
Aku tiba dirumah diantar Reno tentunya,tetapi sebelumnya kami mengantar sepupu Reno terlebih dahulu.
"Ren makasih ya,,udah antar dan ajak aku jalan jalan?"Aku masih didalam mobil Reno.
"Sama sama sayang,"Sambil mencubit pipiku.
"Renoooo sakiiitt,"Gerutuku sambil cemberut.
"Gak sah cemberut gitu nanti aku cium lagi lo".
"Isshh apaan seh,"
"Cieee mukanya merah malu ne yeee!!"".
"Tahu ah,aku mau turun,"Saat aku mau membuka pintu aku melihat Kak Tristan lewat aku gak jadi membuka pintu,tetapi dia gak lewat lewat dan sepertinya Reno paham dengan situasi ini,dia turun dan membukakan pintu mobil buat aku,awalnya aku terkejut tetapi aku terus turun.
"Silahkan tuan putri?"Reeno membukakan pintu.
Aku keluar dari dalam mobil Tristan melihat semu perlakuan Reno terhadapku dan dia nampak tak suka sekaligus terkejut karena aku yang keluar dari dalam mobil bagus ini"Makaasih ya Ren?".
"Sama sama sayang ayuk masuk pasti kamu capek sini aku bawain barang barang kamu?".
"Gak usah aku bisa sendiri kok,".
"Udah siniin,"Akhirnya Reno membawakan tas juga koper aku.
Aku melewati kak Tristan tanpa menegurnya tetapi dia yang menegur aku!".
"Sore dek,kamu habis darimana?
"Sore juga kak,dari liburan,permisi kak,"Pamitku sama Kak Tristan.
Aku lalu bergandengan tangan dengan Reno dan masuk kedalam rumah.Aku disambut gembira olehh Elisa juga Ibu,karena yang jelas mereka menunggu oleh oleh dari aku tentunya.
"Ya ampun Araaaa aku kangen banget,"Elisa memelukku.
"Idih lebai amat El,baru juga lima hari bilang aja kangen oleh olehnya,".
"Kamu jahatt,,,aku kangen beneran pengen curhat tauk sama kamu?".
"Biasanya juga sama paman?".
"Malesss,"
"Ra ajak masuk Reno kaliaan ini malah asik sendiri,"
__ADS_1
"Ya ampun,hehe maaf ya Ren ayo masuk Ren aku buatin kopi dulu,"
"Gak usah Ra,aku langsung pulang aja ya,,capek banget soalnya?".
"Baiklah,,hati hati ya Ren,makasih buat semuanya?".
"Iya sama sama,jangan makasih terus,"
Reno pun pergi meninggalkan rumahku dan aku berjalan kekamar dengan Elisa masih mengikutiku ntahlah ada apa sama itu anak,mungkin sedang berantem sama paman kali ya!
"Ra,tunggu aku ikut?"
"Kamu kenapa seh El,l,lagi marahan ya sama paman?".
Elisa hanya diam saja,tiba tiba dia udah nangis aja,"Loh loh kok malah nangis seh,ya ya boleh ayo ikut ke kamar tapi aku mau mandi dulu ya gerah banget ini,"
"Hiks hiks Iya cepetan mandinya".
"Iya iya tapi jangan nangis nanti dikira aku yang jahatin kamu,"
Aku meninggalkan Elisa dikamar dan pergi mandi,sekitar sepuluh menit aku sudah selesai mandi dan berganti pakaian lalu mendekati Elisa.
"Sekarang coba kamu ceritakan ada apa kok kamu nangis?Apa paman jahatin kamu,atau kalian berantem?"Elisa hanya menggeleng.
"Lalu kenapa?"
"Ini,,ini kamu hamil El,aku bakal punya sepupu dong,"Aku bersorak gembira tiba tiba Elisa menagis.
"Huaaaaaaa,,,Kamu jahat sama aja sama mas Heru,"
"Lah jahat gimana seh kamu,seharusnya kan kamu bersyukur dan bahagia dong El!".
"Hiks hiks,aku belum siap punya anak Araaaa,,,mas Heru jahat pil KB aku ditukar sama penyubur kandungan huaaaaa,".
"Ya ampun El,jangan kenceng kenceng nangisnya,,cup cup,,berarrti paman pengen segera punya baby El,,lagian paman kan sudah berumur,wajar jika pengen banget anak,nunggu kamu siap kapan coba?".
"Tapi aku masih pengen bebas Ra,,gak mau punya anak dulu,"
"Kalau pengen bebas kenapa mau diajak nikah,,,,?".
"Hiks tapi kan Ra bisa ditunda dulu?".
"El,,yang namanya sudah berumah tangga itu harus siap dengan konsekuensinya,kita harus nurut sama suami,sekarang gini deh coba kamu fikirkan,,jika paman menuruti kemauan kamu menunda punya anak sampai kapan kamu akan siap yang ada pengen bebas,kamu mau paman ninggaalin kamu demi mendapat keturunan,"Elisa menggeleng.
"La iya,,,,Tuhan sudah memberi kepercayaan sama kamu,,seharusnya kamu bersyukur,lihat diluar sana banyak yang pengen punya anak tetapi gak bisa sampai sampai melakukan bayi tabung atau mengadopsi anak!"
__ADS_1
"Iya seh Ra,".
"Makanya udah jangan nangis lagi,,kasihan anak dalam kandungan kamu,".Aku memeluk Elisa.
"El walau kamu punya anak gak akan menghalangi kebebasan kamu kok,kamu bisa kan mencari baby sister jika kamu pengen kerja dan paman ijinin,asal sudah selesai dalam memberi ASI anak kamu nanti,"
"Iya seh,kan semua ini sudah pilihan aku pengen menikah,"
"La itu kamu paham,sekarang kamu temui paman dan minta maaf sama dia,pasti kalian berantem kan?".
"Iya aku marah marah sama dia,"
"Makanya sekarang kamu temui dia,,bilang kamu bahagia punya baby,aku aja seneng kok masak kamu gak,oh ya apa ibu sudah tahu kabar ini?"
"Belum cuma kamu yang tahu,"
"Ya sudah sekarang kamu temui paman dulu,nanti makan malam kita beri tahu ibu ya?biar kamu tahu apa saja yang gak boleh dan boleh buat ibu hami,"
Elisa akhirnya keluar dari kamarku dan menghampiri paman,aku keluar menghampiri ibu aku akan memberi hadiah serta memberi tahu jika aku jadian sama Reno.
"Ibu,,,bu?aku memanggil ibu tetapi gak ada sahutan lalu aku mencari dibelakang ternyata ibu sedang disana,"
"Ibu ngapain seh disini,aku panggil panggil gak nyahut,"
"Ini ibu lagi nyiram tanaman,,ada apa kok mencari ibu tumben tumbenan?".
"Ini bu aku ada hadiah buat ibu dari liburan tadi,"Aku menyerahkan paper bag buat ibu.
Ibuku menerima paper bag dan membukanya,"Wah bajunya bagus banget nak,makasih ya sayang"
"Iya bu,makasihnya sama Reno aja soalnya itu Reno yang beliin hehe,"
"Kok bisa Reno,,,,,eemm jangan jangan kalian sudah jadian?".
"Hehe iya bu,boleh kan bu aku pacaran sama dia?".
"Iya dong sayang boleh,Reno anaknya baek,sopan,ramah,baik lagi,"
"Heemmm puji aja terus?".
"Ya kan memang benar Ra,"
"Iya,iya bu oh ya masih ada satu lagi kabar gembira bu,"
"Apa nak?"
__ADS_1
"Nanti kalau makan malam dikasih kabar,udah yuk bu masuk udah mau magrib ne,"Aku mengajak ibu masuk kedalam rumah.
Dan benar saja saat makan malam Elisa sama paman memberi kabar ibu jika Elisa hamil,dan ibu sangat gembira mendengarnya heemm Elisa pasti dimanja sama ibu neh.