Jun.... jika Luna harus melupakan cinta kita hiks hiks hiks....", Luna kembali meraung dan menghambur ke pelukan ibunya.


" kamu tidak mau berjuang hidup bersama ku Lun?", tanya Arjuna penuh penekanan.


" Jangan tanya apa-apa dulu Arjuna, Aku sendiri masih bingung masih syok dan saat ini jawaban itu yang aku pikirkan", ucap Luna dalam dekapan ibunya.


" Aku tidak menyangka Lun, Aku kira cinta kamu begitu besar kepadaku ternyata jawabanmu barusan menggambarkan jelas jika kamu tak pernah mencintaiku, jangan-jangan kejadian semalam itu adalah kemauan mu!", Arjuna menuduh Luna dengan nada suara yang sangat Ketus dan kejam.


ucapan dari Arjuna barusan membuat semua orang tercengang, benar-benar tidak menyangka jika arjuna tega menuduh Luna seperti itu.

__ADS_1


" Heh! kamu ya jangan sembarangan bicara seperti itu kepada anak saya, Ibu kecewa sama kamu Arjuna!", Bu Hendriansyah yang sedang mendekap Luna dalam pangkuannya pun tidak terima dan langsung berbicara keras merasa putrinya telah dituduh semena-mena, kan ada yakin Luna tidak akan melakukan hal seperti itu karena selama ini putrinya hanya mencintai Arjuna.


" Ceraikan putri saya sekarang juga!!!!", suara Pak Hendrik langsung melambung tinggi membentak Arjuna dia pun merasa tidak terima putrinya dituduh sedemikian rupa.


Arjuna yang tidak menyangka kedua orang tua Luna akan semarah itu dia pun sedikit terkejut namun tetap tidak bergeming sedikitpun.


" Arjuna Apa maksud ucapan kamu itu jelaskan kepada kami semua?", Pak Abdul Muis pun dibuat meradang oleh ucapan sang putra.


" Maaf Lun, bukan maksudku untuk begini, tapi.... aku tidak menerima mu kembali setelah kejadian ini", ucap Arjuna dengan penuh penyesalan.


" Jun.... bukankah kamu semalam juga melakukan dengan Aini, kita sama sama berbuat diluar kesadaran kita, tapi kenapa kamu egois?", Luna yang sedari tadi masih menangis dan syok dan kini ditambah dengan pernyataan Arjuna membuatnya semakin terpuruk.


" Jun.... sebaiknya kamu simpan dulu kata katamu itu sampai menunggu kejelasan Luna dan Aini, jangan gegabah mengambil keputusan", Bu Aryanti berbicara lembut pada sang putra, tak mau ada pihak yang sakiti meski mereka harus kecewa juga pada akhirnya.


Tak Ada Jawaban dari Arjuna mungkin dia sudah mantap dengan ucapannya tadi atau apalah enggak ada yang tahu.


Sementara itu di sudut ruangan Aini yang masih terduduk di bawah sepertinya dia tahu nasibnya sekarang akan seperti apa kedepannya, mungkin di antara semua orang yang ada di ruangan itu, Aini adalah orang yang paling hancur hatinya tapi tak ada yang memperhatikan karena dia hanya diam tanpa suara tanpa reaksi apapun meskipun saat ini hatinya menjerit sekeras-kerasnya.


-


-

__ADS_1


-


BERSAMBUNG.....


__ADS_2