
Awalnya, Shena tidak tahu kalau Anisa menyukai Shai, tetapi lama-kelamaan Shena tahu. Saat Shena tahu Anisa juga menyukai Shai, disitulah Shena merasa sangat sedih dan marah. Shena sedih, kenapa Anisa tidak memberi tahunya kalau dia juga menyukai Shai, dia seharusnya memberi tahu Shena kalau dia juga menyukai Shai, tetapi Anisa tidak begitu.
Shena: "Anisa, kamu menyukai Shai kan?"
Anisa: "Em.... hem.... emm.... Tidak."
Shena: "Kamu jangan bohong, aku sudah tahu semuanya."
Anisa: "Ooo.... Jadi sekarang kamu menuduhku menyukai seseorang yang kamu sukai."
Shena: "Bukan menuduh, tapi itu semua kebenarannya."
Shena pun pergi dari tempat itu sambil menangis, karena Shai melihat Shena masuk ke kelasnya dengan wajah yang sedih, Shai pun ikut masuk ke kelas Shena.
Sesampainya di kelas Shai bertanya kepada Shena.
Shai: "Shena, kenapa kamu menangis?"
Shena: "Tidak apa-apa."
Shai: "Kalau tidak ada apa-apa, kamu tidak akan menangis seperti ini, sekarang cepat katakan, ada apa?"
__ADS_1
Berat sekali rasanya Shena untuk menceritakan apa yang dia rasakan pada Shai. Shena merasa malu sekali untuk menceritakannya, bila dia menceritakannya Shai akan tahu kalau dia mempunyai perasaan padanya.
Shai: "Shena, kenapa kamu melamun?"
Shena tidak menjawab pertanyaan Shai, dia hanya pergi begitu saja. Shai pun jadi penasaran sebenarnya apa yang terjadi. Karena Shena dan Anisa tidak memberi tahu apa-apa pads Shai, Shai pun bertanya pada teman-teman Shena yang lain.
Shai: "Zahra, kamu kan adalah teman baiknya Shena, pastinya kamu tahu, apa yang terjadi pada Shena dan Anisa, kenapa mereka berdua kelihatannya bermusuhan?"
Zahra pun menjelaskan semuanya pada Shai. Setelah Zahra menjelaskan secara panjang lebar, Shai pun jadi mengerti. Akhirnya Shai tahu kalau Shena juga mempunyai perasaan padanya, hal itulah yang membuat Shai menjadi sangat senang.
Karena 2 hari Shena dan Anisa tidak saling menyapa, wali kelas mereka, Bu Lastri bertanya kepada mereka kenapa mereka berdua tidak saling menyapa.
Bu Lastri: "Shena, Anisa, kenapa kalian berdua tidak saling menyapa selama 2 hari ini?"
Bu Lastri: "Sekali lagi ibu tanya, kenapa kalian tidak saling menyapa selama 2 hari ini?"
Shena dan Anisa tetap tidak menjawab, mereka berdua takut untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu, karena mereka berdua tidak saling menjawab, bu Lastri memberikan nasehat kepada mereka berdua.
Bu Lastri: "Kalian berdua ini adalah sahabat, teman sekelas, tidak seharusnya kalian begini, jangan sampai karena hal yang kecil, hal yang sepele membuat pertemanan kalian berdua menjadi hancur."
Shena dan Anisa tetap saja diam. Karena mereka berdua diam, bu Lastri pun bertanya pada teman-teman mereka. Setelah bertanya pada teman-teman mereka, bu Lastri akhirnya tahu. Bu Lastri jadi tahu kalau mereka berdua bertengkar memperebutkan satu cowok, dan yang mereka perebutkan adalah Shaisal.
__ADS_1
Akhirnya, bu Lastri pun memanggil Shaisal pergi ke kantor, sesampainya di kantor, Shai melihat sudah ada Shena dan Anisa disana. Shai bertanya-tanya di dalam hatinya, ada apa ini sebenarnya?
Bu Lastri pun memulai pembicaraan.
Bu Lastri: "Shaisal Alfaro, ibu ingin memberi taumu, bahwa Shena Saputri gan Anisa Putri sama-sama menyukaimu, dan mereka berdua bertengkar memperebutkan dirimu."
Shai pun tersenyum sambil melihat ke arah Shena.
Bu Lastri: "Jadi Shai, ibu ingin bertanya, siapakah di antara mereka berdua yang akan kamu pilih?"
Shai: "Saya lebih baik memilih Shena."
Shai pun menjawab pertanyaan bu Lastri dengan penuh semangat tanpa rasa malu sedikitpun. Dengan jawaban Shai yang seperti itu, bu Lastri pun tersenyum.
Bu Lastri: "Meskipun ibu bertanya begitu dan kamu menjawab memilih salah satu dari mereka, bukan berarti ibu mengizinkan kamu berpacaran dengan salah satu dari mereka berdua."
Shai hanya bisa tersenyum.
Sepulang sekolah.........
Sepulang sekolah, Shena berjalan bersama teman-temannya. Karena Anisa sangat membenci Shena, Anisa dengan sengaja mendorong Shena ke tengah jalan raya dan membuat Shena tertabrak mobil. Anisa merasa senang karena rencananya berhasil.
__ADS_1
Shena segera dilarikan ke Rumah Sakit. Penabrak Shena tadi mau bertanggung jawab, sementara itu, teman-teman Shena menelfon orang tua Shena. Orang tua Shena kaget dan sedih. Sesampainya di Rumah Sakit, orang tua Shena mendengar kabar bahwa Shena sudah meninggal. Shena meninggal karena pendarahan di otaknya, hal itulah yang membuat orang tua Shena menjadi sangat sedih.
Sesaat orang tua Shena tidak percaya dengan kematian Shena, tapi akhirnya mereka harus mengikhlaskan kepergian Shena.