
"Maaf kamu bilang!apa dengan maaf bisa mengembalikan semuanya hah,"Erna menangis tergugu.
"Lalu aku harus apa dek, aku tahu aku salah gak seharusnya aku kaya gini,"
"Kamu pilih aku atau Ara?jadi laki laki yang tegas jangan mencla mencle,aku bukan perempuan murahan yang ketika kamu butuhkan kamu datangi ketika kamu gak butuhkan aku kamu buang,"Erna berdiri dan memunguti baju lalu memakainya.
"Aku gak bisa dek maafkan aku,"Tristan menunduk dengan menjambak rambutya.
"Pergi kamu dari sini,pergiiiii,"usir Erna.
"Dek tolong maafin aku,"Tristan memohon.
"Aku akan maafkan kamu jika kamu sudah menentukan pilihan,cepat pergi atau aku teriak biar semua orang kesini,"Erna menuding Tristan.
"Ok ok baeklah aku pergi,"Tristan turun dan memakai pakaianya lalu pergi keluar untuk pulang,"
Lepas dari kejadian Erna dan Tristan, Ara begitu kelihatan bahagia,malam itu Erna duduk didepan tv dengan senyum senyum sendiri mengingat kejadian tadi sore.
"Ciee yang baru diapelin senyum senyum sendiri sampai ada orang lewat gak digubris,"ledek paman.
"Ih apaan seh paman ganggu aja,"mendengus.
"Jangan senyum senyum sendiri nanti kesambet kuntilanaak depan komplek tu,"
"Emang ada kuntilanak paman?"
"Tentu ada gak denger apa gosip ibu ibu komplek,"
"Lah emang paman ikutan ngrumpi ibu ibu yaππππ,"Ara tertawa terpingkal pingkal.
"Enak saja ya gak lah Ra,,tadi paman gak sengaja denger diwarung,"paman mendengus kesal.
"Tadi kamu ditanyain Elisa besak berangkat jam berapa?"
"Berangkat kemana paman?"tanya Ara bingung.
"Lah,kamu ini bagaimana seh Raaaaaa,besak itu pengambilan ijazah kamu,"paman menjitak kepalaku.
"Aduh paman sakit,emang iya to?"
"Makanya jangan pacaran melulu buka tuh ponsel kamu dari tadi Elisa chat dan panggil kamu,"
"Hehe maaf paman dari pulang kerja gak buka ponsel,"Ara nyengir.
"Ya sudah sana buka ponsel kamu jangan senyum senyum sendiri aja aku mau mandi dulu,"paman berlalu kekamarnya.
Aku kembali kekamar untuk membuka ponselku,setelah aku bukaa ternyata memang banya chat dan panggilan dari Tika atapun Elisa.
"Malam gaes,maaf ya aku baru sempat buka hpπ,"(chat Ara).
"Ini neh yang ditungguin dari tadi gak nongol nongol,dasar semprul kemana aja seh kamu Ra?sebel dtlf gak diangkat dichat gak ada balesan pacaran aja ya kamu mentang mentang balikan,"cerocos Elisa.
"Udah kaya keretaa aja El gak ada berhentinya hehe,"
"Gak sah ketawa aku sebel sama kamu,"
"Ya ya maaf calon bibiku,"
"Hai Ra masih inget kita neh,"(balasan chat Tika).
"Jangan ngomong gitu dong Tik ya aku minta maaf aku gak akan lupa sama sahabat sahabat terbaek aku ini lah,"rayuku.
"Kirain gak inget kita lagi,ya gak El,"
"Yupss bettuulll,"
"Hehe oh ya besak kitaa berangkat jam berapa ne,"
"Jam delapan aja gimana,terus kita mampir kantin dulu kangen sama ibu kantin ne,"saran Elisa.
"Heleh kangen ibu kantin apa kangen anknya bu kantin hahah,"ledek Tika.
"Yeee sotoiii kangen ibu kantin sama sotonya lahπ€€,"
"Nanti aku laporin paman loh kalau aneh aneh,"
"Ampun mbah saya tidak aneh aneh,"
"Mbah mbah gundulmu itu,"kesalku.
__ADS_1
"wkwkwkkwkwkw,"chat Elisa dan Tika.
"Oke deal jam delapan aja ya?"ajak Tika.
"Oke,"balesku.
Emmm mending aku tlf mbak Hana dulu deh kalau besak aku berangkat kerjanya siang,gumamku lalu aku mencari no kontak mbak Hana dan memanggilnya.
"Assalamualaikum halo Ra,"
"Walaikumsalam halo mbak Hana ganggu gak aku?"
"Gak Ra santai saja aku lagi dikamar saja,"
"Oh,ini mbak aku mau ijin besak aku masuk kerjanya siang ya,mau ambil ijazah dulu mbak?"
"Ya Ra boleh kok gak apa apa,wahh keluar juga ne ijazahnya,"
"Ya mbak Hana,terimakasih ya mbak?"
"Ya Ra sama sama,udah dapet kabar dari Aldo belum Ra?"
"Kabar apa ya mbak?"
"Aldo sakit Ra kemaren masuk rumah sakit,"
"Ya ampun sakit apa mbak?enggak,aku gak dapet kabar apa apa,"aku terkejut mendengarnya.
"Ini aku juga baru diberi tahu sama temen kita dulu Ra,ya udah Ra mbak mau tlf tmen mbak dulu untuk nanyain kabar Aldo ya?"
"Oh ya mbak silahkan,aku matikan ya mbak jangan lupa kabarin aku ya mbak kalau mau jenguk,"
"Ya Ra,"tlf dimaatikan.
Aldo sakit apa ya?terakhir ketemu dirumah pas aku pulang dari rumah sakit itu,semoga gak parah lah sakitnya,kasihan dulu dia yang mendonorkan darahnya buat aku,gumamku.
"Hooaaaammmmm udah pagi aja perasaan baru tidur deh,aku lalu bergegas kekamar mandi dan mandi karena jam sudah menunjukkan pukul setengah enam pagi.
Selesai mandi ganti baju aku menuju dapur untuk membantu ibuku memasak karena ibu bilang akan ada acara teman teman arisan ibu kesini,sekitar satu jam kami selesai masak dan beres beres dapur saatnya sarapan pagi.
"Wuiihhhh makan enak ne,tumben mbak masak banyak?"tanya paman.
"Ya Her nanti temen temen arisan mbak mau mampir kesini jadi persiapan masak,"
"Ra kamu berangkat sama siapa?"tanya paman.
"Berangkat kemana memangya Ra?"tanya ibu.
"Ambil ijazah bu,aku lupa belum memberi kabar ibuku,"
"Anter ya paman taapi ngumpul dirumah Elisa dulu,"
"Pacarmu kemana tumben gak anter,"
"Aku gak bilang dia paman kami bertiga mau nostalgia dikantin sekolah dulu hehe,"jawabku nyengir.
"Heleh paling cuci mata tuh cari brondong brondong,"paman mencebikkan bibirnya.
"Enak aja memangnya paman suka ngrumpi sama ibu ibu komplek,"aku mendengus kesal.
"Apa kamu bilang,,paman berdiri mau menjitakku tetapi ibu terus melerai kami,"
"Sudah sudah sarapn dulu saja jangan berantem melulu pusing ibu dengernya,"
"Itu tuh bu paman yang mulai,"
"Kamu duluan yang ngatain aku,"
"Cukup,kalian itu kayak anak kecil saja buruan habisin itu sarapanya ibu mau memberi pakan ayam dibelakang,"Ibu berlalu meninggalkan aku.
Selepas ibu pergi kami sarapan diam tanpa berantem berantem lagi,pukul setengah delapan kami berangkat kerumah Elisa untuk janjian berangkat bareng,sekitar setengah jam kami sudah sampai dirumah Elisa.
"Halo sayangnya akuh,Elisa menghampiri paman dan memeluknya,"
"Woii masih pagi kali gak sah mesra mesraan juga ne ada orang bukan nyamuk,"gerutuku.
"Biarin aja weekkk iri loo,"Elisa menjulurkan lidahnya meledek.
"kaya kamu gak aja Ra,"sambung paman.
__ADS_1
"Tau ah serah,"aku duduk dikursi teras tanpa memperdulikan mereka aku menunggu Tika yang belum sampai.
"El Tika mana seh kok lum datang?"
"Tadi aku chat katanya dijalan sama Heri,"
"Lah kalau Tika diantar mas Heri terus kamu sama paman la aku sama siapa dong?"
"Hahaha kamu nyepeda sendiri,"ledek paman.
"Paman itu gimana seh kan aku nyuruh anterin kok malah sama Elisa,"aku manyun.
"Udah jangan ngambek gitu Ra nanti ada yang anter kamu ko tenang aja,"kata Elisa.
"Gak usah makasih," ketusku.
"Jiah ngambek ne anak belum tahu aja sapa yang datang,"gumam Elisa lirih.
Sekitar sepuluh menit menunggu akhirnya Tika dan Heri tiba dirumah tetapi yang membuat kaget dibelakang mereka ternyata ada Tristan yang akan mengantar Ara,karena tanpa sepengathuan Ara ,Elisa dan Tika sudah merencanakan ini semua.
"Loh kak Tristan?"aku berdiri terkejut.
"Pagi dek,udah lama nunggunya?"tanya Tristan.
"Lumayan kak,kok kakak disini?"
"Tadi aja tu muka asem banget eh sekarang seger benerrrr,"ledek Elisa.
"Apan seh El kamu,"
"Gak sah sok jaim gitu tadi ngomel ngomel gak jelas hhaha,"
"Udah yuk berangkat keburu siang entar,"ajak Tika.
Mereka akhirnya berangkat kesekolaah dengan pasangan masing masing,sesampainya disekolah mereka langsung masuk dan mengambil ijazah mereka,sekitar limabelas menit mereka keluar dari sekolah dengan pacar pacar mereka yang masih setia menunggu didepan sekolah.
"Kita kemana ne gaes masak mau pulang gah seru lah,"tanya Tika.
"Gimana kalau kita ke kantin aja?"usul Elisa.
"Aku ikut aja gimana baeknya lah,"jawabku.
Hari itu kami kekantin dan mencari tempat duduk untuk bersama sama karena kita akan membahas rencana kita setelah ijazah keluar.
"El setelah ini kamu beneran mau merid dengan paman?"tanyaku memulai obrolan.
"Eemmm gak tahu Ra masih bingung,"
"Kok bingung seh sayang kan kita udah bahas kemaren,"sambung paman.
"Tapi aku pengen ngrasain kerja sayang,"
"El gimana kalau kamu gantiin aku kerja ditempat mbak Hana aja,"usulku.
"Memang masih butuh lowongan Ra aku juga mau dong,"potong Tika.
"Gaak bukan butuh lowongan tapi Elisa gantiin aku,"
"Hah gantiin kamu memang kamu mau kemana?"tanya kak Tristan terkejut.
"Aku pengen cari pengalaman kerja diluar kota kak,aku pengen ikut bapak,"
"Tapi dek,"lesu
"Kamu serius Ra?"tanya Tika.
"Ya serius Tik ,aku udah lama pengen ikut bapak disana,"
"Kita seh terserah kamu Ra gimana baeknya,kalau aku pengen ikut mas Heri kerja dideket mas Heri biar gak LDR,"
"Huuuuu bilang aja mau setiap saat pacaran,"sorakku.
"Gimana El kamu mau?"
Elisa memandang paman mungkin minta persetujuan paman dulu .
"Ya Ra aku mau,"jawaab Elisa mantap.
"Baaeklah nanti aku bilang mbak Hana sekalian pamit,"
__ADS_1
Jangan ditanya lagi soal ekpresi kak Tristan dari tadi sudah kelihatan gak nyaman mungkin kurang setuju sama keputusanku,tetapi aku tetap akan menyusul bapak mencari kerja disana.
Hari mulai beranjak siang aku mengajak teman teman untuk pulang karena aku harus masuk kerja,sekalian pamitan sama mbak Hana aku juga harus mempersiapkan semuanya teerutama merayu kak Tristan agar setuju dengan keputusanku.