Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Berangkat Keluar Kota


__ADS_3

Suara kokok ayam bersahutan menandakan pagi telah menjelang,rasanya kantukku masih menyerang tetapi pagi sudah datang.


"Hoooaaaammnnn,udah pagi aja seh,,perasaan baru merem,"Guman Ara


"Ara sayang bangun nak,apa kamu baek baek saja,"Suara ibu dari luar.


"Ya bu aku udah bangun ini,"(Aku berjalan membuka pintu kamarku).


"Astaga Ra,mata kamu sampe sembab kaya gitu,"Ibu memegang pipiku.


"Hehe masak seh bu,jujur aku malu sama ibu massak gara gara laki laki sampai kaya gini ,"batinku.


"Sini nak ibu mau bicara,"aku lalu duduk disamping ibu.


"Nak yang namanya saling jatuh cinta itu wajar,mencintai orang itu juga tidak salah,ada kalanya cinta kita tidak terbalas atau seperti yang kamu alami,tapi ketahuilah nak hidup itu terus berjalan,masa depan kamu baru dimulai jangan hanya karena putus cinta lalu kamu jadi patah semangat,"nasehat ibu.


"Ya bu aku ngerti maafin aku ya bu udah buat ibu kawatir,aku gak akan sedih lagi bu kan cowo diluar sana masih banyak,aku berusaha menguatkan diriku sendiri,"


"Nah gitu dong baru anak ibu,"Ibu memelukku


"Ya udah mandi sana gih bauuuu,"Ibuku menutup hidungnya.


"Hehe siap ibu,"


Aku bergegas mandi,setelah mandi aku keluar kamar,lternyata ada paman dan Elisa druang tv.


"Jiaaahh pagi pagi udah ngapel aja El,"Godaku.


"Ara kamu gak apa apa,kamu baek baek aja kan kata mas Heru kamu ketabrak mobil mana yang sakit Ra,"Cerocos Elisa sambil memutar mutar badanku.


"Aduh aduh El kamu apa apaan seh pusing ne aku,yang ada aku pusingya sama kamu tauk,"


"Hehehe ya maaf aku kan panik,"Jawabnya cengengesan.


"Seperti yang kamu lihat aku baek baek aja,"


"Oh ya Tika tadi tlf aku nanyain kamu kok ponsel kamu gak aktif?"


"Ya El aku sengaja matiin ponselku,nanti temeni aku cari nno baru yah,"


"Siap tuan putri,"


Elisa tidak banyak tanya tentang kejadian kemaren pastinya paman sudah memberi tahunya.


Pukul dua siang aku mengajak Elisa belanja sekaligus mencari no baru,aku memutuskan untuk secepatnya menyusul bapak diluar kota.


"Waaahhh asiikk kitaa shoping ne,"


"Kayak gak pernah shoping aja El,El kamu itu,"Aku geleng geleng kepala melihat kelakuan Elisa.


"Biarin udah lama banget aku gak pernah kesini tau Ra,"


"La emng paman gak pernah ngajak kamu kesini,"


"Gak pernah El,"


"Hahahaha kasihan banget kamu El,El,"


"Kamu kok malah ketawa seh,"cemberut


"Ya soalnya paman itu paling anti anterin orang belanja pasti kamu cuma dikasih uang kan terus suruh belanja sendiri,"Tebakku.


"Ya Ra sebel banget aaku,"


"Udah seh terima aja uangya buat kita shoping sendiri,"


"Gitu ya,"


"Ya lola,"aku menepuk jidatku sendiri.


Tak terasa saking asiknya belanja ternyata hari sudah sore.


"Ra laper cari makan yuk,"Ajak Elisa.


"Ayok El aku juga gak kerasa sudah jam empat aja kita disini,jadi lupa waktu hehe,"

__ADS_1


"Ra kita makan disana yukk,"(Warung tenda nasi goreng).


"Ok yuukk,"


Saat aku terburu buru akan berjalan ke tempat makan tiba tiba aku menabrak seseorang dan belanjaanku jaguh berantakan.


"Aadduuhhh,aku terjatuh meringis


"Eehh maaf mbak saya gak sengaja,orang itu masih membantu memberesi belanjaanku,"


"Sekali lagi maaf mbak dan ini belanjaan ka,"Orang itu mengentikan ucapannya saat menatapku.


"Kamu,"Ya ternyata orang itu Yuwan yang kemaren hampir menabrakku dan juga yang menolongku.


"Kamu lagi kamu lagi,seneng banget seh lari larian,"


"Kamu tu yang nabrak aku bukan aku,"


"Kamu juga salah gak lihat kanan kiri,"


"Isssshhh menyebalkan banget jadi orang,"Gerutuku.


"Ra lama banget seh naeuh belanjaan aja lama ngapain! ini pesanan kamu udah jadi,"Elisa memanggilku keluar.


"Ya El bentar,"


"Kamu ya ditunguin disini malah ngobrol sama cowo ganteng lagi,"


"Ya ampun kamu ganteng banget seehh,"(Elisa terpesona dengan Yuwan dan senyum senyumbmenatap dia).


"Wooiiii sadar wooiiiii ngeces itu iler,"Aku mengibas ibaskan tanganku didepan muka Elisa.


"Hehe habis dia keren dan ganteng banget seh ra bikin aku khilaf,"Sambil cengar cengir.


"Dia siapa kamu,"Tanya Yuwan.


"Oh,dia teman aku,"Kenaalin dia Elisa.


"Elisa langsung menyodorkan tanganya.


"Yuwan,"


"Aduh ketus banget seh jadi laki senyum dikit kek ,"gerutu Elisa.


"Saya permisi,laen kali hati hati,"Yuwan meninggalkan kami.


"Dasar laki laki batu nyebeliinnn ,"gerutuku


"Ya Ra dingin banget,tapi kelihatan ccooll,"


"Iiiihhh ccoool apaan weekkkx,"


"Jangan benci benci jadi orang entar malah jadi cinta lo,"


"Idih amit amit kagak deh punya cowok sedingin es itu,"


"Ayok makan laper aku,"


"Sore itu Elisa dan Ara makan nasi goreng dwarung tenda pinggir jalan selesai makan mereka kembali kerumah masing masing dengan Elisa diantar oleh paman,"


"Sayang kamu belanja banyaak banget,"Ibu menghampiriku.


"Ya bu,ini aku beli baju baju buat kerja,"Menunjukkan banyak setelan baju.


"Loh kamu mau kerja ditoko Hana lagi,"


"Bukan bu,lusa aku mau nyusul bapak,"


"Apa lusa,kenapa mendadak banget nak,"Ibu nampak terkejut.


"Apa kamu menghindar dari Tristan nak,"


"Gak bu untuk apa menghindar,lagian aku sama dia sudah gak ada hubungan apa apa biar saja dia tanggung jawab bu sama perbuatanya,"


"Baiklah nak jika itu keputusanmu ibu hanya bisa mendukung dan mendoakan yang terbaek,"

__ADS_1


"Makasih ya ibu,bakal kangen banget sama ibu,"Aku memeluk erat ibuku.


"Apa lagi ibu nak,pasti sepi gak ada kamu,"


"Kan masih ada paman sama Elisa yang sering kesini,"


"Ya tapi gak ada yang berantem dimejaa makan terus,"


"Kan aku juga pulang bu seandainya libur kerja,"


Saat bermanja manja sama ibu ponselku berdering,siapa yang menghubungiku ya kan yang tahu noku baru Elisa masak iya itu anak tlf seh batinku.


"Kok melamun,angkat tu tlfnya Ra,"


"Ya bu,"


"Haloooooo Ara gimana kabar kamu,keadaan kamu,"(ternyata Tika yang tlf pasti Elisa yang memberi tahu noku).


"Ya ampun Tik aku gak budek gak usah ngegas gitu kali tanyanya dapat darimana noku Tik, "Aku menjauhkan ponselku dari telinga.


"Heheh maaf maaf aku kangen banget Ra dari Elisa aku tadi tlf ke no kamu yang lama gak bisa terus aku tanya dia deh,maafin aku baru bisa ngabrin kamu aku lembur terus,"


"Ya gak apa apa Tik,aku juga kangen ko,gimana kabar kamu disana betah gak,pasti betah lah kan ada yayang,"Godaku.


"Betah Ra alhamdulilah ya selaen deket bebeb,aku betah Ra dtempat kerjaku,"


"Ya syukur kalau gitu,"


"Eemmm Ra kamu yang kuat ya,aku gak nyangka kalau Tristan dan Erna sebejat itu,aku menyesal ra dulu udah ngenalin kamu sama Tristan maafin aku ya Ra gara gara aku kamu jadi sakit hati huhuhu,"Tika menangis.


"Lo lo kok kamu malah yang nangis Tik,aku gak apa apa Tika sayang,aanggep aja emng dia jodohnya Erna,"


"Kamu gak benci mereka Ra,aku aja pengen bejek bejek mereka tauk,"


"Awalnya aku memang marah,benci,gak terima dengan perlakuan mereka Tik,tapi kita sesama manusia kan harus saling memaafkan,,anggep aja ini kisah cinta pertma kita Tik,hidup kan gak berhenti sampai disini,"


"Hebat kamu Ra,aku salut sama kamu,kamu benar benar wanita kuat,aku bangga punya sahabat seperti kamu,"


"Ya dong sapa dulu Ara gitu lo,hehehe,"


"Hahahaha bisa bisa,eh udah dulu ya tlfnya Ra ini udah masuk jam kerja, "


"Oh,oke Tik semngat kerja,hati hati disana ya byeeee,"Aku mematikan tlf.


Malam ini aku membereskan baju baju dan apa saja yang akan aku bawa besak,,lya besak aku akan menuju kota S,disana aku akan ikut bapak untuk sementara waktu jika sudah bekerja dan mendapatkan gaji aku akan mencari kontrakan sendiri aku akan belajar mandiri.


Hari ini tepatnya hari minggu aku akan berangkat ke kota S,aku akan minta paman mengantarkan aku,aku sudah menyiapkan satu koper penuh alat alat aku nanti disana,perjalananku ke kota S membutuhkan waktu 18jam.


"Ra kamu mau pindahan apa mau kerja barang bawaan kamu banyak banget,"Protes paman.


"Ye biarin aja paman namanya perempuan,"


"Ibu Ara pamit ya,doain Ara betah disana ya bu,"aku memeluk ibuku sambil menangis.


"Ya sayang ibu pasti doakan kamu nak,disana jaga kesehatan ya nurut kata tante dan bapak kamu jangan keluyuran sendiri,"


"Hiks hiks ya bu,"


"Dasar anak mami mau kerja aja pakai nangis,"Ledek paman.


"Syirik aja kamu,"


"Siapa yang syirik now way,"


"Sudah sudah sana berangkat nanti ketinggalan bus,"


"Aku pamit ya bu,ibu juga selalu jaga kesehatan,"(Aku memeluk ibuku masih menangis dan ibu mencium pipi juga keningku).


"Hati hati sayang kabarin ibu ya kalau sampai disana,"


"Ya bu,dada,"(Aku melambaikan tangan)


Aku bersama paman naek motor sampai diterminal kita naek bus dan motor paman dititipin ke penitipan sepeda motor.


Motor paman melaju meninggalkan kota kelahiranku,sebut saja kota A,selamat tinggal kota ku,kota penuh kenangan pahit maupun manis,kota yang mengenalkanku akan arti cinta,kota yang mengajariku untuk menjadi pribadi yang kuat,tak terasa aer mataku menetes.

__ADS_1


__ADS_2