
Aku senyum senyum sendiri didalam kamar karena tadi dapat kejutan dari kak Tristan,aku masih gak percaya kak Tristan pulang hari ini,saat aku tengah melamun membayangkan kejadian tadi tiba tiba hp aku berbunyi.
"Drrrttttt,drrrrttttt"
"Halo Tik,ada apa tumben tlf?"(Aku mengangkat panggilan tlf dari Tika).
""Aaarraaaaaa aku seneng banget mas Heri pulang,"(Aku menjauhkan hp dari telinga karena Tika dengan suara cemprengnya berteriak di hp).
""Ya ampun Tik gak sah keras keras juga ngomgnya kali aku gak budek,"(Aku pura pura marah kepada Tika).
""Hehehe maaf Ra habisnya aku seneng banget,emang kamu gak seneng pacar kamu pulang,"(Jawab Tika sambil nyengir ketawa).
""Ya aku juga seneng,tadi kak Tristan memberi kejutan aku di danau yang deket rumahya Erna,"(Jawabku).
""Serius Ra???emang apa kejutanya Ra,dikasih apa kamu sama Tristan,aku dibelikan gelang sama mas Heri lope lope lohh gelangnya bagus banget lagi,"(Cerocos Tika).
""Waahh beruntung kamu Tik,,aku gak dikasih apa apa hanya diberi kejutan ldia pulang aja seh,sama diajak makan bakso aja,"(Jawabku ,sambil berfikir kok aku gak debiliin gelang juga ya padahal kak Tristan kerjanya bareng pacar Tika dan kemana mana selalu bareng,apa mungkin lupa belum dikasih ke aku ya??).
""Gak mungkin Ra kata mas Heri ,Tristan juga beli kok gelang yang hampir sama punyaku,mungkin belum dikasih ke kamu kali,"(Jawab Tika).
""Ohh gtu ya,ya udah emang belum dikasih aja kali ya Tik?".
"Mungkin Ra,oh ya besak kencan bareng yuuk ke taman kota,"(Tika mengajak kencan bareng).
""Tapi tadi bilang besak kak Tristan mau anter ibunya berobat Tik,tadi bilang sama aku belum bisa ngajak jalan jalan,"
""Yahhh gak seru gak ada kamu,"(Tika sepertinya kecewa).
""Heeeleeehh biasa aja kali Tik gak sah sok sedih gitu,kan kalau gak ada aku dan kak Tristan kamu bisa mojok berdua hihihi!!(Aku terkikik geli membayangkan mereka mojok).
"""Hahahahaha,""(Tika tertawa).
""Ya udah Tik aku mau bantuin ibu dulu mau membuat kue,"(Jawabku,pamit untuk mengakhiri tlf Tika).
""Oohh ok Ra salam buat tante ya,""(Tika langsung mematikan tlf).
Setelah selesai menerima tlf aku berlalu ke dapur untuk membantu ibu mengemasi kue kasihan sudah malam belum selesai,l,setelah selesai aku kemudian bebersih dan pergi tidur.
Pukul sepuluh Erna datang kerumahku,,dia sudah kelihatan rapi dan cantik sepertinya mau pergi.
"Hei Er mau kemana udah cantik aja,"(Aku menghampiri Erna yang sudah sampai didepan rumah).
""Eh iya Ra aku mau keluar,aku kesini mau meminjam sepatu kamu boleh,kebetulan sepatu aku basah,""
""Boleh Er,itu pilih di rak sepatu,"(Lalu Erna berjalan ke arah sepatu aku,oh ya Erna itu sering meminjam barang barang milikku begitupun sebaliknya jadi sudah terbiasa).
""Yang ini ya Ra,"(Erna menunjukkan sepatu warna pink garis putih,).
""Ya Er,,kamu mau kencan ya?"(Tanyaku penuh selidik gak biasanya Erna berpenampilan kayak gitu).
""Eh,,itu,anu ,ahhh gak aku mau pergi sama Susi nemenin dia beli perlengkapan kerja,"(Erna gelagapan menjawab pertanyaanku,,sambil memasang sepatu dikakinya,sejak kapan Erna jadi deket sama Susi,fikirku).
__ADS_1
""Emang Susi mau kerja dimana kan belum ada ijazah,"(Aku tak percaya dengan jawaban Erna,ujian baru seminggu yang lalu masak mau kerja).
""Eeemmm aku kurang tau Ra mungkin dia udah ada kerjaan kali,"(Jawab Erna sambil berjalan keluar).
"Ra aku berangkat dulu ya byyee,"(Erna mencium pipiku tanpa menunggu aku menjawabnyaa dia sudah berlari ke jalan raya?sepertinya dia sudah ditunggu susi fikirku,dan lagi lagi bau parfum ini seperti bau parfum dibaju kak Tristan waktu memberi kejutan kemaren kak Tristan memelukku aku juga mencium baau parfum ini,parfum yang sama,,aahhh entahlah aku bermonolog sendiri.
Ditempat laen,tepatnya ditaman kota Tika sudah bersama Mas Heri mereka ngobrol dengan mesra,tiba tiba tanpa sengaja Tika melihat seseorang yang dia kenal,.
"Yang yang coba deh lihat orang itu,"(Tika menunjuk sepasang muda mudi sedang mesra dseberang tempat Tika dan mas Heri duduk).
""Mana seh yang emng kenapa kamu kenal,"(mas Heri memperhatikan yang ditunjuk Tika),disana memang ada beberapa pasangan yang sedang ngobrol bersama pacarnya atau temenya.
""Itu,tu yang dseberang pohon,,kok kaya kak Tristan ya,,tapi sama siapa ya,kata Zahra kak Tristan mau anter ibunya,"(Tika sambil memperhatikan pasangan itu).
""Kayaknya iya deh yang itu Tristan,eehh bukany itu tetangga Zahra ya yang jaket itu belinya bareng aku gak sengaja ketemu ditoko,"(jawab mas Heri sambil melihat kearah pasangan itu).
""""Whhaaatttt masak Erna yang,""(Jawabku sambil terlonjak kaget seakan gak percaya).
""Ya ampun yang gak sah ngegas gitu juga kali ne telinga sampek pengeng,"(mas Heri sambil mengusap usap telinga).
""Hehehe maaf yang habis aku kaget,masak iya Erna seh ngapain coba sama pacarnya Zahra,atau jangan jangan mereka selingkuh yang tega banget dong nikung sahabat sendiri gak bisa dibiarin ini,""(Aku beranjak mau samperin pasangan itu karena aku geram jika benar benar Erna mau aku labrak dia).
""Eh eh tunggu dulu yang jangan maen labrak aja nanti malah berantem selidiki dulu sapa tau ada hal penting,"(mas Heri menarik tanganku sambil mengeluus ngelus punggungku).
"Maksud kamu apa yang?atau jangan jangan kamu tau sesuatu,"(Aku menatap mas Heri penuh selidik).
"Gak begitu yang aku pernah beberapa kali lihaat Tristan boncengin Erna,saat aku tanya ada hubungan apa,katanya ada urusan soal pesenan baju gitu,kan ibunya Erna penjahit,"(jawab mas Heri menjelaskan).
Erna seorang penjahit taapi kok Erna gak pernah ceritaa ya kalau kak Tristan pesen baju baju,terus beberapa kali boncengan masak pesen baju aja pakai boncengan segala emang mau kemana coba,ehhh tunggu tunggu dulu tante.
Rumi(ibunya Zahra)pernah bilang kalau Erna sering didatengi cowok,kan yang sering kesitu Tristan mau ketemu Ara,Tika bermonolog dalam hati.
"""Aduh aduh sakit yang jangan kenceng kenceng cubitya mending cium,"hehe(mas Heri nyengir tetapi aku tidak merespon aku sibuk dengan fikiranku sendiri).
""Heeii!!!! kok malah bengong yang,"(mas Heri menepuk pipiku).
"Gak sah difikirin yang Tristan gak mungkin selingkuh,"(mas Heri memberi nasehat aku).
Siang itu kita lanjutkan mengobrol dan bercanda sama mas Heri,Tika berencana mau membicarakan ini kepadaku besak jika bertemu disekolah,Tika curiga sama Erna selingkuh dengan kak Tristan,sebenarnya Tika mau nyamperin itu pasangan bener itu
Tristan atau bukan tetapi Mas Heri melarang Tika takutya malah jadi salah paham.
...----------------...
Tok tok
"Ya siapa?"(Aku berjalan ke pintu karena mendengar pintu diketuk).
Ceklek(pintu aku buka)
"Eh Tika,sini Tik masuk,"(Aku menyuruh Tika masuk).
__ADS_1
"Tumben Tik sendiri Elisa mana,"(Tanyaku sambil Tika mengekor dibelakang ku).
"Ya aku dari rumah Ra pengen ngobrol sama kamu,nanti Elisa ikut malah bikin kesel itu anak kan lola,"(Tika lalu duduk disofa).
"Emang mau ngobrolin apa seh kayak serius banget,oh ya kemaren kencanya gimana lancar,"(Tanyaku sambil mengedip ngedipkan mata ke Tika)
""Ya penting Ra,sangat sangat penting lancar mah kalau soal kencanku,"(Jawab Tika).
"""Oh ya Ra sepatu kamu yang kita beli bareng itu kemana,"(Tika melihat kearah raak sepatuku yang memang letaknya disamping lemari).
""Dipinjem sama Erna Tik kemarin,"
Benar dugaan mas Heri kalau kemaren yang bersama Tristaan itu Erna karena aku melihat sepatu yang dipakai cewek itu sama persis sama sepatu yang aku pakai dan yang punya itu cuma aku sama Ara(Tika melamun).
""Wooiiiii bengong aja kesambet lo Tik",(
Aku mengibas ngibaskan tanganku didepan muka
Tika karena aku melihat Tika melamun).
""Iiissshhh apaan seh kamu Ra,aku lagi mikir,"(Jawab Tika sambil cemberut).
"Emang mikkr apaan seh sampai melamun gitu,"
"Ra jujur kamu pernah melihat laki laki maen kerumah Erna gak?"(Tanya Tika dengaan wajah serius menatapku).
""Kok kamu nanya kayak gitu seh mana aku tahu,""
""Tapi aku sering seh lihat dirumah Erna laki laki perawakanya itu sama kayak kak Tristaan tapi setiap kerumah Erna pake jaket dan helm gak pernah dibuka gitu,aku kira itu pengantar barang deh,"(jawabku).
""Kalau itu Tristan beneran gimana,"(Tanya Tika).
""Ya kan kak Tristan emang sering kesana Tika untuk ketemu aku kan kita ketemuanya disana biar gak ketauan ibu,ada apa seh Tik kok tiba tiba kamu bertanya kaya gini,"(Tanyaku penasaran).
"Emang kemaren kamu beneran gak keluar sama kak Tristan,"
"Beneran Tik tanya ibu sana kalau gak percaya,kamu ditanya malah balik nanya seh,ada apa Tik?(Tanyaku sekali lagi pada Tika).
"Aku kemaren pas ketaman kota aku melihat pasangan kaya kak Tristan awalnya aku ragu terus aku bilang sama mas Heri dan mas Heri bilang itu memang Tristan dan yang buat kaget aku dia sama perempuan awalnya aku kira itu kamu karena aku melihat sepatu kita yang beli bareng,tapi mas Heri bilang itu perempuan Erna karena jaket yang dipakai Erna adalah jaket yang mau dibeli mas Heri ditoko tapi keduluan Erna,aku udah mau samperin mau labrak pasangan itu tapi mas
Heri melarangku,karena mas Heri bilang beberapa kali lihat kak Tristan boncengan sama Erna, karena kak Tristan memesan baju kepada ibunya Erna,"(Tika menjelaskan panjang lebar kepadaku).
"Tapi kata Erna dia mau pergi sama Susi Tik,"(jawabku,walau aku kaget tetapi aku berusaha tenang).
"Susi kan dirumah neneknya Ra emang kamu lupa,kan ijin disekolah selama seminggu"(jawab Tika).
"Ih iya Tik aku lupa,tapi masak seh Erna tega menusuk aku dari belakang Tik?"(Aku mulai berkaca kaca).
"Aku juga gak tahu Ra makanya ayo kita selidiki,"(Jawab Tika sambil memegang tanganku).
Haruskah aku curiga sama Erna sahabat aku sendiri,haruskah aku jujur sama Tika jika aku beberapa kali mencium bau parfum yang sama antara kak Tristan dan Erna??
__ADS_1