Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Patah Hati


__ADS_3

Elisa hanya bisa menenangkan Ara dia tidak bisa berbuat apa apa,jujur dia juga marah pengen menghampiri Tristan dan menonjok muka dia yang sok alim itu.


"Ra udah ya jangan nangis lagi,orang orang kaya mereka gak perlu kamu tangisi,aer matamu sangat berharga buat penghianat itu,"


"Ya El aku harus secepatnya menyelesaikan masalah ini,"Ara bergegas bangkit dan mengambil handuk.


"Kamu mau kemana Ra,"Tanya Elisa


"Aku mau mandi El,"


"Oke baiklah aku keluar dulu ya,"


"Elisa berjalan keluar kamar untuk menemui paman Heru yang sedang duduk diruang tv,"


"Sayang kamu lagi apa,mau aku buatkan kopi?"Tawar Elisa


"Eh kamu yang,boleh,"Menoleh Elisa


Elisa berjalan kearah dapur untuk membuat kopi,setelah selesai dia berjalan kembali menuju paman Heru duduk bersantai.


"Ne mas kopinya,"Meletakkan kopi didepan meja


"Makasih sayangku berasa kaya udah istri aku aja ne,"Goda paman Heru


"Ya yang sama sama,"Duduk disamping paman


"Ohya tadi si Ara kenapa dek,kok sampai nangis kaya gitu,"


Huufftttt Elisa mengambil nafas,Tristan brengsek yang,dia udah nyakitin Ara,aku akan bikin perhitungan sama dia.


"Maksud kamu apa dek,Ara diapain sama Tristan,"


"Ara gak diapa apaiin mas,tetapi Tristan menghamili Erna,"


"Apaaaaaaa,yang benar dek,seakan tak percaya,"


Ya sayang ngapain aku bohong tadi tu ya sepupu Erna kesini menemui Ara dia mencari laki laki yang menghamili Erna dan menunjukan foto Tristaan.


"Masak iya Tristan sebejat itu dek,"


"Aku yakin mas,soalnya aku pernah memergoki dia tengah ciuman mesra dirumahnya Erna,"


"Kaasihan Ara mas dia benar benar terluka dan rapuh,"

__ADS_1


"Dasar laki laki brengsek,berani dia nyakitin Ara sama saja dia nyakitin aku,aku akan beri pelajaran buat dia,"Paman Heru beranjak dari kursi akan keluar mencaari Tristan tetapi tiba tiba dhentikan sama Ara.


"Tunggu paman,semua menoleh ke arah Ara,"


"Biar aku saja yang selesaikan semua ini,sebentar lagi dia akan jemput,"


"Apa kamu yaakin Ra mau menemui Tristan,"Tanya Elisa


"Ya El aku akan menyelesaikan ini semua,"


"Tapi Ra,"belum selesai berbicara terdengar suara sepeda motor berhenti dihalaman.


Paman Heru sudah nampak sangat emosi dia mau nyamperin Tristan tetapi dicegah sama Ara dan Elisa lalu mengalah dan diam.


*Tok tok*


"Assalaamualaikum ,"


"Walaikumsalam kak,"Ara keluar menemui Tristan.


"Kamu cantik banget dek,"Pujinya


"Makasih,"Tersenyum pura pura tegar


"Baik jawab Elisa jutek," paman kenapa ya kok diam saja aku sapa seperti marah sama aku.


"Gak apa apa ayo berangkat keburu malam, pamitan paman dulu ya,"Berjalan masuk


"Gak perlu,"Jawab Ara.


Tristan bingung dengan keadaan malam itu ada apa sama pamanya Ara,dan Ara juga seperri habis menangis,apa aku tega akan bicara tentang semua ini batin Tristan


"Ayo jalan ngapain bengong,"


"I iya dek,"


Merekapun berangkat menuju kafe yang sebelumya sudah dipesan oleh Tristan,sekitar dua puluh menit mereka tiba,tanpa menunggu Tristan Ara berjalan masuk kedalam restoran,


"Dek tungguin kenapa jadi ninggalin seh,"gerutu Tristan


"Dek kamu kenapa kok kaya habis nangis,"


"Gak apa apa,ada apa kamu ajak aku makan disini,"Tanya Ara ketus

__ADS_1


"kita makan dulu dek kamu mau pesan apa,"tawar Tristan


"Gak perlu aku masih kenyang,"


"Kamu kenapa seh dek kok sikap kamu jadi aneh gini,"


Ara mengambil nafas lalu menghembuskan.


"Sejauh mana hubungan kamu sama Erna,"Tanya Ara


"Ma maksud kamu apa dek,"Jawab Tristan gugup.


"Jawab saja tidak usah gugup,"


"Aku kan sudah putus dek sama dia,aku gak ada hubungan apa apa lagi sama dia,"


"Apa saja yang kamu lakukan sama Erna selama pacaran,"


"A aku gak nglakuin apa apa dek,"Tristan semakin gelisah apa jangan jangan rahasia yang selama ini dia tutup tutupi terbongkar batinya


"Jawab kak bentak Ara,"


"Oke kalau kamu gak mau jawab,sekarang aku tanya,apa benar kamu sudah menhamili dia,"Tanya Ara dengan bibir bergetar


"Bagai disambar petir Tristan diam mematung,"


"Apa benar kamu pelakunya,,apa benar kamu yang menghamilinya,kenapa diam jawab,"


"Gak mungkin dek,itu ga mungkin aku selalu pakai pengaman,dan diapun memakai kontrasepsi,"


"Ohhhh ja jadi kalian sering melakukan itu dibelakang aku hah,"menetes juga aer mata Ara.


"Gak dek bukan begitu aku bisa jelaskan,"Tristan sangat fruatasi


Tanpa banyak kata lagi Ara mengambil minuman dan menyiramkanya ke wajah Tristan dan meninggalkan temat itu,


"KITA PUTUS,"


"Gak dek tolong dengarkan penjelasan aku dulu dek aku mohon,"Tristan berlutut


"Jangan jadi laki laki pecundang,"Hanya kata itu yang mampu Ara ucapkan.


Aku berlari meninggalkan restoran tak menghiraukan dia yang memanggil manggil dan mengejar aku,aku terus berlari dan tak memperdulikan panggilan siapapun,aku hanya ingin pergi sejauh mungkin agar tak lagi bertemu denganya.

__ADS_1


__ADS_2