Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Erna Meminta Maaf


__ADS_3

Pagi ini aku diperiksa oleh dokter lagi,keadaanku semakin baek tinggal pemulihan lagi,kak Tristan selalu disampingku selalu menemaniku.


"Bagaimana kondisi Ara dok?"Tanya paman.


"Alhamdulilah semakin membaik tinggal menunggu masa pemulihan saja, mungkin satu atau dua hari boleh pulang,"Kata dokter.


"Terima kasih dok,"Ucap paman tulus.


"Sama sama sudah kewajiban saya mas memberi yang terbaek untuk pasien saya,mari saya akan memeriksa pasien laen"Pamit dokter itu.


"Ya silahkan dok,"


"Paman ibu kemana kok gak kesini?"Aku dari semalam tidak melihat ibu.


"Bapakmu sakit ibu menemani bapak dirumah,"Jawab paman.


"Hah bapak sakit apa paman?"Aku terkejut.


"Mungkin kecapean masuk angin biasa istri bapakmu belum bisa kesini, jadi ibumu yang mengurusi,"


"Ohh,"Aku manggut manggut tanda mengerti,tiba tiba pintu diketuk tenyata yang datang Erna dengan kak Tristan.


"Pagi Ra gimana kondisi kamu sudah baik?"Tanya Erna.


"Udah ko besak udah boleh pulang,"Jawabku.


"Syukurlah,ini ada buah,"Erna meletakkan parsel buah dimeja.


"Makasih Er gak usah repot repot,"


"Kalian ngobrollah saya mau mencari sarapan dulu,"Pamit pamanku.


"Baek paman,"Jawab Erna saambil tersenyum.


"Dek dimana yang sakit?"Kak Tristan mendekat kearahku dan duduk disampingku,semenjak kecelakaan aku memang tidak ingat apa apa karena dikepalaku mengalami benturan jadi aku ingatnya belum marahan dengan kak Tristan.


"Masih pusing kak sama badan rasanya sakit semua,"Jawabku.


"Sabar ya dek,maafin kakak,"Kak Tristan mengelus ngelus kepalaku.


"Ra maafin aaku,"Tiba tiba Erna menyahut sambil menatapku sendu.


"Maaf untuk apa Er?semenjak kecelakaan kak Tristan kamu selalu minta maaf emang ada apa?"Jawabku bingung.

__ADS_1


"Aku banyak salah Ra sama kamu aku sudah merusak hub,sttooppp(Kak Tristan menghentikan Erna berbicara lalu menarik Erna keluar.


"Ikut aku,"Tarik kak Tristan.


"Apaan seh kak,aaku mau jujur sama Ara,kita salah kak sampai kapan kitaa menyembunyikan semua ini,"Jawab Erna menolak ditarik kak Tristan.


"Kamu udah gila apa,Ara baru sembuh dia belum pulih benar dan kamu mau mengakui semuanya kalau kita menjalin hubungan hah,"Bentak kak Tristan.


"Tapi kak,aku selalu dihantui rasa bersalah,"Erna menangis.


"Maafin aku dek,aku gak bermaksud membentak kamu tapi tolong jangan sekarang biar kondisi Ara membaik dulu baru kita omongin ok,"Kak Tristan memeluk Erna.


Buuk pyyaaarrr(Aku kembali pingsan dan menyenggol gelas,aku penasaran dengan obrolan mereka aku bangun dari tempat tidur dan berjalan pelan pelan kedepan pintu untuk mendengarkan kak Tristan dan Erna berbicara ,karena aku mendengar suara kak Tristan yang marah,seperti ditusuk ribuan jarum aku sangat terkejut mendengar obrolan mereka ,jadi selama ini benar mereka ada hubungan,mereka selingkuh,Erna menusukku dari belakang,batinku bergemuruh saat aku akan kembali ketempat tidur kepalaku terasa berputar putar dan pingsan.


Araaaa,"Seru kak Tristan sambil membuka pintu dan berlari masuk,mereka terkejut melihat aku tergeletak dilantai dengan infus yang sudah terlepas darah mengucur dari tanganku.


"Dek panggil dokter cepaaatttt,"Kak Tristan menyuruh Erna.


"Ba baik kak,"Erna berlari memanggil dokter keruanganya.


"Kondisi pasien droop,"Tolong kalian keluar sebentar.


"Gimana ini kak apa jangan jangan Ara mendengar obrolan kita,"Erna panik dan terduduk dilantai.


"Aku gak tau kalau terjadi apa apa aku tidak akan memaafkan diriku sendiri,"Kak Tristan menggelengkan kepala frustasi.


"I i tu paman Ara jatuh dan pingsan,"Jawab kak Tristan gugup dan takut.


"Aku sudah menitipkan Ara sama kalian kenapa bisa kayak begini hah,"Paman marah.


"Maafiin aku paman aaku yang salah tadi mengajak kak Tristan mengobrol diluar,"Erna bersimpuh di kaki paman.


Saat paman akan menjawab Erna dokter keluar dari ruangan.


"Dengan keluarga pasien?"Tanya dokter.


"Saya dok,bagaimana kondisi sepupu saya dok,"Tanya paman kawatir.


"Kondisinya sedikit menurun tapi sudah tidak usah terlalu kawatir saya sudah memberikan obat kepada pasien mungkin sebentar lagi siuman.


"Terima kasih dok boleh saya masuk?"Tanya paman.


"Oh boleh silahkan, "Dokter mempersilahkan.

__ADS_1


"Paman kami boleh masuk?"Ijin kak Tristan.


Tanpaa berkata apa apa paman masuk diikuti kak Tristan dan Erna ,aku yang mulai siuman ingatan saat aku bertemu mas Aldo untuk curhat,saat aku berantem dengan kak Tristan ditaman,saat aku kecelakaan,saat aku mendengar pengakuan kak Tristan dan Erna,semua berputa putar diingantanku,ya aku sudah mengingat semuanyaa,.


Saat aku membuka mata pamanku dan ibu disamping kananku,lalu Elisaa dan Tika disamping kiriku dan disampingnya mereka ada Erna dan kak Tristan.Rasa marah benci seketika menyeruak dihati tanpa aba aba aer mata ini jatuh.


"Sayang kamu sudah sadar kenapa kamu menangis nak,apa yang sakit sayang bilang sama ibu nak,"Ibuku panik sambil menciumi keningku.


"Hiks hiks i i ibu,"Panggil ibuku,aku belum bisa berbicara karena masih menangis.


"Ya sayang ini ibu kamu mau apa? ibu ambilkan,ya Ra kamu pengen apa kita cariin Elisa, Tika ikut menyahut dengan tatapan kawatir,"


"Bu tolong usir mereka,"Aku menunjuk kearah Erna dan kak Tristan semua orang yang ada diruangan terkejut mendengar perintahku tetapi paman menuruti kemauan aku.


"Silahkan kalian keluar,"Paman menunjuk Erna dan kak Tristan.


"Ra maaffiiinnn aku,"Erna menangis sambil berlutut.


"Aku tahu aku salah Ra,aku memang sahabat yang gak baek aku sahabat yang jahat,"Erna masih berlutut didekat paman.


"Pergi,"Jawabku lirih sambil menangis.


"Sudah sudah El,Tik bawa Erna keluar dulu,"Perintah ibuku.


"Ayo dek kita pulang,"Kak Tristan membangunkan Erna aku semakin sakit melihat mereka dan semakin menangis.


"Erna dan kak Tristan pun keluar ruangan,Elisa dan Tika menyusul mereka keluar,aku masih menangis ibu dan paman menenangkanku.


"Tunggu,"Tika memanggil Erna dan kak Tristan.


"Sebenarnya apa yang terjadi,apa yang kalian lakukann kepada Ara,belum puaskah kalian membuat Ara menderita hah,"Tika menuding Erna dan Tristan.


"Apa jangaan jangan Ara sudah mengetahui hubungan kalian?"Tebak Elissa Erna dan kak Tristan masih menunduk.


"Hiks hiks maafin aku teman teman maafin aku,"Erna berlutut dihadapan Elisa dan Tika.


"Sudah aku duga,kebusukan kamu terbongakar didepan Ara kan,"Tika menjawab tanpa memandang Erna.


"Ini bukan salah Erna Tik aku yang salah aku yang memulai jangan kalian memusuhi Erna dia sahabat kalian,"Jawab kak Tristan membela Erna.


"Hahaha sahabat kamu bilang,apa ini yang dinamakan sahabat yang tega menusuk temanya dari belakang,kalau dari awal kamu bilang kita gak akan kaya gini,"Tika tertawa sinis.


"Mana ada sahabat tega menyakiti sahabatnya sendiri,dan kamu(Elisa menunjuk kak Tristan)jadilah laki laki yang setia jangan jadi pecundang yang hanya menyakiti perempuan, suatu saat kamu akan merasakan apa yang Ara rasakan saat ini,"Elisa menimpali.

__ADS_1


"Mulai hari ini saat ini juga,detik ini kau ,(menunjuk Erna)bukan sa ha bat kita lagi,"Tegas Tika.


Tika dan Elisa kembali kerunganku meninggalkan Erna yang menangis tergugu diluar,lalu kak Tristan mengajak Erna pulang dan menenangkan Erna.


__ADS_2