PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )

PENGANTIN YANG TERTUKAR ( TRAGEDI MALAM PERTAMA )
Kesanggupan Mutia


__ADS_3

" Karena hal itu ternyata nak Mutia memiliki anak dari anak saya Arjuna Alias Saya memiliki cucu meskipun tidak terjadi pernikahan di antara keduanya, namun saya tidak akan mengingkari darah yang mengalir di tubuh anak dari ibu Mutia, memang secara hukum agama yang kami yakini, anak Bu Mutia mungkin tidak memiliki hak waris harta maupun nama belakang keluarga kami, tetapi secara darah tidak usah pakai bukti tes DNA sekalipun kami sangat percaya jika Hilmi adalah putra dari Arjuna dan ibu Aini". Ucap pak Abdul yakin.


" Dan oleh atas permintaan dari nak Mutia sendiri bahwa anak saya Arjuna dan keluarganya berarti itu saya termasuk saya di dalamnya sebagai ayah dari Arjuna, tidak akan pernah menuntut Bu Mutia untuk memberikan Hilmi, nama putranya tersebut kepada keluarga besar Arjuna, Bu Aini memohon kepada saya untuk tidak mengganggu hidupnya namun Bu Aini memperbolehkan baik itu Arjuna maupun saya dan juga neneknya serta keluarga yang lain boleh menemui Hilmi tetapi dengan syarat kami memohon izin terlebih dahulu", Pak Abdul terus memberikan keterangan serta hal-hal yang terkait dengan pembicaraan tersebut kepada pengacara.


Mendengar semua pembicaraan Pak Abdul di depan pengacara tersebut Arjuna tertunduk lemas tidak berani menatap Aini, namun hatinya merasa hancur tapi dia tahu dia tidak akan bisa melawan keputusan yang telah bapaknya buat tersebut.


" Setelah mendengar cerita dan runtutan kejadian yang telah Pak Abdul ceritakan kepada saya dan kemudian Pak Arjuna yang telah menikah kembali setelah bercerai dari ibu Luna Namun ternyata pak Arjuna memiliki anak dengan ibu Mutia saya sebetulnya sedikit rumit ya mengenai masalah ini namun yang namanya masalah serumit apapun pasti ada jalan keluarnya, mohon bersabar hati buat Pak Arjuna dan juga Bu Mutia mungkin ini memang takdirnya yah".


" Hemmm...... begini bu Mutia, Saya turut prihatin atas kejadian 5 tahun yang lalu dan saya angkat jempol tinggi-tinggi atas perjuangan Anda melahirkan putra anda dengan kondisi Anda yang masih sangat muda serta hidup yang serba kekurangan mungkin jika saya sendiri berada di posisi Bu Mutiah entahlah mungkin saya tidak akan duduk di kursi ini hari ini jika saya yang mengalami", Bu Fitri meraih punggung tangan Aini sebagai ungkapan harunya pada wanita yang duduk di sampingnya ini.


Mutia pun menoleh dan tersenyum kemudian mengangguk, " Terima kasih Bu Fitri ".


" Saya sarankan sebaiknya anda melakukan tes DNA terhadap putra anda Bu Mutia? ini semua bentuk perjuangan anda untuk putra Anda Hilmi dalam hal ini yakni waris dari ayahnya yakni Bapak Arjuna yang bisa diberikan kepada putra Anda Hilmi Bu Mutia", mendengar kata itu Arjuna dengan spontan mengangkat wajahnya dan menatap Bu Fitri dan juga ini.


" Benarkah dengan melakukan tes DNA, maka putra saya berhak atas waris dari saya atau kakeknya?", tanya Arjuna antusias kepada Bu Fitri.


" Iya betul Pak Arjuna, anak yang lahir diluar nikah akan mendapatkan 1 per 3 bagian dari hasil waris tersebut seandainya sah jika ada problema tertentu ketika tidak diakui oleh keluarga dan negara.


Putusan mahkamah konstitusi nomor 46/puu-VII/2010 menyatakan bahwa dicatat sebagai ahli waris jika berhasil mendapatkan tes DNA positif.

__ADS_1


Hal itu dikuatkan jika diakui oleh ayah dengan bukti yang sah secara teknologi terkait.


Untuk itu saya tanyakan sebelumnya kepada Arjuna dan juga bapak Abdul apakah anda mengakui bahwa kehadiran Hilmi putra yang dilahirkan oleh ibu Mutia merupakan anak kandung dari Pak Arjuna secara darah?", saya Bu Fitri dengan tegas.


Arjuna mengangguk pun dengan pak Abdul.


" Tetapi untuk memperkuat pengakuan anda agar putra Anda Hilmi kuat di mata hukum sebagai salah satu ahli waris maka kami membutuhkan tes DNA tersebut sebagai barang bukti penguat di mata hukum".


" Sebentar Bu Fitri jika mengenai ini saya harus tanyakan dulu kepada Ibu Mutia sebagai ibu kandung dari Hilmi". Pak Abdul menatap Mutia begitupun dengan Arjuna yang merasa sangat cemas menunggu jawaban dari Mutia.


Mutai hanya diam dan menatap Bu Fitri dan pengacara itu pun mengisyaratkan dengan anggukan kemudian beralih pada Pak Abdul Arjuna dan yang lainnya semuanya pun mengangguk akhirnya Mutia menarik nafas dalam dan memejamkan mata.


" Sebetulnya saya berada disini bukan mengenai tentang warisan yang akan Hilmi dapatkan tetapi saya ke sini ini sebetulnya hanya menanggapi masalah sederhana antara saya dengan pak Abdul, namun jika akhirnya pembicaraan ini sampai pada hak waris yang mungkin akan Hilmi dapatkan sejujurnya jika dari hati saya sendiri secara pribadi dan apa adanya sejujur-jujurnya nya, saya sama sekali tidak mengharapkan warisan dari ayah biologis Hilmy, tetapi saya tidak menolak jika tes itu memang diperlukan", Mutia menjeda kata-katanya kemudian memejamkan matanya kembali


Hal tersebut membuat Arjuna saat lega bagipun dengan Pak Abdul serta yang lainnya.


" Alhamdulillah hirobbil alamin", Arjuna berseru sangat lantang seakan-akan habis memenangkan sebuah lotre yang sangat besar membuat semua orang akhirnya memandang pada dirinya.


" Maaf ", Arjuna kemudian mengusap wajahnya karena merasa sedikit malu.

__ADS_1


" Saya tahu nak Mutia, seandainya kamu menginginkan harta dari saya mungkin kamu sudah menuntut saya semenjak kamu dinyatakan positif hamil tapi nyatanya hingga 5 tahun kamu berjuang sendiri untuk Hilmi dan untuk itu sekali lagi terima kasih karena telah mau menyetujui usulan dari Bu Fitri untuk melakukan tes DNA Terima kasih sekali nak, semoga perjuangan kamu berbuah manis untuk Hilmy", ucap Pak Abdul bijak.


" Aamiin pak", Ucap Mutia tenang.


" Oke karena Bu Aini sudah menyetujui tentang usulan saya dan sudah memahami hak yang akan didapat oleh putranya Hilmi maka agendakan secepatnya untuk segera melakukan tes DNA kami menunggu hasilnya untuk proses selanjutnya", ucap bu Fitri.


" Bagaimana kalau nanti sepulang dari sini kita akan melakukan tes tersebut?", ucap Arjuna meminta persetujuan dengan Mutia.


Mutia berfikir untuk beberapa saat kemudian dia mengangguk menyetujuinya dengan ucapan singkat, " Ya ".


Kemudian pembicaraan Mereka pun berlanjut perjanjian jika memang nantinya hasilnya positif maka keluarga Arjuna tetap tidak boleh mengganggu kedamaian hidup Mutia dan Hilmi dan akan bertemu dengan HIlmy jika dengan persetujuan Mutia.


Setelah semuanya selesai citri dan Pak tadi pun pamit untuk berpamitan lebih dulu karena akan menemui klien berikutnya.


" Terimakasih Mutia karena kamu bersedia melakukan pertemuan ini dan kemudian selanjutnya akan melakukan tes DNA tapi sungguh aku sangat yakin seyakin-yakinnya jika Hilmi adalah darah dagingku meskipun tanpa adanya tes DNA tersebut", ucap Arjuna.


Mutia tidak menjawab apapun Hanya menatap sekilas dan kemudian manggut tanpa suara sedikitpun.


-

__ADS_1


-


Bersambung....


__ADS_2