
"Kenapa ini diserahkan aku tan,bukanya ini rahasia kehidupan mas Aldo,"Tanyaku pada ibu mas Aldo.
"Karena isi buku ini tentang kamu,semua yang ada disini tentang kamu termasuk akhir dari kehidupan Aldo,ada sesuatu yang harus kamu tahu,tante juga baru meenemukan buku ini saat tante membereskan barang barang Aldo Ra,"Jelas ibu mas Aldo.
"Maafin aku tan jika semu ini gara gara aku,"Aku menangis.
"Bukan salah kamu Ra,semua sudah takdir,jangan menyalahkan diri kamu sendiri,,tante merasa bersalah saat tahu kamu depresi gara gara kematian Aldo,"
"Aku yang bodoh dan gak peka tan,seandainya aku tahu dan peka semua gak akan kaya gini hiks hik,"
Tante Meli memelukku dan ikut menangis,beliau selalu menenangkan aku,aku kembali teringat tentang masa laluku tentang dia,aku berusaha tegar didepan tante aku gak mau semakin membuat tante sedih.
"Sal kamu buatkan teh hangat buat Ara,"
__ADS_1
"Gak tan gak usah,aku juga mau pulang tan,nanti ibu kawatir sama aku,"
"Baeklah nak,kapanpun kamu mau kesini,rumah ini selalu terbuka buat kamu Ra,tante sudah menganggap kamu anak tante sendiri,"
"Terima kasih ya tan,"Aku memeluk tante dengan erat,lalu aku berpamitan untuk pulang karena hari sudah beranjak sore Faisal mengantar aku lagi.
Diperjalanan kami hanya saling diam dengan fikiran masing masing sampai suara Faisal membuatku sadar dalam lamunan.
"Ya Sal gak apa apa,aku memang salah Sal,seharusnya aku peka sama perasaan dia,aku lebih mementingkan penghianat itu daripada mas Aldo aku bodoh Sal,bodoh,"
"Kamu jangan bicara seperti itu,mas Aldo juga tidak pernah mengungkapkan perasaanya sama kamu kan,padahal aku berkali kali bilangin dia saat kamu sudah putus sama pacar kamu dulu,"
"Jadi mas Aldo cerita semua ke kamu Sal?"
__ADS_1
"Ya dia cerita sama aku,awalnya dia nolak gak mau tapi aku yaang maksa agar dia mau cerita,"
Aku hanya jadi pendengar Faisal,ntah aku mau bicara apa,,perasaan bersalah itu muncul kembali,tetapi aku juga gak mau terpuruk dalam penyesalan.
Sampai dirumah aku lalu bersih bersih,makan dan membantu ibu membuat kue sambil aku menceritakan soal pertemuanku tadi dengan tante Meli.Aku teringat tentang buku diari mas Aldo,aku pamit sama ibu untuk istirahat dikamar saja.
Aku masuk kamar dan mulai membuka lembar demi lembar buku diari milikny,dilembar pertama hanya menceeritakan pengalaman waktu kami bertemu pertama kali dia menceritakan dari awal bagaimana sifat aku dan galaaknya aku.Sampai dilembar berikutnya dia menceritakan jika mulai nyaman dengaanku,,mulai teertarik denganku,,tanpa terasa aer mataku mulai menetes,dia yang melihat aku kecelakaan sangat sedih dan sakit sampai rela mendonorkan darahnya buat aku.
Ditengah halaman dia menceritakan jika bahagia aku putus dengan Tristan,tetapi dia juga sedih melihat aku sedih,,awalnya dia mau menyatakan cinta sama aku,tapi dia mengurungkan niatnya malah membantu aku untuk balikan lagi dengan Tristan.
Tepat saat dia akan menyatakan cinta sama aku,dia malah melihat aku bermesraan dengan Tristan,,dan terjadilah kecelakaan itu.Dia sangat sedih dan patah hati waktu itu tetapi dia bisa menyembunyikan semuanya.
Aku sudah tak kuasa untuk membaca laagi aku memutuskann untuk melanjutkan besak saja,aku menuju kamar mandi dan mencuci muka agar tidak bengkak mataku karena habis nangis.
__ADS_1