
Aku tiba dirumah sudah disambut bapak juga paman,mereka sedang menungguku diteras,aku mengajak mas Beni untuk masuk dan makan malam bersama.
"Ayo mas turun dulu itu ada bapak sama paman,"
"Aku gak enak Ra kan udah magrib juga,"
"Gak apa apa ayo turun kita makan malam bersama,"
Aku mengajak mas Beni turun dan makan malam bersama,bapak juga tak keberatan dengan niatku.
"Assalamualaikum om,paman,"Sapa mas Beni.
"Walaikumsalam,eh Beni sini masuk masuk kita makan malam bersama sekalian aku kira ada apa kok belum sampai rumah,"
"Maaf om tadi mampir dulu ke Apotik,"
"Emm mas kalian ngobrol dulu ya aku mau bersih bersih dulu,"Aku beranjak untuk masuk dan mandi terlebih dahulu sekitar limabelas menit aku kembali keruang depan untuk ikut makan malam bersama.
"Kamu mandi apa pingsan seh Ra lama banget,"Gerutu pamanku.
"Y elah paman memangya kamu mandi kaya bebek aja,"
"Yang penting bersih,cepetan kita udah laper ne,"
"Bilang aja kamu yang laper yang laen pada gak protes itu,paman aja yang protes,"
"Kamu itu ya,ngeles aja kalau dibilangin,"
"Bodo weeekkk,"
"Sudah sudah kalian ini mau makan apa beranteem kebiasaan gak malu sama Beni?"Bentak bapak.
"Ya Ra udah ayo makan bantu tante siapin,"
"Itu paman yang mulai,"
"Kamu duluan kok aku?"
"Udah ayo Ra,"Tante menarik tangan aku mas Beni yang melihat aku seperti itu hanya tertawa.
"Mereka memang gak pernah akur kalau udah satu atap Ben,kaya anjing dan kucing saja,"
"Gak apa apa om,malah rame,Ara orangnya memang mudah bergaul gak marahan dan cuek,"
"Gak marahan apa,dikit dikit ngambek,"Samber paman.
"Hahahaha itu karena ulah kamu juga Her,"Tertawa bersama.
Malam itu kita makan bersama dengan tenang hanya ada suara denting piring dan sendok,selesai makan kami ngobrol sebentar dan mas Beni pamit pulang.
"Om,tante,paman saya pamit dulu ya,udah malam gak enak sama tetangga,"
"Iya Ben laen kali mampir lagi kita ngopi ngopi bareng,"
"Siap paman,"Lalu mas Beni berjalan keluar aku juga mengantarnya ke depan.
__ADS_1
"Sayang makasih ya,aku seneng banget bisa ikut makan bersama dengan keluarga kamu,"
"Iya mas sama sama,laen kali boleh kok kesini lagi,"
"Kesini ngalamar kamu ya,"Aku melotot ke arah mas Beni.
"Isshh apaan seh mas,aku gak mau buru buru nikah kali,"
"Hehe ya iya gitu aja sewot banget seh,"
"Gak ko mas siapa yang sewot,"
Cup
Mas Beni mencium bibirku,ini ciuman kedua ku setelah sekian lama,dulu kak Tristan yang melakukanya.Kenapa rasanya manis sekali ya,apa karena mas Beni gak ngrokok,batinku.
Kami saling menikmati ciuman kami beberapa saat,hampir kehabisan nafas mas Beni melepaskan ciuman kami.
"Maaf ya,"Lalu mengelap bibirku yang basah karena ciuman tadi.
"Mas kan malu ada diluar kalau ada yang lihat gimana?"
"Gak ada sayang,makasih ya,"Ucap mas Beni dengan menatapku.
"Iya mas,kamu hati hati ya nanti kabarin kalau udah sampai,"
"Iya sayang,"
Mas Beni pun pulang dan aku berjalan masuk ikut bergabung dengan bapak,paman dan tante,kami saling ngobrol dan bercanda malam itu sampai waktu menunjukkan pukul sepuluh malam lalu aku pamit untuk tidur duluan.
"Aduuh gimana aku berangkat coba,,masak minta jemput mas Beni seh kan malu,"
"Kamu kenapa Ra kayak patungan,"Tegur paman.
"Isshhh kepo aja,"Aku meninggalkan paman.
"Yeeee ditanya sewot aja,"
Saat aku keluar akan memesan ojol tiba tiba ada sebuah mobil berhenti didepan rumah,ternyata mas Beni menjemputku.
"Loh kok bapak?mas Beninya kemana pak,"Ternyata yang keluar sopir mas Beni.
"Saya disuruh pak Beni untuk menjemput nona,"
"Mas Beninya kemana pak?"
"Beliau sedang tidak enak badan non,mari masuk non,"
"Semalam baek baek aja,tapi memang seh kemaren sempet ke apotik buat beeli obat,,tapi aku gak tahu obat apa bodohnya aku kenapa gak nanya,"Batinku.
"Non ayok berangkat"
"Eh i iyaa pak maaf,mas Beni sakit apa ya pak,"Aku sudah masuk mobil dan duduk disamping pak Asep(Nama sopir mas Beni).
"Masuk angin saja non besak juga sembuh,"Jawab pak Asep.
__ADS_1
Dalam perjalanan kami hanya saling diam,aku masih kepikiran mas Bani dia juga belum memberi aku kabar aku chat juga belum ada balasan,semoga saja hanya masuk angin biasa.
Sampai pulang kerja pun mas Beni belum membalas chatku,aku jadi kepikiran denganya,aku coba tlf gak diagkat,tlf keluarganya kan aku gak tahu nonya,Gumamku.
"Tante,apa tante tau alamat mas Beni?"
"Gak Ra memangnya kenapa,kamu kan pacarnya masak gak tahu,"
"Gak tahu tante mas Beni juga gak ngasih tau alamtnya dia kan belum pernah ngajak aku kerumahnya,"
"Emang ada apa?"
"Dia katanya sakit tan,aku hubungi gak bisa dichat juga gak bales,"
"Tan coba tanyain sama mbak Indri dong kan dia temen lama pernah suka juga,ya ya tan,"
"Iya nanti tante tanyakan,"
"Makasih tan,"Aku lalu mencium tante dan beranjak ke kamar.
Aku menunggu kabar mas Beni tapi sampai dua hari gak ada kabarnya,mbak Indri juga beelum pulang dia masih diluar negeri.Aku semakin panik dan bingung mau menghubungi siapa,saat aku bosen aku berinisiatif untuk jalan jalan keluar.
Aku pergi ke Tamaan untuk menenangkan fikiranku tetapi disana aku malah melihat Yuwan yang membuat aku terkejut disana ada mas Beni duduk dikursi roda dengan wajah yang sangat pucat.
"Mas Beni,Yuwan kalian sedang apa disini,dan kamu mas??"Aku mendekat ke arah mas Beni tetapi dia tidak mau melihatku.
"Wan kita pergi dari sini,"Mas Beni mengajak Yuwan pergi hatiku teriris mendengar perkataan itu apa salahku kenapa mas Beni menghindariku.
"Mas Kamu kenapa?kenapa malah menghindar aku kawatir sama kamu,"
"Mas jangan diem saja jawab pertanyaanku?"
"Maaf Ra kita pergi dulu,"
"Tapi Wan,aku butuh di,"Laen kali saja Ra tolong kasih waktu buat dia,jawab Yuwan dan beranjak pergi dengan meninggalkan aku yang mematung ditaman.
Aer mataku menetes,aku menangis sendiri ditaman,"Ada apa mas,kenapa kamu berubah saat aku mulai sayang sama kamu hiks hiks"Tangisku
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kak kenapa kamu menghindari Ara?"Tanya Yuwan mereka menuju rumah sakit dimana Beni dirawat.
"Aku gak mau melihat dia sedih karena aku Wan,aku sudah janji mau buat dia selalu tersenyum tapi kondisiku seperti ini,"
"Tapi kak dengan sikap kamu begini dia malah akan lebih menderita lagi,kenaapa kamu gak jujur saja seh?"
"Gak Wan,aku gak mau dia terbebani dengan penyakit aku,"
"Kak,kakak mencintai dia,dan sepertinya dia juga sudah cinta sama kakak,kakak tega perlakuin dia kayak gini,"
"Kamu bisa buat dia lupa sama aku Wan,"
"Hah,kamu gila ya kak dia bukan barang yang bisa dioper kesana kesini,ayolah kak jangan jadi pengecut,,lawan penyakit kakak,,perjuangkan cinta kakak,jangan menyerah seperti ini,"
Beni hanya menunduk tanpa menjawab pernyataan Yuwan.Sebenarnya dia gak tega melihat Ara menangis tapi dia juga tidak mau membuat Ara menderita karenanya.
__ADS_1