
Kami menuju tengah tengah kebun dan mencari strowberi yang sudah siap panen,dan ternyata memakan strowberi langsung dari kebunya dan baru dipetik ternyata lebih segar dan manis daripada beli ditoko toko atau pasar buah.
"Nyam nyam manis banget ternyata jika baru dipetik gini,"Aku sudah memakan beberapa buah dan Reno hanya memandangku.
"Kamu gak makan Ren,cobain deh manis banget,"Aku menyodorkan buah strowberi ke mulut Reno dan dia memakannya sambil terus memandang aku.
"Gimana manis kan Ren,"
"Ya manis tapi lebih manis kamu,"
"Idih Gombal,"Aku memukul lengan Reno dan dia memegang tangaanku dan terus menatap aku.
"Ren lepasin,malu dilihat orang,kamu kenapa seh lihatin aku terus dari tadi kan malu,"
"Kenapa malu,disini cuma kita berdua,"
"Itu Lia,loh dia kemana Ren kan tadi disana,"Aku menunjuk ke arah tadi dimana Lia memakan strowberi dan ternyata sudah tidak ada.
"Paling ke rumah kebun di pojok sana,"
"Yuk susul dia Ren,"
"Nanti saja aku masih pengen berduaan sama kamu,Ra aku bahagia bisa melihat kamu tersenyum seperti ini,rasanya hati ini adem lihatnya,"
"Ihh kamu gombal terus,"
"Siapa yang gombal,ini tulus tauk dari dalam hati aku,Ra beri aku kesempatan buat bahagiain kamu ya?".
"Ma maksud kamu apa Ren?".
"Ijinkan aku menjadi penerang dihati kamu Ra,aku mencintaimu kamu apa adanya,,aku gak bisa janjikan kamu apa apa tapi aku akan berusaha membuat kamu selalu bahagia,beri aku kesempatan Ara??"".
__ADS_1
Untuk sesaat aku terdiam antara bahagia dan kaget,Reno menyatakan cinta sama aku,tapi jujur saja aku sudah nyaman bersamnya mungkin juga sudah sayang tanpa aku sadari karena setiap dekat dia aku selalu bahagia dan deg degkan.
" Ra kok diam!Kamu gak perlu jawab sekarang jika gak siap ,aku gak memaksa kamu Ra,"
"Aku mau memberi kamu kesempatan,"
"Apa Ra????coba ulangi sekali lagi,"
"Iihh gak ada siaran ulang,"
"Ayo lah Ra jawab sekali lagi!".
"Iya Reno aku mau memberi kamu kesempatan,"
"Yes,"Reno berteriak kegirangan.
"Ren malu jangan teriak teriak,"
"Gak apa apa jangan malu biar semua orang tahu jika kamu milikku sekarang,aku akan segera halalin kamu gak akan nunggu lama,"
"Kenapa kok bengong?".
"Ren aku belum siap nikah,a aku masih takut,"
"Takut apa hemm,"
"Takut kejadian masa lalu terulang lagi,"
"Heeii dengar aku ya,aku gak akan pernah hianati kamu atau ninggalin kamu,mendapatkan kamu itu sulit,hanya maut yang memisahkan kita,"
"Husstt kamu jangan ngomong gitu,"Aku memeluk Reno sambil menangis setiap mendengar kata maut aku selalu teringat tentang mereka yang sudah ninggalin aku.
__ADS_1
"Heii kok nangis,aku salah bicara ya,"
"Jangan ngomong maut aku takut!!"
"Iya iya maaf ya,aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia Ra,"
"Iya aku percaya," Kami kembali berpelukan sampai suaraa deheman Lia dan Nala menyadarkan kami.
"Ehm ehm katanya gak pacaran la ini malah peluk pelukan,"
"Eh kalian ganggu aja,sekarang kita pacaran ne,"Jawab Reno.
"Ohh jadi kalian habis jadian ne,"Tebak Nala.
"Iya,"Aku menyenggol Reno kan aku malu.
"Gak apa apa kak gak usah malu,kita setuju kok kalau kalian pacaran biar kak Reno gak tiap hari sedih mikirin kakak,"
"Ha,emang iya,"
"Iya kak tiap hari curhat melulu sama kita,"
"Huss kalian ini lemes banget,"
"Kan emang iya,hahaha eh ini pajak jadiannya mana mumpung kita berlibur ne,"
"Iya iya besak kita jalan jalan belanja sepuas kalian,"
"Horeeeee,!!!Yuk kak mandi gerah ne nanti keburu dingin,"Ajak Nala.
"Ya udah ayuk,"Aku berjalan bareng mereka Reno dengan kesal mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Dasar kalian gak bisa lihat orang seneng sebentar saja,"
Tiba divila kami menuju kamar masing masing untuk bersih bersih dan bersiap siap makan karena perutku sudah dangdutan minta diisi.