Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Mulai Dekat


__ADS_3

Pukul sembilan malam aku dan mas Beni sudah sampai lagi di Kota S,,laku masih terlelap tidur dan mas Beni membangunkan aku.


"Ra bangun kita udah sampai,"Tetapi aku belum membuka mata.


"Dasar kebo dibangunin gak bangun bangun,kalau lagi tidur gini kamu cantik banget Ra,"Gumam mas Beni.


"Ra bangun,"(Menepuk pipiku)


"Eeemmm,udah sampai ya mas maaf aku ketiduran,"(Aku mengucek ngucek mataku).


"Kamu tidur udah kaya orang pingsan aja Ra,susah dibangunin,"


"Heheheeh maaf mas habis capek banget,"


"Capek hati apa capek perjalanan,"Goda mas Beni.


"Apa seh mas,enggak ko,ayok mampir dulu nanti bapak nanyain,"


"Gak deh udah malam gak enak sama tetangga itu,kapan kapan saja ya,"


"Oh oke mas,terima kasih ya mas udah jauh jauh anterin aku,"


"Iya sama sama Ra,aku pamit ya,jangan sedih lagi ya,"


"Ya mas,,hati hati kabarin kalau sampai ya,"


"Oke,"


Mas Beni pun melajukan mobilnya kembali kerumahnya sedangkan aku berjalan masuk kerumah.


"Assalamualaikum pak,tante?""Sambil mengetuk pintu.


"Walaikumsalam,"(Membuka pintu)


"Loh Ra kapan sampai,aku kira kamu nginep ditempat ibu kamu,"Tanya tante.


"Hehe gak tante kan besak kerja,"


"Bapak mana te,kok gak ada,"


"Bapak lembur Ra paling sebentar lagi pulang,Beni mana kok gak ditawarin masuk dulu?"


"Udah pulang te,gak mau katanya gak enak udah malam malam mampir,"


"Ohh sopan banget emang dia sama semua orang Ra,baik lagi sayang sampai sekarang masih jomblo hehe,"


"Tante kenal akrab sama mas Beni?"


"Akrab seh enggak,tapi dulu Indri sempat tergila gila sama dia tapi sayangnya Beni selalu menghindar dan menolak cintaa Indri,"


"Apaaaaa mbak Indri pernah suka sama dia te?"Tanyaku terkejut.


"Iya Ra,kenapa kamu terkejut,"


"Hehe gak apa apa tante,aku ke kamar dulu ya tante mau mandi trus tidur bilang bapak saja aku sudah pulang ya tante,"


"Ya Ra,"


Aku berlalu ke kamar,sampai dikamar trus mandi dan rebahan sambil memainkan ponsel,saat asik bermaen game tiba tiba ada pesan masuk dari mas Beni


📱. *Udah tidur Ra?


📱. Belum mas lagi maen game"Balesku


📱. Ohh,gak capek kok gak tidur besak kerja lo😁


📱. Kan tadi udah tidur dimobil mas jadi gak ngantuk,siap pak boss besak tetap kerja💪


📱. Kamu kenapa gak tidur kan kamu yang nyetir pasti capek.


📱. Kangen* Ra,,*☺☺


📱. Gombal kan baru aja beberapa menit ketemu,,kamu istirahan dulu mas sampai ketemu besak ya,aku juga ngantuk mau bobok cantik lagi,


📱. Ok,selamat malam Ra mimpi indah*


Kira kira begitulah isi pesan mas Benii,aku senyum senyum sendiri mengingat kebersamaanku dengan mas Beni,apa mungkin aku mulai nyaman ya sama dia,tauh ah leebih baek tidur dan jalani dulu seperti biasa ,gumamku.


"Pagi bapak,"Sambil mencium pipi bapak.


"Pagi juga sayang,bapak kira kamu gak pulang tantemu udah bingung sendiri suruh tlf kamu padahal baapak masih ditempat keerja,"


"Pulang dong pak kan aku kerja,kesorean pak pulangnya disana keasikan ngobrol sama temen temen"Hehe tawaku.


"Tante mana pak?"


"Lagi beli sayur sayang,"


"Ohhh,,pak kapan bapak liburnya?"


"Mungkin minggu depan Ra memangnya ada apa?".


"Hehe pengen belanja,"


"Ya belanja sana kenapa nunggu bapak libur sayang kan bisa sama tante kamu,"

__ADS_1


"Malu pak,pengen sama bapak,"


"Ya udah tunggu bapak libur dulu ya nanti kita belanja bersama,"


"Makasih pak,eemuuaacchhh,"


Bapak hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkahku,aku lalu berpamitan berangkaat kerja karena sudah pukul delapan.Sesampainya ditempat kerja aku disambuut oleh mas Beni.


"Pagi pak,"Sapaku


"Pagi juga Ra,kamu hari ini bekerja sendiri Ra,,Rose ijin lagi sakit,"


"Baik pak,"Aku menganggukan kepala


"Gak usah promo kamu jual produk yang sudah ada saja,"Jelas pak Beni.


"Siap pak,"


"Ya sudah selamat bekerja,"Mas Beni meninggalkan aku sendiri dia menuju ruang kerjaya,aku mulai memasuki meja kasirku.Jam istirahatpun tiba aku masih sibuk melayani pembeli karena hari ini cukup ramai pembelinya mungkin aku telat makan siang ne ,fikirku.


"Ra kamu makan dulu gih keruangan saya,biar ini diurus yang laen,"


"Tapi pak ini masih banyak yang beli,"


"Sudah nurut saja nanti kamu malah sakit,saya yang repot,"


"Baiklah pak,"Akhirnya aku menurut dan mengikuti langkah pak Beni.


"Ayo masuk Ra,,dan makan kamu ceroboh sekali ini sudah waktunya makan siang kenapa masih kerja saja,"


"Kan masih rame pak biasanya ada kak Rose gantian,"


"Kan kamu bisa panggil yang laen Raa,"


"Heheh ya pak,pak ini makanan kok banyak banget,"Aku heran begitu banyak makanan di meja padahal kan yang makan cuma berdua.


"Hehe aku gak tahu kesukaan kamu jadi aku beli semua,kita cuma berdua jangan panggil pak dong?"


"Y Allh mas aku itu apa aja suka ko,gak pilih pilih makanan mas,"Aku geleng geleng kepala.


"Ya sudah cepetan makan nanti sisanya biar aku kasih OB biar dia bawa pulang,"


Tanpa banya tanya lagi aku makan,karena memang sudah sangat lapar,mas Beni hanya lihatin aku terus sebenarnya aku malu tapi masa bodoh lah aku laper batinku.


"Kamu makan kaya anak kecil seh Ra,"Mas Beni mengelap bibirku aku terkejut dengan perlakuannya,,Kak Tristan saja tidak pernah melakukan ini padaku.


"Kok bengong lanjutin lagi makanya,apa mau aku suapin?"


"Eem gak mas,makasih ya,"Aku tersenyum


"Jangan tersenyum gitu nanti bisa bisa aku pingsan,"


"Bener,tiap lihat senyum kamu haatiku deg degkan Ra,terserah kamu percaya atau gak,"


Apaan seh aku ini kok jadi deg degkan ya,aku tak menghiraukan perkatasn mas Beni dan tetap melanjutkan makanku.


"Gak usah Ra biar aku panggil OB aja,"Mas Budi melarangku saat aku akan membersihkan tempat makanku.


"Gak apa apa mas aku bisa sendiri,"


"Udah diem kamu duduk aja,ok,"


Mau gak mau aku menuruti mas Benii saat aku duduk aku melihat sebuah footo yang sepertinya gak asing bagiku,tapi siapa ya,kaya kenal baatinku.


"Ra serius banget kamu lihatin apa seh,"


"Ohh gak mas,bukan apa apa,mas aku lanjut kerja ya?"


"Gak disini dulu Ra,aku masih kangen pengen lihaatin kamu terus,"


"Mas Beni apaan seh gombal mulu ini juga masih disini kok kangen gimana coba?"


"Jangan manyun gitu,"Mencolek pipiku


"Aku balik ya,"


"Ya sudah sana balik kerja yang bener ya jangan genit genit ma laki laki laen,"


"Iihh apaan seh mas,dan tiba tiba cup,"(Mas Beni mencium keningku).


"Dia menatapku,ya udah kerja sana,"


"I i ya mas,"Aku tersipu malu


Yaa ampun mas Beni cium keningku,seperti bapak aja,,gumamku,aku melanjutkan kerja kembali sampai waktu pulang tiba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari berlalu begitu cepat,tak terasa aku sudah setahun lebih tinggal bersama bapak,hubunganku dengan mas Beni juga semakin dekat dan mesra,aku sudah mulai move on dari kak Tristan ntaah gimana kabar dia sekarang.


"Pak besak kan aku libur kerja,aku mau jalan jalan sama temen temen boleh?"


"Mau kemana nak?"


"Ke pantai pak,boleh ya,"Mode manja.

__ADS_1


"Kamu kalau ada maunya pinter banget seh Ra ngrayu,tante aja gak pernh dituruttin ko,"


"Hehehe habisnya kalau gak gitu gak dikasih ijin tante,"


"Ya ya bapak ijinin,tapi ingat pulangnya jangan core,"


"Siap komandan,"(Bersikap hormat)


Bapak hanya geleng geleng kepala dengan tingkahku,sebenarnya aaku akan pergi bersama mas Budi,kak Rose juga seh kita akan pergi berempat.


"Ra kamu udah siap belum,"Tanya tante


"Ya sebentas tan,"


"Itu temen kamu sudah diluar,"


Aku keluar dari kamar dengan malu malu.


"MasyaAlah cantik banget seh Ra kamu,kaya mau kencan aja,hayo jangan jangan kamu mau kencan sama Benii ya?


"Hehe tante apaan seh kita pergi sama sama ko gak cuma berdua tan,"


"Hahaha ya sudah sana cepetan keluar kasihan dari tadi nunggu,"


Aku berjalan keluar dan menghampiri mas Beni juga kak Rose.


"Woiiiiii elap itu iler,"Kak Rose berteriak ke mas Beni.


"Kamu cantik banget Ra,"


"Makasih mas,udah yuk berangkat aku udah diultimatum bapak ne jangan sampai sore perginya,"


"Ya aayo,"Ajak kak Rose


"Semenjak mas Beni mendekati aku,kak Rose dan mas Benii juga semakin akrab dan jadilah sahabat,selama dua jam kami semua sampai dipantai.


"Aaaaaaaaaa akhirnya bisa ke pantai juga,"Aku berteriak


"Mas Yo kesana,"Aku langsung menarik mas Beni ke bibir pantai


"Ra,Ra tunggu itu Rose gimana pacarnyaa belum datang,"


"Udah biarin aja seh mas,"


"Huuuu dasar kamu Ra,aku ditinggal,"Gerutu kak Rose.


"Ayo sini kak,"Aku sudah bermain aer,aku sangat senang bisa ke pantai aku bermaen aer juga pasir bersama mas Beni


"Ra jangan ketengah tengah ombaknya gede,"


"Ya mas gak ko,sini mas,"


Saat aku tengah asik bermain aer mataku melihat seseorang yang sepertinya aku kenal,aku mendekat ke orang itu.


"Mbak Hana??"


"Loh Ara kamu disini?"Sama sama terkejut dan akhirnya berpelukan erat gak nyangka bertemu mbak Hana disini.


"Mbak sama siapa,apa sama mas Aldo mbk?"Tanyaku antusias tapi tiba tiba mbak Hana diam mematung dan terlihat sedih.


"Mbak kok bengong,ada apa mbak,oh ya mas Aldo apa udah bisa jalan sekarang aku gak taahu kabarnya lagi mbak aku kehilangan nomornya,"


"Kita duduk disana yuk buat ngobrol,"Aku mengikuti mbaak Hana.


"Kamu ngapain disini?"Tanya mbak Hana


"Aku tinggal didekat sini mbak dua jam dari pantai ini,rumah bapak kan disini,"


"Benarkah,aku gak nyangka ternyata filing dia benar,"


"Dia siapa mbak?Aku bingung enggak tahu maksud omgongan mbak Hana.


"Huufffff Apa kamu belum tahu kabarnya Aldo Ra,"


"Gak mbak semenjak keberangkatan dia ke Singapura waktu itu aku gak tahu lagi kabarnya,aku seh mbaak yang bodoh saat itu aku terpuruk karena Kak Tristan menghamili sahabat aku dan aku ganti ponsel,"Jelasku.


"Jadi kamu sudah tahu soal pacar kamu itu,"


"Maksud mbak Hana apa?mbak Hana tahu mereka ada hubungann,"


"Ya aku sempat melihat mereka beberapa kali diHotel dekat rumahku,"


"Gak usah dibahas mbak,oh ya Mas Aldo gimana mbak,aku kangen sama dia boleh minta nomornya mbak,pasti mbak Hana tahu,"


"Hiks Hiks,"


"Kok nangis mbak kenapa mbak apa aku salah ngomong,"Panikku.


"Aldo Ra,,dia,,,,,dia,,,,hiks hiks,"


"Mas Aldo kenapa mbak,yang jelas ngomongnya,"


"Aldo udah gak ada Ra,Aldo udah ninggalin kita selamnya,"


"Bagai ditusuk ribuan jarum,hahah gak mbak kamu bohong,gak mungkin mas Aldo meninggal mbak,gak mungkin,Aku gak percaya mbak,"Aku shock aku gak percaya.

__ADS_1


"Benar Ra Aldo udan meninggal 4bulan lalu,aku berusaha nyari kamu,hubungi kamu tapi tidak bisa,aku datang kerumah kamu tapi rumahmu kosong ibu sama pamanmu sedang pergi ,padahal Aldo sangat ingin bertemu kamu saat saat terakhir dia,aku bisa ada disini juga karena saran Aldo.Dia bilang kamu pasti akan ditempat ini awalnya aku gak percaya sama omongan Aldo tapi dia menitipkan surat ini untuk kamu,makanya aku kesini dan selalu membawa surat ini kemanapun aku pergi,"Jelas mbak Hana.


"Gak mbak,gak mungkin mas Aldo meninggal,gak mungkin mas Aldo hiks hiks hiks,"Aku menangis sesenggukan dan akhirnya pingsan.


__ADS_2