
Aku turun dan bilang sama pak ojol agar menungguku,,aku berjalan masuk ke area pemakaman aku beranikan melangkahkan kakiku untuk mencari makam mas Aldo,,kaki ini melangkah dengaan bergetar,,aku membawa bunga dan aer mawar untuk aku tabur diatas makamnya.
"Bismilillah kuat kuat,aku harus tegar sudah setahun tetapi rasanya belum percaya jika dia udah gak ada,batinku,"
Aku terus menyusuri makam untuk sampai ke makam dia,aku telah sampai ditengah tengah makam,aku lalu duduk disamping makamnya,sepertinya ada yang baru kesini mungkin mamanya atau mbak Hana fikirku.
"Assalamualaikum mas,aku datang lagi,maafin aku baru bisa kesini mas,hiks hhiks,maaf ya aku nangis,aku kangen sama kamu mas,"
"Oh ya mas,aku ketemu orang namanya Reno,dia itu mirip banget sama kamu,mataya,cara ngomongnya dan sama kaya kamu selalu ngatain aku galak,eemm tapi masih gantengan dia seh sama kamu mas hehe,"
"Doain aku dari sana ya mas semoga kelak mendapat jodoh seperti kamu,maafin aku yang gak peka sama perasaan kamu mas,aku pulang dulu ya mas,insaalah kalau aku ada waktu akan mengunjungi kamu lagi,"
Setelah bicara panjang lebar di makam mas Aldo aku merasa lebih tenang,aku lalu ijin pulang denganya dan menyiram makamnya dengan aer mawar dan menaburkan bunga diatas makam dia.Setelah mendoakannya aku beranjak berdiri dan beranjak berjalan keluar makam saat sampai didepan gerbang makam aku bertemu penjaga makam dan bertanya padaku.
"Maaf neng,apa neng dari makamnya den Aldo,"
"I iya pak,,memangny aada apa ya pak?"
__ADS_1
"Ini neng saya dulu dapat titipan surat dari ibunya den Aldo untuk diserahkan kepada neng,"
"Oh iya pak terima kasih ya pak,"Aku menerima amplop dari bapak tadi dan pamit melangkah pulang,dalam benakku ini surat dari siapa ya?kok baru setahun diserahin ke aku ya,"
Aku lalu mengajak bapak ojol tadi untuk pulang,dalam perjalanan pulang aku selalu kepikiran tentang isi surat tersebut udah gak sabar buat bacanya.Sampai dirumah aku bergegas mandi dan masuk kamar rasanya gak sabar untuk membuka surat itu.
"Ra kamu baru pulang kok gak makan nak,kamu baek baek saja kan?"Ibu mengetuk pintu dan memanggilku.
"Ya bu Ara baek,sebentar bu aku belum lapar,ibu makan duluan saja ya,aku capek mau istirahat dulu,"Jawabku.
"Ya sudah ibu makan duluan,"
Ara kapaanpun kamu membaca surat ini tolong temui tante ya ada yang mau taante sampaikan sama kamu,dan kamu harus tahu soal ini.Tante mencoba hubungi kamu tetapi tidak bisa,tante yakin kamu akan datang ke makam Aldo lagi makanya tante menitipkan surat ini sama bapak penjaga makam,tante harau kamu mau menemui tante..
"Huuffttt ada apa y,kenapa tante suruh aku kesana?Gumamku.
Aku akan cerita sama ibu dulu lah,apa ibu akan memberi ijin kesana atau gak.Aku lalu menemui ibu dan menceritakan semuanya kepada ibu,,awalnya ibu heran kenapa baru sekarang memberi surat itu kenapa gak dulu saja,tapi ibu menyuruhku menemui ibunya mas Aldo yah siapa tahu ada yang penting juga.
__ADS_1
Malam itu aku duduk termenung di depan jendela,aku menatap bintang dilangit aaku mengingat lagi kenangan aku bersama mas Aldo,serasa baru kemaren bertemu bercengkraama ternyata dia udah gak ada didunia ini lagi.
Pagi telah tiba aku sudah bersiap siap berangkat kerja,saat aku akan sarapan aku dikejutkan dengan kehadiran paman Heru,kapan dia pulang ya batinku.
"Pagi tuan putri tumben udah cantik aja,"Sapa paman.
"Pamaaaannn kapan datang kok tahu tahu udah disini aja,"Aku memeluk paman.
"Semalam,pasti kamu sudah tidur,gak tahu aku datang,kamu kok kurusan seh Ra sekarang,kenapa?Apa ada masalah?"
"Gak kok paman,aku diet aja hehe,"Jawabku asal.
"Ya sudah kalau gak mau cerita,oh ya bulan depan aku mau melamar Elisa,gimana kamu setuju gak,"
"Hah,yang bener paman?Ya aku setuju banget paman,lebih baek segera dihalalin aja daripada Elisa kepincut yang laen heh,"
"Heeemm dasar kamu doain paman yang jelek jelek ya,"
__ADS_1
"Hehehe,"Aku lalu pamit sama paman buat berangkat karena ojol pesanan aku sudah tiba,,motorku aku tinggal di toko jadi terpaksa aku memesan ojol lagi untuk berangkat.
Aku tiba ditoko,ternyata mbak Sari sudah membuka toko,aku lalu membantunya bersih bersih toko.Aku sama mbak Sari memang dipercaya mbak Hana untuk mengelola toko ini,sebenarnya amanah ini sungguh besar jadi aku tidak bisa sembarangan libur kerja jika tidak mendesak dan entah kapan aku bisa kerumah mas Aldo.