Penghianatan Seorang Sahabat

Penghianatan Seorang Sahabat
Memulai Hidup Baru di Kota Yang Baru


__ADS_3

Alhamdulilah 18jam perjalanan telah aku lalui dan paman dengan lancar,diterminal kota S ternyata bapak dan tante sudah menungguku,aku lalu menghambur kepelukan bapak rasanya sudah lamaaaaa tidak bertemu bapak.


"Pak aku kangen,"Menangis dan memeluk bapak


"Napak juga kangen sayang gimana perjalananya lancar kan,anak bapak pasti capek,"Bapak mengeelus elus rambutku


"Ya pak capek,"Lalu aku beralih memeluk tante Rina(Istri bapak)


"Tante apa kabar duhh tambah glowing aja aku jadi minder,"Candaku


"Halah kamu Ra Ra,,tante baek kamu sendiri gimana kok kurusan seh sekarang,"


"Ah masak tante,"


"Ya jelas kurusan lah mbak orang lagi patah hati,"Goda paman


"Iissshhh pamaaannnn,"Memukul punggung paman


"Lah kan emang iya to,kemaren nangis nangis sampai mau ditabrak mobil segala tu,,,uupppp,"(Paman menutup mulut keceplosan)


"Apa kamu ketabrak mobil nak,"Bapak terkejut


"Gak kok pak,gak itu mah paman ngada ngada aja,"Aku memelototi paman pasalnya aku tidak bilang bapak masalah kemaren


"Ya udah yuk pulang dilanjutin nanti ngobrolnya,"Ajak tante


"Hhuufffttt selamat semoga bapak gak nanya nanya lagi,"Gumamku


Sepuluh menitan sampailah aku drumah bapak dan tante Rina,rumah yang sederhana tapi sangat nyaman dan asri,walau tengah malam tapi lampu lampu dijalan banyak yang menyala kami memang tiba dirumah bapak malam hari.


"Ayo sayang masuk,tante membukakan pintu sedangkan aku masih bergelayut manja sama bapak,"


"Mbak kayaknya kamu malam ini tidur sendiri deh,"Sambung paman.


"Loh ada apa Her,"


"Itu tu coba lihat aja bayi besarnya dalam mode manja,buahahahahahah,"Paman meledekku dan tertawa.


"Biarin aja bilang aja iri,itu tuh pak paman ngeselin,"Cemberutku.


"Kalian itu ya kalau lagi sama sama gak pernah akur,tante dan bapak geleng geleng kepala.


"Huuuuhhhhh capeekkk,"Paman langsung tiduran didepan tv yang memang terdapat busanya.


"Kalian gak bersih bersih dulu baru nanti tidur biar nyaman,"Tawar bapak.

__ADS_1


"Ya pak aku mau mandi dulu,tau tuh paman dasar keboooo,"Ledekku.


"Biarriinnn weeeekkk,"Menjulurkan lidah


"Ru bersih bersih sana baru tidur,"


"Ya mas,"


Selesai bersih bersih akupun tidur dikamar yang sudah disiapkan bapak,dan paman seperti biasa tidur didepan TV bersama bapak.


Tak terasa ternyata hari sudah pagi,aku membuka jendelaku dan aku terkejut mendapati indahnya pemaandangan dluar ada taman bunga,aku lekas buru buru mandi dan keluar untuk bertanya pada tante.


"Pagi tante,aku mengecup pipi tante Rina,"


"Pagi juga sayang,gimana tidurnya nyenyak,"Tanyanya.


"Ya tante sangat nyenyak,oh y te itu disamping jendela kamar kok ada taman bunga itu punya siapa ya?"


"Ohh itu punya tante Ra,tante sengaja mencaari kesibukan jika bapak kamu kerja lembur jadi menanam bunga dan sayuran dibelakang,"


"Wah tante hebat,boleh ya aku lihat lihat bunganya,"


"Ya tentu boleh dong,sana kamu lihat,"


Aku berjalan kesamping rumah untuk melihat lihat taman bunga tante Rina,akupun sangat terkejut ternyata tamanya cukup luas dan ada berbagai jenis bunga disini.


Aku bersenandung sambil menciumi bunga bunga indah ini,tanpa aku sadari ternyata ada orang memperhatikanku,duhh malunya?batinku.


"Mbaknya orang baru,"Tanya orang itu


"I iya mas,"Jawabku gagap


"Kamu siapanya teh Rina,"


"Saya anaknya mas,"(Mas mas itu nampak terkejut mungkin selama ini mereka tahunya hanya bapak dan tante Rina yang tinggal disini).


"Mari mas saya permisi,"Aku tersenyum ramah.


"Cantik,"gumam orang itu dan aku masih mendengarnya.


"Darimana kamu udah nglayap aja,"Tegur paman.


"Siapa yang nglayap,aku dari taman samping rumah itu,bunganya bagus bagus banget paman kalau ada Elisa bakal betah tuh anak disini,"


"Memang Elisa suka bunga?"

__ADS_1


"Ya ampun paman,masak Elisa suka bunga saja gak tahu kalian pacaraan ngapain aja seh,"Kesalku.


"Hehe paman gak nanya nanya kesukaan dia,"


"Makanya tanya sama aku paman,"


"Bapak maana paman,"


"Ada tuh diteras lagi ngopi,nanti paman pulang ya,kasihan ibu kamu sendiri,"


"Iya paman gak apa apa berangkat siang aja paman biar sampai sana udah pagi,"


"Ya Ra,kamu yang rajin disini dan bantu bantu juga tuh mbak Rina,"


"Ya paman siaapp,bawel amat seh,"


"Ye ne anak dikasih tau malah ngatain bawel,"Paman menjitak kepalaku.


"Aduh paman sakiittt,"


Aku menyusul bapak ke teras,,disana sudah ada tante Rina juga.


"Kalian habis darimana?"


"Dari taman pak,bunganya bagus bagus banget pak,"


"Ya itu tante kamu yang ijin ke bapak pengen dibuatin taman bunga juga sayuran,"


"Ya kan biar gak bosen mas,"sambung tante Rina.


Mereka asik mengobrol diteras,dengan banyak penduduk yang berlalu lalang melakuka aktifitas mereka.


"Tante tadi aku lihat laki laki disamping rumah deket bunga Anggrek,"


"Ohh dia Fery tuh rumahnnya,"Tunjuk bapak


"Ya tadi nyapa aku pak truus tanya aku apanya tante Rina,aku jawab anaknya dia melongo pa hahaha lucu banget mukannya,"Aku tertawa.


"Husst kamu itu gak boleh ngetawain orang,"Tegur bapak.


"Ya pak,aku baakal betah pak disini besak mulai cari kerja yuk pak,"


"Ya sayang kamu sama tantemu saja bapak belum bisa nemenin kamu kerjakan bapak banyak nak,"


"Yah bapak gak seru,"Cemberut

__ADS_1


"Sama tante saja Ra,besak aku anak keliling desa sini biar kamu paham juga kenal tetangga tetangga kita,"Tawar taante.


"Ya siap tante,"


__ADS_2