Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Libur Kerja


__ADS_3

Hari sudah siang tetapi aku belum keluar kamar,aku masih betah didalam kamar,hari ini aku tidak bekerja karena mendapat jatah libur dari mbak Hana.


"Ara kamu kenapa gak keluar kamar,kamu baek baek saja kan,"Panggil ibuku dari luar,aku berjalan gontai menemui ibu.


"Heemm ya bu ada apa,aku baek baek aja,"


"Masyaalah anak gadis perawan jam segini baru bangun,kamu gak kerja apa Ra,"


"Hehe maales bu,udah bangun dari tadi ko,,aku libur bu dua hari,"


"Ohh,bagus lah besak pamanmu datang mau membicarakan acara lamaran ke rumah Elisa,"


"Haa,paman mau merid bu?"


"Iya,pamanmu sudah berencana menikah sejak dua bulan yang lalu,"


"Gak jadi perjaka tua dong bu,laku juga tu paman aku hahah,"


"Hus kamu itu ngawur kalau ngmg,"


"Hehe habisnya temen teemenya sudah banyaak yang banyak punya anak ehh dia masih betah jomblo aja,untung Elisa mau ya bu sama dia hihi,"


"Dasar kamu,udah sana mandi nanti temenin ibu antar kue,"


"Kemana bu"?.


"Deket pasar,itu bu Rini yang jualan sayuran mau acara hajatan anaknya,"


"Ya bu,kalau gitu aku mandi dulu bu,"


Aku lalu masuk lagi dan siap siap untuk mandi.Sekitar sepuluh menit aku sudah selesai mandi dan siap siap,sedikit polesan tipis tipis aku sudah siap,aku berjalan keluar daan menemui ibu membantu menata kue,dan berangkaat ke pasar.


"Pelann pelan Ra,nyepeda kamu,"Ibu mencubiti punggungku.


"Aduh duh ibu sakitt,ini pelan bu kalau lambat mending jalan kaki saja bu,kebiasaan deh ibu tiap diboncengin pasti gini,"Kesalku.


"Ibu takut Ra,ini kue banya banget ditangan ibu,"


"Udah deh bu,ibu diem aja tenang,dijamin aman pokoknya biar cepet sampai,"


"Kamu itu jika dibilangin ngeyel,"


Aku memilih diam daripada berdebat sama ibu gak ada habisnya.Sekitar duapuluh menit aku tiba didepan rumaah bu Rini.Aku turun dan membantu ibu membawa kue kue pesanan beliau.


"Bu aku tunggu diluar aja ya,ibu aja yang masuk,"


"Ya sudah kamu tunggu sebentar ya jangan kemana mana?".

__ADS_1


"Iya bu baweelll,"


Aku memutuskan untuk menunggu diluar sambil bermain ponsel,saat tengah asik bermain game tiba tiba aku dikejutkan dengan tepukan seseorang.


"Hai cewek galak,ngapain kamu disini,"Ternyata Reno yang menepuk pundakku.


"Astafirlah setan,,,,,Aku kaget spontan menampar Reno,"


"Ya ampunn tampang keren,cool gini dikaatain setan,dasar cewek galak,"


"Heh siapa suruh kamu ngagetin aku,lagian ngapain kamu disini,kenapa seh kemana mana selalu aja ketemu kamu,"


"Heloo kalau dipinggir jalan tu jangan maenan ponssel melulu jadi jika ada apa apa biar tahu,dijambret maling baru tahu kamu,"


"Elo malingnya,dasar gak jelas,"


"Kamu tu yang gak jelas marah marah melulu nanti cepet tua lo,"


"Apa kamu bilang!!!!!!Dasar ya kamu bikin kesel aja,"


Saat kami tengah berdebat ibu datang menghampiriku.


"Ra kamu kenapa marah marah apa dia orang jahat,kamu diapain sama dia,"


"Halo tante assalamualaikum,kenalkan saya Reno teman dari Ara,"Dia sok sok kenal dan ramah lagi sama ibuku bilang temenku segala lagi kesel aku.


"Ihhh bohong bohong bu,aku gak kenal dia,jangan sok akrab deh,"


Sesaat ibu menatap Reno,mungkin ibu juga sadar kalau Reno seperri mas Aldo.


"Maaf bu,,kenapa ibu melihat saya seperti itu,apa saya jelek ya bu hehe,"Tanya Reno


"Ya kamu jelek,kayak setan dimana mana ada,"Jawabku.


"Huss diam Ra gak baek ngmg gitu,kamu mengingatkan saya sama anaknya teemen tante nak,maaf ya gak usah didengerin omongan anak ibu".


"Waahh masak sih bu,,berarti muka saya pasaran ya bu,"Sambil garuk garuk kepala.


"Eh gak nak bukan begitu,"


"Gak apa apa bu,"


"Ayo bu pulang,ngapain seh ngobrol sama dia,"


"Ibu kamu saja gak protes kok ngapain kamu ribet udah pulang sana aja sendiri".


"Enak aja,nanti bisa bisa ibuku kamu jambret lagi,"

__ADS_1


"Emangnya mukaku tampang jambret apa,,dasar cewek galak,tukang fitnah,"


"Apaaa kam,udah udah Ra,ayo kita pulang malu itu dilihatin orang orang,ibu menyenggolku dan benar saja banya orang memperhatikan ke arah kami,"


"Tuh kan gara gara kamu,,kan jadi malu dasar"Aku melotot ke arah Reno.


"Kamu yang mulai duluan kenapa jadi nyalahin aku,"Jawab Reno gak mau kalah.


"Sudah ayo Ra pulang,nak Reno mari ibu permisi pulang,maaf ya atas sikaap anak ibu,"


"Eh iya bu,gak apa apa bu,sudah biasa ko,hati hati ya bu,"


"Laen kali mampirlah nak rumah kami gak jauh dari sini,nanti ibu buatkan kue buat kamu,"


"Waahh terimakasih bu,baek laen kali saya mampir,"


"Ngapain seh bu suruh mampir segala,nglunjak nanti,"


"Ibu kamu aja baek kok nawarin aku kenapa kamu yang repot,"


"Terserah,"Aku lalu mengajak ibu naek sepeda motor dan pulang kerumah sepanjang jalan aku terus menggerutu dan menyalahkan ibu kenapa harus meladeni dia bicara.


Sampai dirumaah aku masih kesal sama ibu,ibu hanya geleng geleng melihat kelakuan aku.


"Jangan benci benci gitu Ra nanti malah jadi cinta loo,"


"Ihhh ibu apaan seh gak akan aku cinta sama cowok nyebelin kayak dia,"Aku cemberut.


"Ra ibu boleh nanya gak?"


"Apa bu?"


"Eemm laki laki tadi kok seperti,Almarhum Aldo ya,"Tanya ibu ragu ragu.


"Ya memang bu,awalnya aku kaget bu tapi setelah beberapa kali bertemu dia ternyata dia itu lebih menyebalkan dari mas Aldo"


"Kamu kenal dia dimana nak?"


"Dikota S bu,waktu itu gak sengaja ketemu di mall eh dimana mana selalu aja ketemu dia kan nyebelin,"


"La terus kok dia disini ngapain?".


"Ya mana aku tahu bu,,aku aja heran kemaren ketemu dia,dia itu yang nempatin rumah kosong samping tempat aku kerja bu,"


"Ohhh,,)sepertinya dia suka sama kamu deh Ra,"


""Iihh apaan seh bu,ogah juga aku sama dia,"

__ADS_1


"Yaakiiinnn neee,"Goda ibu.


"Gak buuu,"Aku lalu meninggalkan ibu menuju kamarku.


__ADS_2