
"Kenapa kamu tarik tarik aku Ra,minta cium yaa,"Goda Reno.
"Iihh Reno apaan seh,mesum banget,"Jawabku dengan wajah aku buat cemberut.
"Jangan cemberut gitu nanti aku cium beneran lo,"Aku mencubit pinggang Reno.
"Aduh,aduh ampun sakit,apa seh sayang,"Reno menangkup kedua pipiku dan memandangku.
"Emm Ren,kamu serius ya mau melamar aku,apa gak buru buru gitu kita belum lama kenal lo Ren,kamu belum tahu aku begitupun sebaliknya,aku gak mau kejadian dulu dulu terulang lagi Ren,masa laluku sangat menyedihhkan,"Lalu aku menceritakan semuanya ke Reno.
"Ya aku sudah tahu semuanya Ra,aku senang kamu mau jujur sama aku,"Reno memegang tanganku.
"Hah,tahu semuanya maksudnya?" Aku terkejut dengan ucapan Reno.
"Iya aku tahu semuanya,kamu pernah bilang kan kalau aku ini mirip seseorang yang kamu kenal?"
"Iya memang,tapi hanya mata kamu aja kadang kadang juga kata kata kamu mirip sama almarhum mas Aldo teman aku,"
"Ya memaang benar,karena mata dan jantung ini milik dia,aku gak mau berbohong sama kamu tentang apapun termasuk jati diriku,tetapi soal perasaan aku, aku serius sama kamu,aku sungguh sungguh mencintai kamu,"Reno menatapku.
"Maksud kamu apa Ren?mata,jantung ,aku gak ngerti,"Jawabku bingung.
"Apa kamu belum selesai membaca buku diari milik Aldo?"
"Be belum,kenapa kamu tahu tentang semua itu,"
"Lebih baek bacalah buku diari miliknya biar kamu paham Ra,aku permisi ya mau pulang gak enak ini sudah malam,apapun keputusan kamu nanti aku akan terima Ra,aku sayang sama kamu,"
"Makasih ya Ren,maaf aku belum memberi jawaban yang pasti,tapi jika bertunangan aku mau Ren,"Aku melepaskan tangan Reno.
"Ya Ra,gak apa apa,yang penting aku sudah menyatakan keinginan aku,apapun nanti keputusan kamu setelah mebaca buku diari Aldo aku terima,".
"Iya insaalah apapaun itu aku terima Ren,selama ini aku selalu merasa bersalah sama dia,sekarang aku akan selalu mendoakan dia,"
"Ya Ra,ya sudah aku balik dulu ya,kasihan ayah sama ibu,sudah malam,"Pamit Reno lalu berdiri.
Cup"Reno mencium keningku,"Aku mematung mendapat kecupan dari Reno.
"Ihhh Renooo,"Aku melotot ke arahnya dan dia malah tersenyum dan meninggalkan aku sendirian diteras.
__ADS_1
"Dasar nyebelinn,"Kesalku dan aku mengikuti dia masuk kedalam rumah,sampai didalam aku malah mendapat ledekan dari kedua orang tua kami,heemm gara gara Reno seh,batinku!!.
Setelah kedua orang tua Reno pulang aku masih asik didepan tv,sambil ngobrol dengan bapak,ibu sama tante sudah masuk kamar pasti lagi curhat itu ibu ibu,Elisa dan paman mereka keluar entah itu Elisa lagi ngidam malam malam minta rujak segala pusing deh itu paman nyariin.
"Ra bapak boleh tanya sama kamu?".
"Iya pak tentu boleh dong,mau tanya apa pak?".
"Apa kamu mencintai Reno?".
"Aku,aku sayang pak sama dia,aku nyaman deket dia,dan dia selalu ada juga ngerti aku "Jawabku sambil membayangkan wajah Reno.
"Aku gak tahu pak,semenjak kejadiaan kemaren kemaren buat aku cinta itu gak ada,"
"Sayang,jangan kamu menjalani pernikahan tanpa rasa cinta karena lama kelamaan akan pudar,jadikan bapak sebagai pelajaran dan contoh yang gak baek nak,karena buru buru menikah karena cinta sesaat akhirnya seperti ini,satu kesalahan bapak yang fatal membuat ibu kamu meninggalkan bapak selamanya,"Nasehat bapak.
"Karena adek aku yang gak selamat kan pak?"Bapak terlihat terkejut mendengar pertanyaanku.
"Kamu tahu darimana?".
"Ibu sudah cerita semuanya pak,dan ibu juga sudah memaafkan bapak ko,nah sekarang bapak buatin aku adek,biar aku gak sendiri hehe,"Jawabku sambil nyengir.
"Kamu itu kalau ngomong,"Bapak kikik sendiri dengan permintaanku.
"Doain bapak sama tantemu sayang semoga Tuhan memberi kepercayaan lagi sama bapak juga tantemu,"
"Iya pak,"Aku lalu memeluk bapak.
Saat aku tengah asik berpelukan sama bapak,paman dan Elisa datang,dengan Elisa yang cemberut dan langsung berlalu ke kamarnya tanpa menyapa kami.
"Paman,,kenapa itu Elisa?".
"Haah pusing ngurusin istri nyidam ini itu salah,"Paman duduk didepan kami.
"Memangnya gak dapat rujaknya paman?"
"Dapet Ra,tapi gak ada mangganya eh masih gak mau kan pusing malam malam gini mau cari kemana rujak yang komplit coba bayangin,"
"Hahahaaha rasain itu,"Aku meledek paman,.
__ADS_1
"Gak sah ketawa gitu,"
"Yang sabar Her,, namanya wanita hamil memang gitu,sudah sana cepetan samperin dia dan rayu,jangan sampai mempengaruhi janin kalian,"
"Baiklah mas,aku susul dia dulu,"
Paman lalu meninggalkan kami,akupun juga pamit sama bapak akan ke kamar,aku teringat akan buku diari mas Aldo,aku lalu mencarinya.
Ternyata aku sudah hampir sampai halaman akhir,disana juga terdapat foto fotoku yang diambil dia secara diam diam saat aku tengah bekerja di toko mbak Hana.
Ara maafkan aku yang gak berani mengungkapkan rasa ini sama kamu,tapi aku pastikan suatu saat nanti akan ada laki laki yang benar benar tulus mencintaimu lewat jantung ini Ra,mata dan jantung ini akan aku donorkan pada laki laki yang kelak akan melindungimu Ra,,semoga kelak kalian akan berjodoh Ra,dan jantung ini akan selalu hidup di tubuh laki laki itu dan akan selalu mencintai kamu selamanya.Aku sudah menceritakan semuanya tentang kamu Ra,semoga nanti kalian benar benar berjodoh Ra,.
Aku menangis membaca diari mas Aldo ternyata benar yang dikatakan Reno,jika dia mendapat donor mata dan jantung dari mas Aldo.Reno sudah termasuk kriteria laki laki idaman aku,aku memantafkan hati akan menerima lamaran dia dan menikah secepatnya,semoga disana kamu bahagia mas Aldo aku sudah menemukan laki laki itu.
Pagi menjelang suara kokok ayam bersahutan,aku membuka mataku dan bangun dari tidurku.Aku bersiap siap untuk bekerja,aku sudah selesai mandi dan telah siap untuk bekerja.Aku keluar menuju meja makan ternyata disana sudah berkumpul semuanya.
"Pagi semua,"Aku langsung duduk disamping bapak.
"Pagi sayang,udah cantik aja anak bapak,"
"Ya dong pak kan mau kerja,bapak masih nginep kan?".
"Gak sayang,bapak nanti balik ya,kalau kamu tunangan bapak akan pulang,"
"Yaahh!kok pulang seh,"
"Udah mau jadi tunangan orang masih aja manja,"Ledek paman
"Biarin weekkk,"
"Sudah sudah kalian ini kebiasaan ya jika lagi makan berantem terus,"
"Paman yang mulai,".
"Kamu aja yang sensi,".
"Bodo,"Lalu aku berpamitan pada ibu.
"Aku berangkat aja lah bu,males sarapan paman ngeselin,"Aku beranjak pergi.
__ADS_1
"Ye getu aja sensi amat,lagi pms ya,"
Aku tak menjawab ledekan paman,aku pamit sama bapak,tante,juga ibu,kalau Elisa masih dikamar dasar bumil males malesan terus.