
Aku berinisiatif untuk mencukurr jenggot mas Aldo,aku keluar mencari warung untuk membeli alat cukur dan pembersih,setelah mendapatkanya aku kembali ke ruang perawatanya mas Aldo.
Aku mulai mencukur jenggot mas Aldo dengan hati hati dan membersihkan wajahnya.
"Mas kapan kamu bangun,kenapa gak bangun bangun,gak kangen sama aku ya,lihat ne aku udaah kaya istri kamu saja mas mencukur jenggot kamu,membersihkan wajah kamu,gak malu ya sama aku,"Aku sambil mangajak mas. Aldo berbicara.
"Tu kan kalau gini kan udah ganteng lagi kamu mas,"aku mengusap wajah mas Aldo.
"Sampai kapan mas kamu seperti ini,siapa wanita itu mas sampai sampai kamu mengorbankan nyawanya untuk dia,sungguh beruntung yang bisa dapet kamu,"
"Kenapa kamu gak sama mbak Hana saja seh mas,dia kan baek,cantik,dan kaya juga seperti kamu,"Aku berbicara sendiri dengan memegang tangan mas Aldo.
"Hei ngapain kamu disini?"Tiba tiba Faisal berdiri dibelakangku,ya ampun bodohnyaa aku malah ketiduran.
"Maaf Sal,aku ketiduran,"
"Hem,kamu ngapain disini kenapa gak jawab mama mana?"
"Saya gantiin jagain mas Aldo tadi tante ke Butik,"
"Ohhhh,sudah kamu pulang sana biar aku yang jaga,"
"Gak apa apa Sal aku mau ikut jaga mas Aldo,dulu dia udah baek banget sama aku,aku ingin membalas kebaikanya,"
"Terserah,"Faisal sepertinya tidak menyukaiku entah apa salahku?
"Saya keluar dulu,"Pamitku pada Faisal.
Saat aku di didepan pintu mamanya mas Aldo datang.
"Loh Ra ngapain keluar?"
"Gak apa apa tante lagi cari angin,didalam sudah ada Faisal,"
"Oh baiklah tante kedalam dulu kamu tunggu disini,"
"Sal kamu sudah pulang?"
"Udah ma,mah ngapain seh perempuan itu dibiarkan merawat mas Aldo,gara gara dia kan mas Aldo kayak gini,"
"Huusssttt kamu gak boleh bicara sembarangan Sal ini musibah,Ara gak tahu apa apa soal perasaan abang kamu,jangan salahkan orang laen nak,"Mengelus elus pundak Faisal.
"Lihat abangmu jadi lebih fress setelah dirawat Ara kan,kita saja tidak memperhatikan wajah abangmu kan,"
"Ya ma,"
Ara memang tidak tahu jika wanita yang dicintai Aldo adalah dirinya.
"Kamu pulang saja nak besak kembalilah kesini,ini sudah sore,"Saran mama Aldo.
__ADS_1
"Benarkah tante,"Aku melihat jam tanganku dan aku terkejut ternyata sudah jam empat bisa gawat kalau kak Tristan sudah sampai toko duluan,batinku.
"Ya udah tante saya duluan ya?"
"Ya hati hati Ra,"
"Ya tante,"
Aku meninggalkan rumah sakit dengan menggunakan ojek,aku meminta pak ojol untuk sedikit ngebut karena takut keduluan kak Tristan.Tak sampai satu jam aku sudah sampai didepan toko mbak Hana,dan untungnya kak Tristan belum sampai.
"Loh neng kok balik sini lagi?"Tanya pak satpam.
"Kangen sama bapak,"Godaku.
"Hahahaah si neng bisa saja,pasti nungguin pacarnya ya,"Tebak pak satpam.
"Hehe iya pak,"Jawabku sambil cengengesan.
"Saat asik bercanda dengan pak satpam tiba tiba t ada yang mengejutkanku dari belakang.
"Dek udah lama?"
"Ya ampun kak Tristan ngagetin aja,"Aku terkejut.
"Kamu aku panggilin gak denger dek ternyata lagi ngobrol sama pak satpam,"
"Iya gak apa apa kak daripada bengong,ya kan pak?"tanyaku pada pak satpam,dan pak satpam pun menjawab iya.
"Ya kak ayo,"Aku lalu menggandeng tangan kak Tristan berjalan menuju parkiran sepeeda motor.
Selama satu minggu aku selalu merawat mas Aldo dan tanpa sepengetahuan kak Tristan.
"Ra kamu gak capek bolak balik RS terus?"Tanya ibuku.
"Gak lah bu,akuu ikhlas lakuin ini,"
"Tapi nak ibu kawatir sama kondisi kamu,kamu jadi gak teratur makannya,"
"Ibu tenang saja,aku baek baek saja bu,"Aku mencium pipi ibuku.
"Baiklah,tetap jaga kesehatan ya,"
"Siap komandan,"Aku hormat pada ibu sambil tertawa.
"Dasar kamu Ra,"Ibu geleng geleng kepala.
"Bu aku nanti bawa motor sendiri ya,"Ijinku pada ibu.
"Tumben,Tristan kemana?"
__ADS_1
"Gak tahu bu katannya ada urusan gitu,kasihan juga seminggu ini jadi tukang ojek aku,hahaha,"Aku sambil tertawa.
"Ya sudah tapi hati hati ya,"
"Ya bu,aku berangkat dulu ya bu keburu siang,"
"Ya nak hati hati ya,salam untuk mamanya Aldo.
"Iya bu,"Aku mencium tangan ibuku dan berangkat mengendarai sepeda motorku.
Sampai dirumah sakit aku lalu masuk keruangan mas Aldo dan membersihkan tubuh dia,setelah selesai seperti biasa aku ajak mas Aldo ngobrol.
"Mas udah dua minggu kamu gak bangun,,kamu jahat katanya mau lihat aku sukses,tapi kamu gak bangun bangun,kalau aku ngerawat kamu terus kapan aku suksesnya coba yang ada aku jadi baby sister kamu dong mas,"
"Tau gak mas,Tika udah kerja terus Elisa udah gantiin aku ditoko mbak Hana,masak aku disini sini aja,aku kangen kamu mas,"aku memegang tangan mas Aldo dan tidur didadanya,entahlah seminggu ini merawat mas Aldo seperti ada rasa sakit dihati,aku kenapa ya,apa karena darah mas Aldo mengalir dtubuhku dan aku ikut merasakan sakit batinku.
Saat aku larut dalam fikiranku tiba tiba aku merasakan gerakan mengelus rambutku,lalu aku melihat tangan dan betapa terkejutnya aku setelah aku melihat itu tangan mas Aldo lalu aku melihat wajahnya dan benar mas Aldo membuka matanya.
"Mas kamu sudah sadar,"Aku menatap mas Aldo.
"H a u s,"Ucap mas Aldo lirih lalu aku mengambilkan minum untuk mas Aldo dan memberikanya.
"Syukur alhamdulilah mas kamu udan sadar aku langsung memeluk mas Aldo,"Tanpa aku sadari ternyata dibelakang sudah ada mamanya mas Aldo,mbak Hana dan Faisal
"Ehm ehm,"Faisal berdehem.
"Aku reflek melepaskan pelukanku,"
"Eeh maa maaf tante,sudah lama disitu tan,"aku menunduk malu.
"Udah semenjak Aldo mengelus kepala kamu Ra,"Jawab mbak Hana.
"Kok mbak Hana gak kasih tahu aku,"Aku menunduk malu.
"Gak apa apa Ra,"Jawab mama Mas Aldo.
"Aldo kamu sudah siuman nak?"
"Aku kenapa ma?"Masih terlihat bingung.
"Kamu itu koma selama dua minggu bang,"Jawab Faisal.
"Mas Aldo hanya menatapku tanpa bicara lagi,"
"Ra tolong kamu panggilkan dokter yang menangani Aldo,"Suruh mamanya Aldo.
"Baik tante,"
Akupun berjalan keluar untuk mencaari dokter itu ditengah perjalanan aku melihat Erna.
__ADS_1
"Loh itu kan Erna ngapain disini ya,bukanya dia dikampung neneknya,ssiapa yang sakit ya,mamanya kan sehat sehat saja apa neneknya,tapi tunggu ini kan ruangan dokter kandungan,ngapain Erna kesini," gumamku.
Tapi aku tidak jadi mengejar Erna karena aku mau mencari dokternya mas Aldo dulu,biarlaah itu urusan dia,walau penasaran seh.