
Setelah semua keluarga bertemu dan membahas tentang Kak Tristan dan Erna akhirnya terjadi kesepakatan ssbulan lagi mereka akan menikah.
Dikota S aku sedang makan malam bersama tante dan bapak,setelah tante mengabari aku jika aku sudah sampai rumah bapak juga terus pulang kerumah.
"Sayang besak kamu bawa motor saja ya,"
"Tapi pak aku kan gak punya sim,"
"Gak apa apa sayang lewat jalan alternatif aja aman kok malah banyak rumah rumah warga,"Jelas tante Rina
"Benarkah tan?"
"Ya Ra,malah lebih cepet sampai lo,"
"Oke siap pak,te,terus kalau tante mau pergi pergi gimana?"
"Tante gak kemana mana Ra,kamu santai saja,paling hari minggu aja belanja harian dan kalau minggu kan bapak kamu libur,"jelas tante.
"Baiklah tante,terima kasih ya tante?"
"Sama sama sayang,"
Selesai makan malam aku bergegas ke kamar,dan membuka buka ponsel aku saatnya berselancar didunia maya gumamku,saat tengah asik membaca baca stori teman teman aku gak sengaja membaca stori Erna.
"Alhamdulilah sebulan lagi menuju hari H
Akhirnya mereka akan menikah juga,Ya Tuhan kuaatkan aku,aagar aku ikhlas menerima semua ini gumamku,aku menangis sejadi hadinynya,tanpa aku tahu ternyata bapak sudah dibelakangku,aku lalu memeluk bapak dan menangis.
"Sayang kamu boleh patah hati,boleh putus cinta,tetapi ingaat jodoh maut itu semua Tuhan yang mengatur sayang,bapak tahu perasaan kamu,,coba ikhlaskan sayang jangan larut dalam kesedihan,"Nasehat bapak
"Kak Tristan jahat pak,dia jahat,dia mau menikah dengan Erna,mereka jahat pak,apa saalahku paak,"Aku masih menangis sesenggukan.
"Sabar sayang,ikhlaskan kelak kamu akan mendapatkan yang lebih baek dari dia ya,"Bapak mengelus ngelus punggungku.
"Hiks hiks,Aku masih menangis dipelukan bapak,"
"Sudah sayang jangan nangis lagi ya,nanti anak bapak jelek,kan besak kamu kerja sayang nanti matanya sembab,"Bapak menghapus aer mataku.
"Pak,bapak temenin aku yaa,aku penngen tidur dipangkuan bapak,pliiisssss,"Aku merengek seperti anak kecil.
Bapak pun gak bisa nolak keinginan aku,malam itu aku tidur dipangkuan bapak dengan bapak mengelus ngelus kepalaku,saat saat seperti inilah yang selalu aku rindukan.
Pagi menjelang aku bangun dari tidurku aku membuka mataku ternyata aku sudah tidur dkasurku,aku lalu menuju kamar mandi dan bergegas mandi lalu berdandan tipis tipis.
"Pagi tante maaf ya semalam bapak nemenin aku,"
"Ya sayang gak apa apa,sini yuk sarapan,"
"Loh bapak mana tan?"
"Bapak kamu udah berangkat Ra,"
"Oh kok pagi banget seh tan?"
"Ya katanya ada peninjauan proyek di kota gitu,"
Aku hanya mangut manggut,aku juga menyelesaikan sarapanku dan bergegas berangkat kerja dengan mengendarai sepeda tante .
"Aku berangkat ya tan?"Pamitku
"Ya Ra hati hati ya,"
"Oke siap,"Aku melajukan sepeda motorku ke tempat kerjaku,dan benar saja sekitar duapuluh menit aku sudah sampai ditempat kerjaku lalu aku memakirkan motorku dan berjalan masuk menuju tempat kerjaku.
Selamat pagi kak Rose," Sapaku
"Pagi Ra,,tumben udah datang,"
"Ya kak bawa motor sendiri,"
"Oh ya Ra kamu gantian di kasir ya aku yang promo,"
"Oke kak siap,"Aku menuju meja kasir untuk memulai bekerja.
Tak terasa sudah sebulan lebih aku bekerja,pekerjaan yang sangat ssngat aku sukai,aku selalu menjalani hari hatikuku dengan senang tidak ingin memikirkan dia lagi.
"Pak besak bapak libur kan hari minggu,"
__ADS_1
"Ya sayang memangnya kenapa,"
"Jalan jalan yuk pak,aku kan pengen tahu kota ini,"
"Kan ada tante kamu sayang,"
"Gak mau aku maunya sama bapak juga,ya,ya kita jalan jalan ya pak,aku masuk siang soalnya,"rengekku.
"Ya,ya bawel,"Bapak mencubit hidungku
"Biariinn weeekkk,"Aku berlari kekamar,saat akan tidur ponselku berdering ternyata tlf dari Elisa,tumben ne anak malam malam tlf batinku.
📲. Halo Ra kamu lagi apa,kangen Ra?
📲. Halo juga calon bibiku,aku juga kangen ko sama kamu,oh ya ada apa malam malam tlf El,tumben tumbennan?
📲. "Eemm Ra udah denger belum kalau penghianat itu mau menikah
📲. Ya udah El kenapa memang?
📲. Hari minggu besak mereka akan menikah,,apa kamu akan datang Ra
📲. Aku gak tahu El,,lihat saja besak gimana,,
📲. Kamu gak marah Ra aku ngomongin ini?
📲. Hahaha enggak laach El ngapain marah,aku sudah ikhlas El memang kita gak jodoh,,
📲. Ye malah ketawa ne anak,,eh udah dulu ya Ra itu mamaku teriak teriak manggil aku?
📲. Ya El byeeee,,,aku mematikan panggilan Elisa
Hhuuffttttt menikah,mereka akan menikah haruskah aku datang?Apa aku sanggup untuk melihat mereka,gumamku
...----------------...
Hari ini aku pulang kerja lebih cepat,karena tiba tiba kepalaku pusing.
"Pak saya ijin pulang cepat ya,"Aku minta ijin pak Beni keruanganya.
"Kamu sakit Ra,kenapa tadi masuk,"
"Ya sudah kamu pulang sana,apa aku antar saja,"
"Tidak usah pak terima kasih saya permisi,Aku berjalan ke luar untuk pulang,sebenarnya aku udah sangat akrab dengan pak Budi tapi karena ini jam kantor jadi aku juga harus profesional.
Saat aku mau menaiki sepeda motorku kepalaku semakin berputar putar dan tak tahu lagi kenapa,aku pingsan diparkiran motor.
"Pak satpam yang mengangkat aku dan mengantar ke ruangan pakk Beni,"
"Loh pak ini Ara kenapa,"Panik pak Beni
"Tadi pingsan diparkiran pak makanya saya bawa kemari.
"Pak tidurkan disofa itu dulu dan tolong carikan minyak angin,"
"Baik pak,satpam itupun pergi untuk mencari minyak angin,"
"Dasar ngeyel mau diantar gak mau eh malah pingsan kan jadinya ,"gerutu Pak Beni
Sekitar lima menit akhirnya aku sudah sadar,dan aku masih diruangan pak Beni
"Kenapa aku disini?"Aku berusaha bangun
"Kamu tadi pingsan diparkiran untung ada pak satpam yang lihat kamu kalau gak ada bagaimana coba,mau diantar pulang gak mau,"Cerocos pak Beni
"Kaya kereta aja mas gak berhenti ngomongnya,"
"Kamu itu ya di nasehati ngeyel,"
"hehe y maaf,"
"Kamu itu sebenarnya kenapa seh banyak banget masalah hidup kamu apa, kelihatan banget muka kamu tauk,"
"Aahh masak seh mas,"
"Ya,kalau kamu gak keberatan ceritalah siapa tahu aku bisa bantu,"
__ADS_1
Lalu aku menceritakan semua tentang apa yang aku fikirkan,aku memang memikirkan tentang pernikahan kak Tristan dan Erna.Dan diluaar dugaan pak Beni memberi saran agar aku datang kesana dan yang membuat aku terkejut dia akan mengantar aku pulang.
Awalnya aku menolak tetapi pak Beni memaksa jadi aku mengikuti saran dari dia,sebelumya aku sudah ijin sama bapak dan tante mereka mengijinkan aku pulang karena gak menginap trus ballik sini lagi.
"Sudah siap Ra,"Tanya bapak
"Sudah pak,yakin bapak atau tante gak mau ikut,"
"Gak sayang,kalian saja yang pergi,"
"Oke kalau gitu,yuk mas berangkat,"ajakku kepada pak bosku hihi.
Sabtu sore kami berangkat menuju kota A,aku akan mengahadiri pesta pernikahan sahabat aku yang menikah dengan kekasihku lebih tepatnya mantan kekasih.
Delapan belas jam perjalanan akhirnya kami sampai ditempat tujuan yaitu rumahku.
"tok tok,"Assalamualaikum
"Walaikumsalam sebentar,"Sahut ibu dari dalam pasti terkenut lihat siapa yang datang.
"Ceklek,Masya Allh Ara,ini bennar kamu nak?
"Iya lah bu ini Ara emang ada Ara lagi apa selain aku,"Aku lalu memeluk ibuku dengan erat.
"Kamu sama siapa nak?"
"Oh ya ibu kenalin,loh mana mas Beni ya batinku tadi dibelakangku,"Aku mencari cari keberadaan mas Beni dan ternyata malah berada disamping rumah Erna.
"Mas kamu ngapain disitu,"
"Itu lihat ibu ibu membuat kue,"
"Iihhhh mas itu tu rumah temen aku yang msu nikah tauk,"
"Ohh jadi kalian tetaanggaan juga,"
"Iya,udah ayok masuk itu ibu nyari,aku menarik tangan mas Beni,"
"Bu ini mas Beni temen sekaligus bos aku,"Aku memperkenalkan mas Beni
"Saya ibunya Ara,mari nak masuk,terima kasih sudah mengantar Ara pulang,"
"Ya bu sama sama sekalian jalan jalan hehe,"
Tepat pukul sepuluh pagi aku sudah selesai berdandan dan memakai gaun,untuk memberi ucapan selamat kepada Kak Tristan,Aku harus kuat aku paasti bisa menyemangati diri sendiri.
Aku berjalan keluar menemui ibu dan mas Beni,mas Beni menatapku tak berkedip.
"Ehm ehm,"
"Ra kamu cantik banget,bodohnyaa pria yang sudah menyakiti kamu,"
"Apaan seh mas yudah yuk jalan,"
"Ibu hanya senyum senyum melihat aku dan mas Beni,"
Aku berjalan menuju rumah Erna semua orang memandang ke arah kami,ntah apa yang aada difikiraan mereka,disana Elisa,Tika,Paman,mas Heri sudah berkumpul dan nampak terkejut melihat kedatanganku demgan laki laki asing.
"Araaaaaaaaa kita kangeeennnn Tika dan Elisa menghmbur kepelukanku,"
"Ya aku juga kangen kalian,"
"Ya ampun kamu tambah cantik aja,itu itu siapa cogan samping kamu,"
"Oh ya kenalin dia mas Beni,dia,lum sempat aku menjawab mas Beni sudah menjawab duluan.
"Pacarnya Ara,"Dan itu membuatku sangat teekejut.
Tapi baguslah pura pura sebentar gak masalah dong,aku pamit akan naek kepelaminan memberi selamat,saat akan naek terasa berat kaki ini lalu mas Beni menggandengku mesra.
"Selamat ya kak,Er semoga menjadi keluarga samawa ya,aku menyalami mereka Erna memandang mas Beni tak berkedip dasar penghianat lihat yang lebih bening matanya jelalatan,"batinku.
"Te terimakasih dek,dia siapa?"
"Saya pacarny ARA,"Tegas mas Beni
"Apa pacar jawab kedua mempelai,"
__ADS_1
"Ya ,dia pacar saya,"lalu mas Beni menciium pipiku didepan mereka jujur aku terkejut karena ini dadakan tapi sebisa mungkin aku bersikap biasa,Aku melihaat kak Tristan tidak suka dengan apa yang kami lakukan,akupun menggandeng Mas Beni untuk bergabung bersama teman teman kami.