
Bapak mengahampiri kamarku mungkin mendengar aku menangis,beliaau terkejut melihat aku menangis dilantai sambil memeluk lutut.
"Ya Allah sayang kamu kenapa lagi, apa yang terjadi Raa?"Bapak menghampiri dan membawaku kedalam pelukannya.
"Bapak,hiks hiks hiks kenapa Tuhan gak adil pak sama aku,kenapa orang orang yang sayang sama aku akan diambilnya semua,apa aku gak pantas bahagia pak,kenapa pak kenapa?"
"Astafirlahhaladzim sayang istifar kamu bicara apa?Tuhan gak pernah gak adil sama umatnya nak,jangan menyalahkan Tuhan,semua sudah garis dari yang diatas,"
"Mas Beni pak,dia gak akan sembuh dia gak akan kembali kesini lagi,"Aku menyerahkan ponselku agar bapak membacaanya.
"Yang sabar sayang,ini semua ujian cinta kamu untuk mendapatkan yang lebih baek dari Beni ataupun Tristan,"
"Janganlah kamu menyalahkan Tuhan sayaang semua sudah taakdir,belajarlah ikhlas menerima cobaan ne nak,kamu sudah banyak melewati cobaan yang lebih berat kan dari ini,tetap tegar dan ikhlas sayang,"
"Apa aku bisa pak?"
"Pasti bisa sayang,belajarlah ikhlas dan sabar,jadikan masa lalu sebagai pelajaran nak untuk mencari masa depan yang baek,"
"Makasih ya pak,"Aku memandang bapak dan menghapus aer mataku,benar kata bapak aku harus muve on,aku gak boleh larut dalam masa lalu,masa depanku masih panjang.
"Ya sudah kamu tidur udah malam,besak kerja kan,"
"Iya pak,temenin dulu,"Mode manja kumat hehe.
"Heemmm dasar,baiklah,"Bapak lalu mengelus ngelus kepalaku dan akupun mulai memejamkan mataku,hanya bapak yang bisa menenangkan aku jika dalam keadaan terpuruk seperti ini.
Kesokan harinya aku sudah bersiap siap untuk kerja aku memilih diantar baapak,daan bapak pun bersedia kami berangkat sekitar setengah delapan.Sampai ditempat kerja ternyata baru aku kak Ros belum datang dan aku memutuskan menunggunya dulu didepan.
"Mbak pagi pagi jangan melamun nanti rezekinya dipatok ayam,"Suara seseorang yang beberapa hari ini selalu mengikutiku.
"Kamu!!ngapain kamu disini ngintilin aku ya?"Tanyaku ketus.
"Kenapa memangnya ini tempat umum,aku mau kemana saja terserah aku dong,"
"Ihhhhhh menyebalkan,ganggu mood orang aja,"
"Bukanya udah gak bagus ya mood kamu,itu kelihatan dari mata kamu bengkak pasti habis nangis ya?"
"Aku melotot ke arah orang itu,pergi kamu,jangan sok tahu,"Aku beranjak masuk meninggalkan laki laki aneh itu.
"Dasar cowok aneh,gak jelas,nyebelin ngapain juga pagi pagi harus ketemu dia seh,ihhhhhhh kesel kesel,"Gerutuku.
"Kenpa kamu pagi pagi ngomel sendiri,"Tanya bosku.
__ADS_1
"Eh bapaak,?,hehe maaf pak tadi itu emm di depan ada orang sinting,"Jawabku gugup sambil nyengir.
"Apa oraang gila,dimana udah diusir satpam belum,,kalau belum biar saya suruh pak satpam mengusirnya,"
"Sudah pak,tadi sudah pergi kok,aman pak"Panikku kalau sampai nyuruh satpam ketahuan aku bohong dong batinku.
"Ohh baiklah,silahkan mulai bekerja,"
"Iya pak terimakasih,"
Haaaahh menghela nafas selamat,,baatinku,aku mulai bekerja seperti biasa,,dan hari ini sungguh ramai pembeli yang membuat kami kewalahan,untungnya hari ini pak bos ada acara laen jadi jam kerja cepat berakhir.
"Huufftttt capek ya kak hari ini full rame banget,"
"Iya Ra,masih siang kamu mau langsung pulang?"
"Gak kak aku nunggu bapak jemput aku bilangya sore seh,"
"Aku antar aja gimana?"
"Gak kak nanti malah merepotkan kakak,"
"Santai aja,,gimana mau gak aku antar?"
"Terimakasih kak,enggak usah aku masih mau jalan jalan ketaman aja kak pengen nenangin fikiran,"
"Ya kak hati hati,"
Aku memutuskan akan ke taman saja,aku berjalan keluar untuk mencari pangkalan ojek samping mall,dan ternyata ada,aku memanggil tukang ojek dan aku ajak mengantar ke taman,sekitar lima belas menit aku saampai ditaman.
Taman yang penuh kenangan dengan mas Beni,untuk pertama kalinya aku diajak ke taman ini sama dia,dan disini juga aku mulai membuka hatiku untuk ya dan sekarang disini juga aku akan membuang semua masa laluku.
Aku duduk termenung di bangku taman kenangan ku bersama mas Beni berputar putar dikepalaku,tanpa terasa aer mataku menetes.
"Usap itu ingus kamu kemana mana,"Seseorang memberi aku sapu tangan.
Aku menoleh dan ternyata orang itu lagi,karena aku memang lagi malas debat aku menerima uluran sapu tangan dari dia dan mengelap aer mata juga ingusku.
"Dasar jorok,"
"Salah sendiri dikasih aku,"
"Besak aku cuci aku pakaikan minyak wangi dan pewangi biar bersih dan wangi baru aku kembalikan,"
__ADS_1
"Gak perlu buat kamu aja,,?boleh aku duduk sini,"
"Heemmm,"Jawabku tanpa menoleh dan masih menangis ntah kenapa aer mata ini gak mau berhenti menetes.
"Setiap orang itu punya masalah,,boleh sedih dan menangis tetapi jangan sampai semua itu membuat kita terpuruk,"
"Dicari apa solusinya agar kita bisa menyelesaikanya,karena aer mata tidak akan membuat masalah itu berakhir,"
Tanpa menjawab nasehaat laki laki itu aku malah bersandar dipundaknya dan menangis sejadi jadinya aku akan puas puasin menangis untuk dia.
"Maaf baju kamu basah,"Aku tersadar jika aku telah bersandar pada laki laki itu.
"Oke gak masalah,gimana udah lebih tenang,"Dia menatapku akupun juga menatapnya,pandangan mata yang teduh dan menenangkan entaah kenapa sepertinya aku pernah dekat denganya padahal jelas jelas aku gak kenal.
"Kenapa aku ganteng kan?"Dia malah mengedip ngedipkan mata ke aku.
"Ihhh apaan seh pd banget jadi orang,"
"Buktinya kamu lihatin aku sampai segitunya,hayooo ngaku aja,"
"Dasar cowok aneh,"Kesalku.
"Aneh aneh gini kamu juga nangis senderan neh dipundak,"
"Heheeh sapa suruh duduk disitu,"Aku masih gengsi untuk minta maaf.
"Nah gitu senyum kan cantik,"
"Kata kata itu,Aku kembali teringat mas Aldo kenapa dia begitu mirip dari segi perkataanya.
"Kok malah melamun,oh ya aku Reno,"Dia mengulurkan tangan ke aku.
"Ara,"Menerima uluran tanganya.
"Nama yang cantik kaya orangnya,tapiii?"Dia menjeda ucapanya.
"Tapi kenapa?"
"Galak,"Hahahah dia tertawa.
"Bodo,aku mau balik,"Karena kesal aku pergi meninggalkan dia aku akan memesan ojol untuk mengantar aku pulang.Aku akan bangkit lagi aku gak akan terpuruk untuk kedua kalinya.
"Eh tunggu,Ra,kamu pulang mau jalan kaki,"
__ADS_1
"Terserah aku,"Ketusku ternyata Reno mengejarku.
Aku tak memperdulikan dia aku menunggu ojol dipinggir jalan,dan Reno juga ikut menemaniku sesekali menggodaku juga.Tapi ada untungnya juga seh dia menemani aku pasal ya disini sepi banget.Sekitar sepuluh menitan Ojol pesanan aku datang dan aku pulang kerumah aku membiarkan Reno masih disana,ntah tadi dia naek apa ke taman aku tak menghiraukan dia.