
Siang itu Tika datang untuk menjengukku bersama ibunya.
"Assalamualaikum?"(Tika dan ibunya mengucap salam).
"Walaikumsalam,masuk,"(Jawab ibuku karena memang pintu rumahku tidak dtutup).
"Eh ada tamu to,Tika bu Helen(mama Tika) sini masuk,ya Allah repot repot segaala Tika ini ajak mamanya,Ara ada dikamar Tik masuk sana,bu Helen sini duduk mari kita ngobro,"Ajak ibuku.
"Gak repot bu kebetulan saya tidak repot jadi ikut menjenguk Ara,bagaimana kondisi Ara bu?"(Tanya mama Tika).
"Alhamdulilah sudah membaik bu,mungkin kelelahan bu jadinya pingsan,"Sampai menggeggerkan banya orang ibuku menjelaskan.
"Yang penting sudah sehat kembali bu,"
"Tok tok,"(Tika mengetuk pintu).
"Masuk,"(Jawabku lirih).
"Ara ya ampuuuuun kamu kenapa,sakit apa,sampe pingsan gak bangun bangun,"(Tika mendekat dan memegang dahi aku sambil membrondong banyak pertanyaan).
"Iissshhh kamu apaan seh Tik lebay banget,gak bangun mati dong,"Jawabku sambil menyingkirkan tangan Tika dari dahiku!.
"Hehehe jangan dong kita kan belum sukses masak mati duluan?"Jawab Tika dengan nyengir).
"Oh ya rencana kamu kerja apa lanjutin kuliah Tik?"(Tanyaku).
"Eeemmm mungkin kuliah Ra,aku pengen jadi guru ,"
"Oh bagus dong kamu kan sabar orangya,,hehe,"
"Aku mah tergantung orangya Ra kalau orang itu baek aku juga bisa baek kalau orang itu jahat aku bisa lebih jahat.
"Jiiaahhh calon guru bijak amat,"(Kelakarku).
Kamipun asik mengobrol dan saling cerita aku juga menceritakan masalahku dengan kak Tristan,sepertinya Tika tidak kaget dan hanya memberi saran aku untuk tidak terlalu dekat dan curhat lagi kepada Erna kamipun kecewa atas sikap Erna yang seperti sekarang entah itu benar atau tidak jika mereka mempunyai hubungan.
Setelah Tika dan ibunya pulang aku mendapat tlf dari kak Tristan,
"Halo dek gimana keadaan kamu?"(Tanya kak Tristan).
__ADS_1
"Aku baek kak,"
"Dek maafin kakak ya gara gara kakak marah marah marah sama kamu,kamu jadi sakit,"
"Gak apa apa kak bukan salah kakak,"
"Dek kakak besak balik kerja kamu cepat sehat ya,maaf kakak gak bisa jenguk kamu karena ini mendadak,"
"Apa!!!balik besak kak,"(Ekspresi kaget).
"ya dek,"
"Kenapa mendadak banget terus kenapa baru bicara sekarang,"(Jawabku lesu).
"Maaf dek kakak takut mau bicaara kamu lagi sakit,dan ini dadakan bos kakak tlf kemaren,"
"Kakak jahat emang kalau aku sakit kenapa,apa susahnya bilang seh,ohh atau kakak sengaja ya gak mau ngomong sama aku gak mau ketemu aku lagi,"(Aku marah).
"Gak gitu dek,plis jangan marah dek?".
"Oke deh kakak kesitu nanti kakak jelasin ya,"
"Hiks,hik,kak Tristan jahat kenapa sekarang kak Tristan berubah semenjak waktu itu,kenapa kak Tristan seperti mau menjahui aku,"(Aku menangis dan bergumam sendiri).
"Ara itu ada Erna mau ketemu nak,"(Ibu memanggilku).
"Ha Erna mau ngapain itu orang,suruh masuk bu, "(Jawabku sambil menggerutu).
"Sama Tristan Ra masak suruh masuk kamar gak sopan,"(aku lompat dari tempat tidur lalu menghampiri ibu).
"Apa bu sama kak Tristan,ibu gak salah?"(aku lalu mendekat kearah ibu.
"Eh kenapa kamu kaget gitu nak,ya sama Tristan makanya ibu manggil kamu kalau Erna sendiri sudah suruh ibu masuk kekamar kamu nak,sudah sana keluar ibu tadi masih memasak nanti gosong,"(Ibu berlalu pergi).
"Aku lalu menyusul ibu keluar dan ternyata mereka mengobrol diruang tamu kelihatan dekat sekali ada rasa nyeri dihati,saat melihat aku datang mereka tampak diam dan tidak sedekat tadi,"
"Hai kak ,haai Er kenapa pada diam tadi ngobrol asik banget kelihatanyaa,"(Mereka melihat ke arahku dan terlihat kikuk).
"Ra kamu dah sehat,ini aku mengantar kak Tristan kesini katanya mau ngomong sama kamu,maau kesini sendiri takut ibu kamu,"(Erna lalu menjelaskan maksud dan tujuannya kesini bersama Tristan).
__ADS_1
"Loh bukanya kakak udah akrab sama ibu ya,ibu juga sering ketemu kamu kan dirumah Erna,"(Aku menjawab dengan nada sedikit ketus,).
"Eh ,itu,aanu dek aku gak enak kalau sendiri kesini nanti tetangga tetangga kamu banyak yaang tanya,"(Jawab kak Tristan dengan tergagap).
"Ohh gitu,kalau kerumah Erna enak enak aja,"(Aku sengaja memojokkan Erna aku ingin tahu reaksi dia gimna,dan aku melihat Erna gak nyaman sama perlakuan aku,).
"Ra aku duluan pulang ya kamu ngobrol aja sama kak Tristan,"(Erna pamit pulang).
"Makasih Er udah antar pacar aku,"Aku menekan kata pacar agar erna tidak macam macam dengan kak Tristan.
"Dek kamu ini apa apan seh gak sah bilang pacar juga tahu dia,"(Kak Tristan seperti tidak rela aku berbicara seperti itu).
"Kenapa kak,kalau kakak kesini cuma mau ngobrol sama Erna silahkan ngapain pakai kerumah aku segala,"(Aku marah dan beranjak pergi,lalu kak Tristan memegaang tanganku).
"Tunggu dek gak gitu kamu jangan marah,aku kesini mau pamitan sama kamu,besak kakak harus berangkat kerja,apa kamu gak mau ngobrol berdua sama kakak lagi,"(Kak Tristan memohon).
"Kakak sayang sama kamu dek ,jangan marah marah lagi ya,"(Kak Tristan memelukku).
"Kak jangan gini nanti ibu lihat,"(Aku berusaha mendorong kak Tristan).
"Ibu kamu sudah keluar bareng Erna tadi,kaka minta tolong dia untuk ajak ibu kamu keluar sebentar,"
"Masak seh kak?,"(Aku kaget dengan omongan kak Tristan).
"Ya dek kakak yang punya ide tadi makanya minta tolong Erna,"(Kak Tristaan memencet hidungku).
"Iihh kakak,"(Aku tersipu malu dan luluh juga dengan rayuan kak Tristan).
"Cup,lagi dan lagi kak Tristan mencium bibirku,"
"Kakak kangen dek sama kamu,"(Kak Tristan menatap mataku).
"Aku juga kak kanget banget malah,"(Aku juga menatap kak Tristan,lama kelamaan kak Tristan mengecup bibirku,aku juga membalasnya kami saling ******* dan saling bertukar salifa,kami berciuman bibir sangat lama sampai hampir kehabisan nafas aku mendorong kak Tristan,tidak sampai disitu kak Tristan terus mendekapku kami berciuman kembali,kak Tristan terus menciumkku,tangan kak Tristan lama kelamaan semakin turun kebawah,tangan kak Tristan masuk kedalam bajuku dan meremas buah dadaku,kak Tristan terus menciumku,ciuman itu turun ke leher,aku melenguh,,aahhh ,,kak jangan,aku berusaha mencegah kak Tristan lebih jauh.
"Gak dek,"(Kak Tristan terus meremas buah dadaku dan saat kak Tristan mau melepas bajuku aku lalu mendorong kak Tristan.
"Maaf kak,"Aku beranjak berdiri(kak Tristan menarik tanganku dan kita mengobrol biasa lagi).
Syukur kak Tristan gak marah lagi saat aku menolak dia berbuat lebih,kami mengobrol sampai akhirya Erna dan ibuku kembali pulang,hari hampir magrib kak Tristan dan Erna berpamitan pulang.
__ADS_1