
Beberapa bulan kemudian, Shena dan Anisa menjadi teman yang sangat dekat. Mereka berdua sangat akrab, kemanapun mereka pergi mereka selalu bersama. Karena keakraban mereka, banyak teman-teman dan kakak kelas kelas mereka menjadi iri kepada mereka berdua. Teman-teman Shena sering sekali memperingatkan agar Shena berhati-hati berteman dengan Anisa, karena teman-teman Shena dengar kalau Anisa adalah orang yang sangat genit dan suka merebut pacar orang.
Pada suatu hari saat Anisa tidak masuk sekolah karena sakit, Shena dan teman-temannya berkumpul bersama sambil mengobrol.
Diana (salah satu teman Shena): "Shena, bukannya aku mau menghalangi kamu agar berteman dengan siapa saja, tapi berhati-hatilah kamu saar berteman dengan Anisa, karena yang kudengar dia bukan perempuan baik-baik."
Shena:" Diana, jangan terlalu percaya dengan ucapan orang lain, kita harus bisa membuktikan perkataan kita. Kamu tidak boleh terlalu berpikiran negatif pada orang lain. Mungkin saja berita itu berita yang tidak benar."
Zahra:" Shena, untuk kali ini aku lebih setuju dengan apa yang dikatakan Diana, bisa saja Anisa adalah orang yang tidak baik, aku perhatikan selama beberapa bulan terakhir ini, Anisa tidak mencoba berteman dengan murid perempuan, yang aku lihat, Anisa lebih suka menggoda para murid laki-laki."
Shena (sambil menghela napas panjang): "Baiklah, semua yang kalian katakan akan aku fikirkan dengan baik."
Shena terus saja memikirkan tentang apa yang dikatakan Diana dan Zahra tadi. Shena terus memikirkannya sampai pulang sekolah.
Esok paginya.......
__ADS_1
Shena bangun tidur dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Shena mendapatkan pesan dari salah satu temannya, yaitu Nova.
Nova mengirimkan pesan, bahwa nanti akan ada murid pindahan baru di sekolah mereka, tapi murid baru ini akan menjadi kakak kelas mereka.
Setelah membaca pesan itu, Shena pun sarapan dan berangkat ke sekolah dengan penuh semangat seperti biasanya.
Sesampainya di sekolah........
Zahra: "Hai Shena, selamat pagi, apa kabarmu?"
Zahra: "Alhamdulillah baik-baik saja Shena, ayo kita masuk ke kelas."
Shena (sambil berjalan dengan Zahra) :"Ayo."
Tidak selang beberapa menit kemudian, Shaisal Alfaro, yang merupakan murid pindahan baru di situ datang bersama dengan teman-temannya. Shena dan teman-temannya melihat kedatangan Shai tersebut. Teman-teman Shena terpukau melihat ketampanan Shai. Karena Shai merasa tertarik melihat Shena, Shai menghampirinya Shena, kemudian mereka pun berkenalan.
__ADS_1
Shai: "Hai perkenalkan namaku Shaisal Alfaro, aku murid baru disini salam kenal ya. Oh iya namamu siapa gadis cantik?"
Shena: " Namaku Shena Saputri, aku murid kelas satu disini. Salam kenal juga, selamat datang di sekolah ini, semoga kamu betah belajar di sini."
Mereka berdua pun bersalaman.
Shai: "Untuk kalian semua, salam kenal ya. Em.... Shena, aku masuk ke kelas dulu ya, nanti kita mengobrol lagi kalau ada waktu."
Shena: "Baiklah."
Lalu Shai pun berlalu bersama teman-temannya.
Entah kenapa Shena merasakan perasaan yang berbeda saat bertemu dengan Shai, dan ternyata, bukan hanya Shena yang merasakannya, Shai pun juga ikut merasakan perasaan aneh tersebut. Sedangkan mereka berdua masih bingung dengan perasaan masing-masing, Anisa melihat Shai dari kejauhan, dia pun bergumam di dalam hatinya.
Anisa (dalam hati) :"Tampan sekali laki-laki itu, aku harus bisa mendapatkannya, jangan sampai aku di dahului orang lain.
__ADS_1
Begitulah rencana Anisa, Anisa sangat ingin mendapatkan Shai, namun Shai sepertinya telah jatuh cinta kepada Shena, dan sepertinya Shena pun demikian pula juga telah jatuh cinta pada pandangan pertama.