PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Maaf


__ADS_3

" Hilmi itu anak saya Pak, jadi yang boleh memberi keputusan atas permintaan dia boleh atau tidak itu hanya saya, saya orang tuanya yang mengandung yang melahirkan dan membesarkannya jadi saya mohon dengan hormat Bapak jangan pernah ikut campur dengan anak saya!", suara Mutia dengan menggerang menandakan dia sangat marah kepada Arjuna saat ini.


" Bu Mutia! sejauh ini anda pasti tahu Apa tujuan Saya menyuruh sekretaris saya untuk mengundang Anda makan malam bersama Hilmi bukan? Saya hanya butuh kejujuran yang sejujur-jujurnya dari Bu mutiara Aini", kali ini suara Arjuna di telinga Mutia terasa sangat mengerikan dingin dan datar serta syarat akan pemarahan.


" Tidak! pada awalnya saya sangat berpikiran jika ini adalah sebuah undangan makan malam seperti biasanya yang terjadi diantara kolega perusahaan, hingga akhirnya seiring berjalannya waktu saya menyadari ada sesuatu namun saya paham betul dengan maksud undangan makan malam ini, tapi yang harus Pak Arjuna garis bawahi Iya memang betul saya Mutiara Aini, seseorang yang mungkin pernah bertemu dengan Anda hampir 5 tahun yang lalu, tapi untuk apa bapak mengajak saya bertemu secara pribadi seperti ini?", Arjuna sedikit tertohok mendengar wanita dihadapannya ini ternyata cukup berani untuk berbicara banyak di hadapannya, karena menurut Arjuna Mutia ini irit bicara.


" Kenapa kamu tidak berkata jujur saat itu jika kamu juga positif saat pemeriksaan? Kenapa? Kamu tahu Mutia Aini, Aku selama hampir 5 tahun ini mengalami depresi berat karena memikirkan dirimu aku merasa sangat berdosa padamu Bahkan aku pernah berada di satu masa yang benar-benar seperti gila Iya aku gila karenanya, kenapa kamu tidak pernah jujur sedang aku dirundung dosa selama 5 tahun ini?", meskipun suara Arjuna tidak lantang namun cukup didengar oleh Mutia suara itu penuh penekanan tidak ada lagi image yang dijaga terbukti dengan panggilan Arjuna yang langsung memanggilnya kamu.


Mata Mutia menatap nanar pada wajah Arjuna bahkan mata itu sebenarnya sarat akan kemarahan tapi tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut Mutia. Wanita itu memilih diam saja tidak mau menjawab ataupun mendebat ucapan Arjuna meskipun dalam hatinya beribu bahkan berjuta kata umpatan kemarahan kekecewaan semuanya ada tetapi Mutia memilih untuk diam namun matanya menyorot tajam pada wajah Arjuna.


" Tidak perlu kamu jelaskan karena aku sangat yakin Hilmi adalah anakku!", Arjuna membalas tatapan Mutia tidak kalah tajam.

__ADS_1


Mendengar ucapan Arjuna seperti itu Mutia tetap diam tidak menjawab apapun namun seulas senyum miring tergambar di bibirnya walaupun itu hanya sekilas saja.


Hati Mutia berkemuk hebat, tetapi Mutia tidak akan gegabah menanggapi setiap ucapan Arjuna.


" Lantas mau anda apa pak Arjuna, jika Anda yakin putraku adalah darah daging anda?", akhirnya Mutia menanggapi pernyataan Arjuna tersebut mata Mutia menyorotnya Lang seakan menantang dengan ucapan Arjuna.


" Iya kenapa kamu tidak pernah berkata jujur kepadaku kenapa kamu tidak pernah mencariku untuk menjelaskan tentang kehadirannya?".


" Maaf, maafkan saya Mutia.... Maaafff.... aku tahu Kata penolakan ku saat itu telah menyakiti hatimu namun kamu salah Mutia kamu salah, bukan kamu yang sakit aku lebih sakit dengan kata-kata aku sendiri saat itu, 5 tahun sampai saat ini luka itu masih ada Mutia penyesalan itu, semuanya masih lengkap Bahkan aku sekarang menjadi seseorang yang gila Mutia Aku tidak waras", Arjuna berkata dengan mata yang merah bahkan dari sudut matanya pun mengeluarkan cairannya.


" Jujur saja Mutia aku mengenalimu saat pertama mengadakan meeting dan Tristan mengambil gambar kalian kemudian mengunggah ke statusnya aku melihat fotomu lebih tepatnya matamu karena memakai masker Aku mengenali mata ini Mutia aku yakin itu kamu Dan mulai saat itu aku bangkit untuk ikut dengan proyek ini aku ingin mengenalmu meyakinkan penglihatanku bahwa yang aku lihat itu benar itu adalah kamu dan aku menyuruh Tristan untuk menyelidiki nya ternyata benar itu kamu hingga akhirnya aku menyuruh tuliskan kembali untuk membuat janji makan malam seperti ini Iya saat ini.

__ADS_1


Aku hanya ingin minta maaf yang sedalam-dalamnya kepadamu Mutiara Aini, aku berdosa aku bersalah aku menyesalinya.... maafkan aku lelaki pengecut ini, ayah biologis dari anak Mu", Arjuna tergugu saat ini dia tidak berani menatap kembali mata Mutia, Arjuna menundukkan wajahnya di atas meja makan dengan tumpuan lengannya punggungnya bergetar karena tangisannya bahkan Mutia bisa mendengar dengan jelas Suara isakan nya.


Namun mutiara hanya menatap datar saja lelaki yang ada dihadapannya ini. Sesungguhnya Mutia sudah mengubur dalam-dalam kenangan itu dan tidak mau lagi mengingatnya atau bahkan menuntut Arjuna apapun. Mutia hanya merasa ingin hidup berdua dengan Hilmi dan memperjuangkan masa depan anak itu sebaik mungkin, tak ada niat sedikitpun untuk menuntut Arjuna tidak sekalipun, meskipun suatu saat nanti Hilmy akan tahu bahwa Aldi bukan Ayah biologisnya.


" Sudahlah Pak, Saya bahkan sudah melupakan kejadian itu, Saya harus bangkit demi Hilmi dia hanya punya saya dan saya hanya punya dia. kami berdua harus tetap melanjutkan hidup bukan, Saya hanya butuh ketenangan Pak untuk melanjutkan hidup ini, Saya tidak butuh untuk menuntut yang akhirnya akan menjadi perdebatan dan permusuhan, saya sudah berdamai dengan nasib saya, saya sudah ikhlas bahkan saya sangat bahagia karena kehadiran Hilmy, karenanya Saya tidak sendiri lagi, kehadirannya membuat hidup saya sempurna, Saya sangat bersyukur, meskipun semuanya saya lakukan sendiri saat-saat tersulit saya masih ada orang-orang yang menyayangi saya dengan penuh perhatian yang tulus, jika Bapak menyesal maka bangkitlah Pak jangan terpuruk, Karena penyesalan itu harus dibarengi dengan memperbaiki diri kita agar tidak menjadi lebih buruk lagi, sebaiknya bangkit Dan perbaiki diri bapak, hiduplah dengan tenang bersama anak dan istri bapak, percayalah Saya tidak akan pernah menuntut apapun sampai kapanpun jadi saya rasa masalah ini sampai di sini pak, cukup kita yang tahu saja bahwa saya punya Hilmi karena kesalahan satu malam itu, jika Bapak menyesal cukup sayangi Hilmi meskipun itu dari jauh tidak perlu Bapak menunjukkannya dari dekat dia anak laki-laki tidak butuh pengakuan bapak, biarkan kami berdua hidup tenang, jangan pernah mengusik nya lagi Pak, cukup malam ini".Ucap Mutia panjang lebar dan sangat tegas.


-


-


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2