
Terima kasih ya buat yang masih dan sudah setia sampai di eps ini @Dama Yanti thanks mba e sdh setiaa komen2nya ya.... sehat dan sukses ya... jg buat semua readers ku smg kalian sll sehat dlm keberkahan Aamiin yra.
~~~ 000 ~~~
Setelah Mutia mencoba beberapa gaun dan mendapatkan satu kebaya untuk akad dan 1 kebaya untuk resepsi.
Kini giliran Arjuna yang mencari jas untuk untuk akad dan juga untuk resepsi, tidak lupa Hilmi pun memakai jas yang senada dengan sang ayah.
" Buat anak gantengnya Ayah Arjuna harus diukur dulu ya soalnya uti nya tidak menyediakan yang seukuran dia dan warnanya senada dengan ayahnya, sini Uti ukur semoga dalam 3 hari sudah jadi nanti dikabari", ucap tante Yola dengan lembut pada Hilmi.
Hilmi pun menurut dengan berjalan mendekat pada tante Yola kemudian diukur.
" untuk kamu nggak ada masalah Jun semua sudah ready warna yang sesuai dengan kebaya Mutia dan juga dengan gaun resepsi Mutia, namun untuk yang mau dipakai Mutia harus ada sedikit sentuhan agar tidak terlalu polos semuanya akan kami kerjakan lembur deh pokoknya spesial untuk ponakan tante usahakan Kamis sore kan sudah siap", ujar tante Yola.
" Sip deh tante, jika bisa Kamis pagi kek biar kami lebih tenang", Arjuna mencoba menawar kesiapan busananya.
" Lu kira kami robot, Kamis sore itu sama Tante sudah dihitung dengan cepat, malah Ada kemungkinan Jumat sore kan, ini gaun di hari terpenting kalian tentunya tante akan mempersiapkan sedetail mungkin dan se se perfect mungkin, tante harap kamu jangan banyak protes, yang jelas hari H semuanya sudah siap dalam kondisi rapi bersih wangi oke!", ujar tante Yola meyakinkan.
Bagi tante Yola persiapan yang sangat mepet seperti ini memang sudah sering kali dia mengalaminya mendapatkan klien yang datang kurang seminggu dari pernikahan mereka meskipun akhirnya memilih baju yang sudah ada tapi rata-rata dari mereka pun terpuaskan jarang sekali ada klien yang kecewa.
" Percaya deh sama tanteku ini, pasti akan dipersiapkan seperfect mungkin, jika tidak begitu mana mungkin para pejabat dan artis memakai jasa tante", ujar Arjuna.
" Tapi kamu sebagai ponakan termasuk klien yang tidak tahu diri lho Jun, minimal itu 3 bulan sebelum hari H pesan gaun bukan kurang 5 hari, lu kira bikin baju Bim salabim, ini Tante harus kerja keras nih selama 5 hari ini yang mempersiapkan 6 baju buat kalian", tante Yola menggerutu sebenarnya sebal dengan kelakuan ponakannya satu ini.
" Halah wong aku cuma dikasih baju bekas kok, kalau aku minta yang baru itu 5 hari tidak mungkin makanya juga aku tidak pesan yang baru terima jadi aja deh!", jawab Arjuna tidak mau disalahkan.
__ADS_1
" Ngaco kamu, lu kira itu baju bekas? bukan lah ya, Jas yang akan kamu pakai itu masih baru, belum ada yang pernah pakai sekalipun, apalagi yang punya Mutia semua tadi yang dicoba Mutia adalah koleksi tante bulan ini dan itu belum pernah ada yang sewa atau pun mencobanya, yang pertama Mutia tadi, mana mungkin Tante tega ngasih kalian baju bekas", tante Yola merasa tidak terima jika dikatakan ponakannya memberikan gaun bekas.
" Maafkan Mas Arjuna tante dia memang suka ceplas-ceplos nih orangnya, tapi Mutia percaya kok sama tante", ujar Mutia lembut tidak enak tantenya dibilang begitu oleh Arjuna.
" Ah tanteku baperan sekali ya", ujar Arjuna terkekeh.
" Tidak apa-apa Mutia Tante sudah hafal betul sama ponakan Tante ini, kamu yang sabar ya nanti jika sudah sah jadi istrinya".
" Jelaslah tante Mutia mah orang tersabar di dunia, jika tidak dia tidak akan menunggu ku sampai 6 tahun", Arjuna terkekeh lebar namun tidak dengan Mutia yang langsung memberengut.
" Iiihhh.... kok malah yang baperan ayahnya Hilmi", lirih Mutia yang bisa didengar oleh Arjuna dan juga tante Yola.
" Nah lo siapa yang berperan di sini", tante Yola ganti menggoda Arjuna.
" Sudah beres kan Tante semuanya?", Arjuna memastikan.
" Oke jika begitu kami permisi tant", pamit Arjuna kemudian pada tanda Yola begitupun dengan Mutia dan Hilmi mereka menyalami tante Yola dan kemudian pamit untuk pulang.
" Bun, mulai besok hingga sehari sebelum hari H Ayah mau puasa mau minta supaya acara kita dilancarkan dan ayah tetap konsisten menjadi suami siaga suami setia suami yang bisa membimbing Bunda dan anak-anak nanti dan yang jelas Arjuna menjadi suami dari mutiara Aini, Aamiin ", Arjuna berkata lembut pada Mutia setelah mereka berada di mobil dalam perjalanan pulang ke kosan Mutia.
" iya, Bunda juga mau ikut puasa juga", setelah dipikir oleh Mutia perkataan Arjuna tadi tidak ada salahnya, toh mereka hanya berikhtiar melalui puasa siapa tahu dengan berpuasa seluruh harapannya dikabulkan oleh sang maha pencipta.
" Jangan langsung pulang ke tempat kos dulu ya, masih sore juga kita cari makan dulu yuk", ujar Arjuna.
" Ayah Hilmi mau makan yang ada kolamnya", seru bocah itu dari tempat duduk belakang.
__ADS_1
" Oh mau makan ikan bakar begitu yang di situ ada kolamnya juga ada gubug makan begitu?", tanya Arjuna memastikan tentang maksud dari sang putra.
" iya ", jawab Hilmi dengan senangnya.
" Di mana di dekat sini tempat yang seperti itu?", gumam Mutia.
" Ada bentar juga sampai tenang", jawab Arjuna yang memang tidak jauh dari tempat mereka ada tempat makan seperti itu yang cukup terkenal.
Dan hanya 20 menit kemudian mereka sudah sampai di tempat yang dimaksud oleh Arjuna, tempat makan dengan saung tradisional l lengkap dengan kolam ikan dan juga gubug makan untuk mereka menikmati hidangan secara lesehan.
Setelah mendapatkan parkir kemudian mereka mencari gubuk kosong untuk tempat duduk Mereka kemudian memesan menu.
Terlihat Hilmi sangat senang melihat ikan-ikan yang berenang renang di bawah saung makannya.
" Ayah ikannya besar-besar", Hilmi dengan senangnya melihat ikan-ikan yang berenang di bawah saung makan..
" Iya banyak ya".
Sementara Mutia langsung mencari tempat duduk dan menyandarkan tubuhnya di dinding saung dan men selonjorkan kakinya dengan santai.
Melihat Mutia bersandar dengan santai Arjuna pun mendekat kearah Mutia dan menyandarkan kepalanya di pundak Mutia.
Mutia sedikit tersentak mendapati Arjuna berlaku demikian terhadap dirinya tanpa sungkan sedikitpun apalagi ada Hilmi di hadapan mereka.
" Jangan menghindar biarkan aku menyandar di sini ", lirih Arjuna penuh permohonan.
__ADS_1
" Ckk ", Mutia hanya berdecak namun juga tidak menghindar atau pun menolak.
Bersambung....