
Aku menunju meja yang disana terdapat teman teman aku,ayo mas kita kesana"Ajakku kepada mas Beni,"
"Ya ayo,"(Masih bergandengan tangan).
"Gak bakal aku tikung Ra gak sah gandengan melulu,"Ledek Tika.
"Kamu apaan seh Tik,oh ya kenalin dia mas Beni dia bo,,,,Pacar Ara,"(Mas Beni menyambar omongan aku).
"Waahhh hebat kamu Ra putus dari Tristan malah mendapat opa opa korea,aku juga mauuuuu,"Jawab Elisa.
"Huss kamu apaan seh El,lihat itu disamping kamu udah mau meledak,hahaha,"Aku menggoda Elisa.
Mereka saling berkenalan dengan teman temanku,aku gak nyangka mas Beni ternyata mudah bergaul.
Kami asik mengobrol sampai lupa waktu ternyata hari sudah beranjak sore.
"Ya ampun mas udah hampir sore,kita kan haruss balik,"Aku menepuk jidatku
"Gak apa apa Ra,,aku seneng bisa ngobrol sama temen temen kamu,"
"Uuuhhhhh so sweet banget seh kalian,,kamu gak nginep Ra,"Tanya Tika.
"Gak Tik aku balik ke kota S,aku kan kerja Tik masih karyawan baru,"Jawabku.
"Yah padahal kan kita masih kangen,"Sambung Elisa.
"Kalau aku udah libur panjang aku pasti pulang laagi gaes,"
Kami berpelukan,aku lalu pamit ke mereka dan ke orang tua pengantin,aku tak mau berpamitan ke mereka lagi,aku berlalu keluar menuju rumahku.
"Ra tunggu,kita jadi balik sekarang?"Tanya mas Beni.
"Lah iya lah mas,emang kenapa kan mas juga kerja,"Aku heran dengan pertanyaan mas Budi.
"Hehe gak apa apa Ra,"
__ADS_1
"Kok malah ketawa mas?"
"Kayaknya aku betah disini Ra ganti suasana,"
"Masak mas,aku lebih betah disana,"
Aku tahu Ra kamu banyak menyimpan luka,dari matamu kamu gak bisa bohong kamu pura pura tegar tersenyum dan tertawa,tapi hati kamu rapuh,"Gumam mas Budi.
"Mas kok bengong ayook masuk,"
"Eh iya Ra,"
Aku lalu maasuk kamar untuk mandi dan berganti baju setelah itu aku pergi ke belakang rumah aku menangis sejaadi jadinnya,jujur hati ini gak bisa berbohong sangat sakit melihat mereka menikah,aku belum bisa ikhlas ucapan bisa berbohong tetapi hati tidak.
"Ra ngapain disitu,"Aku terkejut kok ada mas Beni bukanya tadi di depan ya batinku,aku buru buru mengusap aer mataku
"Mas kamu ngapaiin disini,"
"Kamu habis nangis Ra?"
"Gak pa pa kalau mau nangis,nangis aja,bahuku siap buat sandaran kamu Ra,"
"Aku menatap mas Beni,aku tak bisa menahan lagi aer mataku,aku menangis sesenggukan,mas Beni membawa kepalaku ke pundaknya,"
"Setelah ini jangan pernah lagi kamu menangisi mereka ya,aku akan buat hari harimu selalu tersenyum,"
Aku mendongak menatap mas Beni,entah kenapa dia mengingatkan aku sama mas Aldo,,gimana kabar dia ya?
"Kok ngelihatin aku begitu naksir yaaaa,"Ledeknya.
"Apaan seh mas,Aku tersipu malu ketauan menatap dia.
"Mas baju kamu jadi basah karena aer mataku,"
"Gak apa apa Ra,aku akan membuat aer matamu gak akan jatuh lagi,"
__ADS_1
"Maksud kamu apa mas?"
"Ra dari awal aku melihat kamu aku sudah menaruh hati sama kamu,aku menyukaimu Ra,"Menatap aku.
"Ta ta tapi mas aku,"
"Kamu gak perlu membalas cintaku sekarang Ra,aku tahu hati kamu masih buat orang laen,,aku akan menunggu sampai nama itu berubah menjadi nama aku,"
"Makasih mas,aku kembali bersandar di pundak mas Beni ternyaata aku nyaman bersandar padanya,"
"Eh mas jam berapa sekarang balik yuk,"
"Yakin berangkat sekarang,"
"Ya mas,aku lebih nyaaman disana,"
"Baiklah jika itu mau kamu,mari siap siap terus pamitan sama ibu dan paman.
"Sayang gak nginep dulu,"Memeluk ibu.
"Maaf bu aku kan baru kerja nanti kalau ijinya lama yang laen pada iri dong bu,"
"Ya sudah kamu hati hati ya sayang,ibu bakal kangen banget sama kamu,"
"Aku juga bu,oh ya bu aku boleh minta tolong sama ibu,berikan kotak ini pada kak Tristan ya bu?"
"Kenapa tadi gak kamu kasih sendiri?"
"Kan ada Erna bu aku gak mau nanti malah salah paham tolong jangan sampai Erna tahu ya bu,ini cuma barang barang dari kak Tristan dulu aku balikin,"Jelasku.
"Ya baeklah salam buat bapak dan taante kamu,"
"Ya bu,"
Setelah berpamitan sama ibu aku lalu berpamitan kepada paman,tepat pukul empat sore kami kembali berangkat ke kota S lagi.Di perjalanan aku lebih banyak tidurnya karena capek hati juga fikiran.
__ADS_1